TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bolehkah Balita Makan Buah Durian? Yuk Temukan Jawabannya!

Buah durian katanya berbahaya bagi anak balita, apa benar begitu?

Unsplash/Pesce Huang

Memilih buah untuk si Kecil yang berusia 1-3 tahun tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Buah yang bergizi tinggi buatmu, belum tentu bermanfaat bagi mereka, salah satu contohnya ialah buah durian

Dari banyaknya jenis buah, durian menjadi salah satu buah yang memiliki banyak penggemar. Dijuluki sebagai raja buah, durian memiliki aroma dan rasa yang menggiurkan. Tidak heran buah ini disukai banyak orang. 

Meski begitu, sering menjadi perdebatan apakah durian dapat dikonsumsi oleh semua kalangan atau tidak, terutama anak balita. Sebab durian diduga memiliki efek bahaya seperti meningkatkan kadar gula darah dan gangguan kesehatan lainnya. 

Ada baiknya Mama tidak langsung memberikan durian kepada si Kecil. Perhatikan dahulu apakah durian aman buat mereka. 

Bersama Popmama.com, yuk kita cari tahu bolehkah balita makan durian lengkap beserta penjelasannya!

1. Bolehkah si Kecil makan durian?

Meskipun durian dikenal sebagai buah yang menyehatkan, sebaiknya Mama tidak memberikan si Kecil durian di usia-usia awalnya. Anak-anak balita di bawah 2 tahun tidak dianjurkan makan durian.

Terlepas dari beragam nutirisi dan manfaat yang terdapat di dalamnya. Mama perlu ketahui bahwa perut anak balita belum dapat mencerna kandungan nutrisi tinggi yang terdapat dalam buah durian. 

Mama sebaiknya tidak percaya pada berita yang memperbolehkan anak balita di bawah 1 tahun mengonsumsi durian karena kandungan seratnya yang tinggi. Sebenarnya serat tinggi inilah yang perlu diperhatikan agar tidak bahaya bagi anak-anak balita. 

Mengonsumsi sebagai bahan makanan sehari-hari mungkin perlu pengawasan. Namun jika hanya memberikan sesuap, sekadar untuk mencoba rasanya saja tentu balita diperbolehkan.

Anak balita juga perlu mengetahui banyak rasa, termasuk rasa buah durian.

2. Bahaya memberikan durian untuk anak balita

Freepik/topntp26

Mengutip dari canbabieseat.com, buah durian kaya akan gula, protein, karbohidrat, vitamin dan kandungan lainnya. Nutrisi dalam durian disebut dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Lalu mengapa durian berbahaya bagi anak balita?

Durian memiliki serat yang tinggi. Bagi balita, mengonsumsi makanan berserat tinggi dapat mendatangkan gangguan pencernaan, perut kembung, bahkan sembelit. 

Durian sendiri merupakan buah yang panas. Sedangkan sistem pencernaan milik anak masih terbatas. Akan sulit bagi si Kecil untuk mencerna buah durian yang mereka makan sebelumnya. 

Buah berduri ini juga memiliki kandungan gula yang sangat tinggi, dan balita belum membutuhkannya. Kebutuhan gula balita dapat dipenuhi cukup melalui ASI dan susu formula saja. Gula berlebihan malah dapat membuat terjadinya obesitas atau penyakit ginjal, berbahaya sekali ya. 

3. Usia berapa Mama boleh memberikan anak durian

theflamingvegan.com

Terlepas dari bahaya yang dapat ditimbulkan dari mengonsumsi durian, tidak selamanya kok si kecil dilarang makan durian. Ketika memasuki usia 2-3 tahun, mereka boleh mulai berkenalan dengan buah ini. 

Melansir dari inf.news, balita yang berusia di atas 2 tahun dapat mengonsumsi buah durian sebab pencernaan mereka telah berkembang. Di usia 2 tahun, anak mama juga akan mulai menerima makanan bertekstur. Sehingga akan mudah bagi mereka untuk mengunyah dan mencernanya. 

4. Batasan dalam memberikan durian kepada anak balita

Unsplash/Jim Teo

Di usia 2 tahun anak mama dapat mulai mengonsumsi durian, tapi tetap ada batasan yang perlu Mama perhatikan. 

Pada kesempatan pertama, berikan anak balita durian dengan porsi kecil dan tidak berlebihan. Berika sesuap atau dua suap pada anak. Biarkan pencernaan mereka berkenalan dengan buah durian yang aromanya super melekat ini. 

Mama juga dapat memberikan seujung jari lebih dulu agar anak mengenal rasanya. Apabila tidak menyebabkan reaksi kembung, kamu dapat menambah jumlahnya perlahan. 

Namun bila terdapat reaksi kembung, ada baiknya Mama menunda pemberian durian hingga usia anak bertambah. 

Selalu perhatikan makanan yang hendak kamu berikan pada si Kecil ya, Ma! Pencernaan anak balita yang belum berkembang membuatnya sangat rentan terhadap berbagai jenis makanan.  

Baca juga:

The Latest