TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mana yang Lebih Baik untuk Bayi, Spoon Feeding atau Baby Led Weaning?

Pahami metode yang tepat untuk mengenalkan MPASI pada si Kecil

Pexels/KarolinaGrabowska

Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, kebutuhan akan gizi dan nutrisinya pun pasti akan bertambah. Bila selama ini bayi mama mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI, namun kelak ketika usianya sudah menginjak 6 bulan, bayi mama memerlukan pemenuhan nutrisi dari makanan lainnya selain ASI.

Makanan lain selain ASI ini disebut juga dengan MPASI. MPASI adalah Makanan Pendamping ASI yang diberikan untuk bayi berusia di atas 6 bulan. 

Bayi berusia di atas 6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat yang tidak cukup bila didapatkan dari ASI saja, karena itu MPASI juga diperlukan untuk si Kecil.

Dalam proses peralihan pengenalan makanan dari ASI menuju MPASI, diketahui ada dua metode yang bisa dipakai oleh Mama untuk mengenalkan MPASI pada si Kecil. Dua metode tersebut adalah Spoon Feeding (menyapih dengan sendok) dan Baby Led Weaning (menyapih dengan makan sendiri).

Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi seputar Spoon Feeding atau Baby Led Weaning, Manakah yang Lebih Baik untuk Si Kecil?. Disimak sampai tuntas ya, Ma, agar Mama mengetahui metode apa yang cocok untuk diterapkan pada si Kecil.

Apa itu Spoon Feeding dan Baby Led Weaning?

Pixabay/Tumisu

Jika pada metode spoon feeding, Mama memberikan MPASI dengan cara menyuapi si Kecil menggunakan sendok, sementara Baby Led Weaning (BLW) adalah metode yang cukup populer belakangan ini dan bertolak belakang dari metode spoon feeding. Singkatnya, metode BLW adalah membiarkan bayi makan dengan tangannya sendiri. 

Berbeda dengan spoon feeding yang biasanya Mama menyendokkan makanan lunak berupa bubur atau puree, metode BLW umumnya menggunakan makanan padatan seukuran jari (finger food) yang bertekstur lembut.

Dalam metode BLW, makanan berupa padatan diberikan pada bayi agar ia dapat dengan mudah mengenggam makanan tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut. Karena itu, metode BLW ini diklaim mampu melatih kemandirian si Kecil sejak dini, karena metode ini mendorong bayi untuk memilih MPASI sesuai dengan kemauannya sendiri. 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Spoon Feeding

Pexels/HelenaLopes

Metode spoon feeding adalah metode tradisional yang lebih familiar untuk diterapkan. Hal ini dikarenakan orangtua sejak zaman dahulu lebih menggunakan cara ini.

Memberikan si Kecil makan dengan metode spoon feeding juga dapat membuat Mama merasa lebih tenang, karena dapat menghindari risiko tersedak. Mama memberikan si Kecil makan secara langsung dan dapat mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam mulutnya. 

Terlepas dari itu, berikut ini ada beberapa kelebihan dan kekurangan jika Mama menggunakan metode spoon feeding.

Kelebihan:

  • Terhindar dari risiko tersedak
  • Meminimalisir makanan yang terbuang
  • Cocok untuk bayi yang belum tumbuh gigi
  • Mempersingkat sesi bersih-bersih setelah makan
  • Dapat mengontrol jumlah makanan (nutrisi) yang masuk ke dalam mulut bayi
  • Meningkatkan bonding antara mama dan si Kecil

Kekurangan:

  • Risiko bayi mengalami peningkatan berat badan secara berlebih karena sering disuapi
  • Memerlukan waktu lebih untuk menyiapkan makanan lunak untuk si Kecil
  • Membuatnya malas menelan makanan padat, jika terus menerus diberi makanan lunak 
  • Mengurangi si Kecil berlatih koordinasi motoriknya jika makannya terus disuapi

Kelebihan dan Kekurangan Metode Baby Led Weaning

Pexels/HelenaLopes

Metode BLW belakangan menjadi cukup populer. Istilah BLW ini populer setelah diperkenalkan oleh Gill Rapley pada tahun 2000-an.

Pada intinya, metode BLW adalah memberikan MPASI pada si Kecil tanpa bantuan dari orang lain. Karena itu, metode ini sebenarnya mendapatkan pro dan kontra. 

Terlepas dari pro dan kontra dari metode ini, metode BLW juga memiliki kelebihannya sendiri. Berikut ini beberapa kelebihan beserta kekurangan dari metode BLW.

Kelebihan

  • Melatih kemandirian si Kecil sejak dini karena ia diperbolehkan untuk memilih makanannya sendiri
  • Si Kecil dapat bereksplorasi dengan makanannya
  • Si Kecil belajar mengenal rasa dan tekstur makanan

Kekurangan:

  • Berisiko untuk tersedak jika posisi duduk tidak benar
  • Si Kecil berisiko mengalami kekurangan gizi karena Mama kurang bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam mulutnya
  • Makanan jadi berserakan karena si Kecil mencoba untuk makan sendiri

Spoon Feeding atau BLW, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?

Pexels/OlyaKobruseva

Tidak ada salahnya bila Mama ingin memilih metode spoon feeding atau BLW. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Akan tetapi hal yang harus diingat, pilihlah metode memperkenalkan MPASI yang sesuai dengan kondisi dan situasi bayi mama. Jika Mama ingin menerapkan metode BLW untuk melatih kemandirian si Kecil, hal ini tentu bagus untuk perkembangan motoriknya. 

Namun sebelum itu, lebih baik biasakan dulu bayi mama sampai berusia 6 bulan lebih untuk makan dengan cara spoon feeding. Perlahan-lahan suapi bayi mama dengan MPASI yang bertekstur lunak (bukan padatan) seperti bubur atau puree. 

Setelah bayi mama sudah terbiasa mencerna MPASI bertekstur lunak dan ia sudah bisa duduk tegap, barulah Mama kenalkan metode BLW padanya. 

Pastikan si Kecil sudah dapat duduk dengan tegak dan anggota geraknya sudah bisa berkoordinasi dengan baik sehingga ia bisa memakan MPASI berupa padatan. 

Umumnya, metode BLW ini disarankan oleh para Dokter Spesialis Anak (DSA) ketika bayi sudah berusia 8 bulan, karena pada usia ini bayi dianggap telah lebih siap untuk belajar makan sendiri. 

Namun, akan lebih baik bila Mama langsung konsultasikan hal ini pada dokter. Dengan memeriksa perkembangan dan kondisi si Kecil, dokter akan lebih tahu metode apa yang cocok untuk diterapkan padanya.

Nah, itu tadi tentang penjelasan spoon feeding dan BLW. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkannya, Ma!

Baca juga

The Latest