TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

ASI Eksklusif Bisa Membuat Bayi Lebih Cerdas, Mitos atau Fakta?

Temukan jawabannya di sini, Ma

Pixabay/logesdo

Katanya, anak yang diberikan ASI eksklusif bisa tumbuh jadi orang yang lebih pintar ketika dewasa, apakah itu benar?

Sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau menyusui punya banyak manfaat, bagi mama dan si buah hati. Keuntungan tersebut ternyata juga berpengaruh pada kemampuan kognitif si Kecil, lho, Ma.

Sebagai informasi, kemampuan kognitif seseorang itu biasanya mengacu pada proses berpikir, mengingat sesuatu, membuat keputusan, berimajinasi, tingkat kreativitas, dan cara berperilaku seseorang.

Hal-hal tersebut biasanya juga dikenal dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Lalu, apakah itu berarti bayi yang diberikan ASI ketika kecil akan tumbuh menjadi orang yang lebih cerdas kedepannya? Yuk, simak paparan lengkap yang sudah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber ini, Ma.

Kata Ahli soal Menyusui Bisa Meningkatkan Kecerdasan Bayi

parenting.com

Sampai saat ini, hal tersebut sebetulnya masih banyak diperdebatkan. Pasalnya, banyak ahli yang percaya jika menyusui berkontribusi pada kecerdasan, peningkatan memori jangka panjang, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak ketika ia tumbuh dewasa nanti. 

Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet Global Health di tahun 2015 menunjukkan bahwa anak-anak yang ketika bayi diberikan ASI memiliki hasil tes kecerdasan yang lebih baik.

Penelitian tersebut melibatkan 3.500 anak yang diteliti tumbuh kembangnya sejak remaja hingga dewasa. Ketika mereka berusia 30 tahun, anak-anak yang dulunya diberikan ASI eksklusif memiliki kecerdasan, tingkat pendidikan, dan pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif semasa bayinya.

Ada pula satu penelitian yang melibatkan 14.000 bayi yang disusui semasa kecil. Ketika mereka berusia 6,5 tahun, anak-anak tersebut kemudian dievaluasi tingkat kecerdasan dan kemampuan akademiknya oleh dokter dan guru-guru. Hasilnya, ada korelasi positif antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan kognitif jangka panjang anak-anak tersebut.

Akan tetapi, sayangnya tak sedikit pula yang beranggapan jika menyusui dan peningkatan kemampuan kognitif anak tidak terlalu berhubungan, Ma. 

Contohnya, sebuah penelitian yang diterbitkan di Pediatrics pada Maret 2017 melaporkan bahwa tidak ada keuntungan jangka panjang dari menyusui. Mereka meneliti sekitar 7.500 bayi sampai usianya lima tahun.

Peneliti tersebut mengevaluasi bagaimana anak-anak tersebut berbahasa, bagaimana cara mereka memecahkan masalah, dan bagaimana perilaku mereka ketika berusia 9 bulan, 3 tahun, dan 5 tahun.

Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa menyusui memang berpengaruh pada kemampuan kognitif anak-anak, namun tidak untuk jangka waktu yang panjang. Ketika anak sudah berusia 5 tahun, perbedaan tumbuh kembang dan kecerdasan anak yang diberi ASI dan yang tidak menjadi kurang signifikan.

Kenapa Hal itu Diperdebatkan?

Pexels/Craig Adderley

Hal utama yang membuat topik ini diperdebatkan adalah sulitnya menentukan apakah ASI atau justru faktor lain yang ternyata berkontribusi pada peningkatan kognitif anak yang disusui.

Meski begitu, para ahli menyepakati satu hal. Anak-anak yang dulunya diberikan ASI eksklusif tandanya hidup di lingkungan yang suportif dan mendukung tumbuh kembangnya. Pemberian ASI dan lingkungan yang suportif pada anak merupakan kombinasi sempurna untuk mendukung perkembangan kognitif si Kecil, Ma.

Selain itu, durasi lama atau tidaknya si Kecil diberikan ASI juga berpengaruh, Ma. Beberapa ahli menyatakan, efek menyusui bersifat kumulatif. Artinya, semakin lama seorang anak disusi maka efek bagi tumbuh kembangnya juga akan semakin signifikan. 

Maka dari itu, baik Ikatan Dokter Anak Indonesia maupun WHO sepakat ada baiknya jika Mama memberikan ASI eksklusif untuk si Kecil sampai ia berusia 2 tahun.

Hal Lain yang Mempengaruhi Kecerdasan Bayi

pixaby/parentipacek

Sebelum sampai ke tahap menyusui, mama juga perlu memastikan si buah hati mendapatkan nutrisi yang seimbang sejak ia masih dalam kandungan.

Setelah itu, pastikan juga Mama membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Misalnya dengan membacakannya buku sebelum tidur, memberinya permainan edukatif, dan memberikan nutrisi yang mendukung kecerdasan otaknya. 

Baca juga:

The Latest