TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

10 Makanan yang Ampuh untuk Menambah Berat Badan Bayi

Yuk, coba makanan ini agar berat badan bayi naik sesuai kurva pertumbuhan

Freepik/yummypic

Kecepatan tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda. Ada bayi yang tidak memiliki masalah dalam penambahan berat badan. Namun ada juga yang mengalami pertambahan berat badan dengan lambat.

Dokter anak mungkin akan menyarankan Mama untuk menambahkan makanan bergizi yang dapat menambah berat badannya. Bayi yang sehat secara bertahap akan mengalami pertambahan berat badan sesuai kurva pertumbuhan.

Tetapi ketika berat bayi stagnan atau turun dan bukan karena alasan medis seperti gangguan pencernaan atau masalah jantung, mungkin penyebabnya adalah kurang mengonsumsi lemak.

Jill Castle, penasihat orangtua dan ahli diet terdaftar di New Canaan, Connecticut, mengamati fenomena ini dalam praktiknya. Sebagian orangtua memiliki pemahaman yang salah soal diet rendah lemak dan tinggi serat. Mereka mengira bahwa diet ini cocok untuk semua orang termasuk untuk bayi,

"Jika Mama mencari tahu kandungan ASI dan susu formula, sekitar setengah kalori berasal dari lemak. Bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan lemak yang lebih besar," kata Castle.

Lemak tidak hanya membantu otak dan sistem saraf mereka berkembang secara normal, tetapi juga membantu tubuh mereka menyerap vitamin penting seperti A, D, E, dan K.

Popmama.com merangkum pilihan makanan bergizi yang mengandung lemak dan kalori, yang dapat membantu menambah berat badan bayi. Simak sampai selesai, ya, Ma!

1. Minyak zaitun

Freepik/freepik

Menurut laman International Foundation for Mother & Children (IFMC), minyak zaitun dapat menjadi sumber nutrisi dan lemak sehat bagi MPASI bayi.

Ini karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kinerja pankreas serta jantung.

Minyak zaitun sebaiknya baru diberikan kepada bayi ketika ia berusia lebih dari 6 bulan, dengan takaran tidak boleh lebih dari 1/4 sendok teh untuk setiap 2 ons MPASI.

2. Selai kacang

edition.cnn.com

Kacang tidak hanya bergizi tinggi dan penuh lemak sehat, American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology kini merekomendasikan kacang diperkenalkan pada bayi yang berusia 6 bulan untuk membantu mencegah alergi makanan.

Mama dapat menambahkan selai kacang atau almond ke dalam makanan bayi. Selai kacang kaya akan kandungan nutrisi penting yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, dan masalah kesehatan kronis lainnya.

Ketika Mama memberikan selai kacang kepada bayi, awasi apakah ada tanda-tanda alergi setelah bayi mengonsumsinya.

3. ASI

Freepik/Blanscape

ASI atau Air Susu Ibu adalah makanan bayi yang dihasilkan oleh Mama secara alami dan sempurna. Memberikan ASI sama saja dengan memberikan nutrisi optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui ternyata memiliki manfaat kesehatan utama untuk bayi karena ASI mengandung antibodi peningkat kekebalan tubuh dan enzim sehat yang belum dapat ditemukan di susu formula.

Selain itu, berikut manfaat yang diperoleh bayi dari ASI:

  • Memberikan nutrisi ideal untuk bayi dan mengandung antibodi,
  • Memenuhi kolestrol baik,
  • Menurunkan risiko kanker terutama leukimia,
  • Menurunkan risiko diabetes ketika ia dewasa nanti,
  • Mendorong pertumbuhan tulang secara maksimal,
  • Meningkatkan berat badan bayi.

4. Alpukat

Pixabay/stevepb

Siapa yang tidak kenal dengan kebaikan alpukat? Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh dan vitamin E. Tidak hanya orang dewasa, bayi pun mendapat banyak manfaat dari mengonsumsi alpukat.

Selain itu, alpukat memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang enak sehingga pas untuk dijadikan sebagai makanan pendamping ASI.

Mama dapat memblender alpukat dan menyajikannya dalam bentuk bubur. Alpukat baik dimakan langsung setelah dipotong, jangan disimpan terlalu lama, ya, Ma.

5. Pisang

Freepik/wavebreakmedia

Setiap buah memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Pisang mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi pada bayi. Sebaiknya buah ini dikonsumsi di pagi menjelang siang atau saat makan siang. Sehingga tubuh dapat menyerap semua serat, kalium, dan mineralnya tanpa menghasilkan berat berlebih.

Pisang aman bagi bayi. Sebelum dikonsumsi, buang terlebih dahulu serat yang ada pada daging buah pisang. Dalam penyajiannya, Mama dapat membuat bubur pisang atau mengerok pisang dengan sendok dan langsung memberikannya kepada bayi.

6. Hummus

Pixabay/ritae

Makanan yang berbahan dasar kacang arab atau chickpea ini memiliki cara penyajian yang unik, Ma. Kaya protein dan serat bersama dengan lemak sehat, makanan pokok Mediterania ini memiliki konsistensi yang halus yang membuatnya menjadi tambahan yang cocok bagi bayi.

Kacang Arab dihaluskan bersama beberapa bahan lainnya seperti lentini, tahini, minyak zaitun, garam, air lemon, dan bawang putih. Tidak hanya itu, hummus mengandung banyak kandungan vitamin, antioksidan, dan mineral.

Beberapa manfaat hummus untuk bayi antara lain:

  • Membantu pertumbuhan tulang,
  • Baik untuk penderita alergi,
  • Sumber zat besi yang baik untuk menyalurkan oksigen ke darah,
  • Mengandung banyak lemak tak jenuh yang baik untuk penambahan berat badan,
  • Menjaga saluran pencernaan.

7. Keju

Freepik

Keju mengandung banyak gizi penting yang dibutuhkan oleh bayi, diantaranya kalori, protein, dan kalsium. Selain rasanya yang enak dan mudah diolah menjadi beragam makanan lezat, keju juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang bayi.

Keju mengandung manfaat-manfaat berikut sehingga dapat menjadi pilihan tepat untuk menu MPASI bayi:

  • Sumber energi,
  • Membantu pembentukan tulang dan gigi,
  • Mengandung lemak baik untuk tubuh,
  • Sebagai antioksidan,
  • Mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Selain bisa disajikan dalam bentuk camilan, Mama juga dapat mencampur keju ke dalam makanan bayi.

8. Oatmeal

Freepik

Oatmeal adalah makanan yang baik untuk bayi yang sudah mulai diberikan makanan padat. Butiran gandumnya kaya akan nutrisi penting, seperti serat, protein, dan vitamin.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Framingham State College, bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan boleh mengonsumsi oatmeal.

Tak hanya enak, oatmeal dan makanan berbahan gandum lainnya juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh bayi. Setidaknya ada 5 manfaat oatmeal untuk kesehatan bayi, yaitu:

  • Mengatasi konstipasi,
  • Meningkatkan imunitas,
  • Meredakan inflamasi,
  • Meningkatkan sensitivitas insulin,
  • Sumber nutrisi bagi bayi yang memiliki alergi gluten.

9. Pir

Freepik/ilovehz

Buah pir seringkali menjadi pilihan Mama untuk diberikan kepada bayi. Rasanya yang manis juga menjadi alasan buah ini disukai oleh bayi.

Ternyata tidak cuma manis, buah pir mengandung banyak manfaat untuk bayi. Sebuah pir berukuran sedang mengandung:

  • 101 kalori,
  • 1 gram protein,
  • 17 gram gula,
  • 12% dari kebutuhan harian vitamin C,
  • 10% dari kebutuhan harian vitamin K,
  • 6% dari kebutuhan harian kalium,
  • 27 gram karbohidrat.

Manfaat buah pir berikut ini bisa menjadi pertimbangan bagi Mama:

  • Kaya antioksidan,
  • Sumber vitamin C yang tinggi,
  • Baik untuk kulit,
  • Mengandung banyak serat,
  • Mencegah sembelit,
  • Membantu menjaga kesehatan tulang.

Waktu yang ideal untuk memberikan buah pir kepada bayi adalah setelah 6 bulan. Jangan lupa amati bayi, apakah ada reaksi alergi. Konsultasikan dengan dokter anak mengenai buah yang bisa dikonsumsi oleh bayi mama.

10. Yoghurt

Freepik/User8533993

Yoghurt sebagai produk olahan susu, mempunyai manfaat yang sama seperti susu. Antara lain mengandung protein hewani, kalsium, vitamin B2, vitamin B12, kalium, dan magnesium.

Kebanyakan dokter anak merekomendasikan pemberian yoghurt kepada bayi setelah memasuki usia 6 bulan. Tetapi usia yang paling direkomendasikan adalah 8 bulan.

Yoghurt memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung lemak dan protein yang dibutuhkan bayi.

Selain itu, kandungan probotik yang terdapat pada yoghurt yaitu lactobacillus dan bifidobacterium, bermanfaat untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Menurut laman IDAI, yohgurt juga bisa diberikan kepada bayi yang diare karena mengandung probiotik atau bakteri baik.

Penyajian terbaik untuk bayi adalah tanpa perasa dan pemanis. Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yoghurt juga bisa diberikan kepada bayi yang mengalami diare karena mengandung probiotik atau bakteri baik.

Itulah 10 makanan yang dapat meningkatkan berat badan bayi yang bisa Mama berikan pada si Kecil. Pastikan Mama selalu memantau berat badan bayi beserta tinggi badan dan lingkar kepala, agar bayi mendapatkan pertumbuhan yang ideal.

Baca juga:

The Latest