TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Faktor Pemicu Biduran pada Anak, Cek Sebelum Terlambat!

Menimalisir pemicu biduran yuk, Ma!

Freepik/preechab

Anak-anak cukup dekat dengan berbagai masalah kulit seperti gatal-gatal, ruam hingga biduran. Kondisi seperti ini tentu membuat anak menjadi kurang nyaman ketika sedang bermain. 

Untuk Mama yang memiliki pengalaman dengan biduran pada anak, mungkin jarang disadari bahwa si Kecil yang sering gatal-gatal di bagian kulitnya ternyata mengalami biduran. 

Biduran adalah sebuah reaksi kulit yang ditandai dengan rasa gatal akibat bilur berwarna merah atau putih.

Bilur kemerahan ini bisa terjadi pada satu bagian atau justru menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya seperti bibir, lidah, tenggorokan, telinga dan wajah.

Sebenarnya kondisi yang memicu rasa gatal bisa membuat anak-anak merasa tidak nyaman sepanjang hari bahkan ketika tidur. 

Dalam istilah medis, biduran disebut juga dengan urtikaria. Bila anak-anak terkena biduran, maka gejalanya bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari ke depan. 

Selain biduran pada kulit anak bisa terjadi karena reaksi alergi akibat terlalu dekat dengan hewan peliharaan, lateks hingga serbuk sari perlu diketahui bahwa ada faktor pemicu lain. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui informasi lebih rinci mengenai penyebab biduran pada anak, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.

1. Alergi makanan memicu kulit biduran

Pixabay/photo-graphe

Asupan makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari bisa saja memicu alergi, sehingga memicu gejala biduran.

Pernyataan ini pun diperkuat melalui seorang dermatolog dari New York bernama Debra Jaliman, MD yang juga mengatakan bahwa biduran disebabkan oleh alergi makanan atau minuman. 

Biduran yang terjadi akibat alergi makanan perlu diamati ya, Ma. Kenalilah kapan gejala muncul dan makanan apa yang dikonsumsi tepat sebelum munculnya gejala biduran pada kulit anak.

Beberapa makanan yang bisa memicu dan memperparah reaksi alergi penyebab biduran antara ikan, udang, kepiting, lobster, kacang kenari, telur dan cokelat. Reaksi alergi yang terjadi pada anak-anak akibat makanan juga bisa disebabkan oleh susu, gandum dan protein di dalam susu. 

Tak hanya itu, biduran pada anak-anak juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan seperti pengawet dan pewarna buatan.  

Demi menghindari biduran pada anak, sebaiknya hati-hati terhadap pilihan jenis makanan. Usahakan tidak asal pilih ya, Ma!

Baca juga: Jangan Panik! Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan jika Anak Alergi Makanan

2. Debu di rumah menyebabkan banyak tungau muncul

Pixabay/StockSnap

Lingkungan rumah yang tidak bersih dari noda debu dapat memicu biduran. Alergi tungau debu akibat kutu mikroskopik ini umumnya bersarang di sudut-sudut rumah. 

Kumpulan debu yang tidak dibersihkan hanya akan menyimpan masalah kesehatan untuk keluarga suatu saat nanti, salah satunya biduran. Apalagi tungau juga bisa bersumber dari sel-sel kulit mati, bangkai serangga, sisa makanan hingga sampah yang menumpuk. 

Untuk memininalisir kemungkinan si Kecil terkena alergi tungau debu penyebab biduran, Mama hanya perlu rutin membersihkan beberapa bagian ketika anak sedang bermain seperti koleksi boneka, tempat tidur, karpet dan bantal guling yang sering digunakan.

Baca juga: Ikuti 5 Cara Ini untuk Membersihkan Debu dan Kotoran di Kaca

3. Anak mudah sekali berkeringat saat melakukan aktivitas

Freepik/nitipong168

Ma, perlu diketahui bahwa biduran pada kulit anak-anak bisa terjadi karena dirinya terlalu banyak berkeringat. Apalagi pada dasarnya keringat yang keluar dari tubuh dapat menyebabkan gatal-gatal. 

Tubuh anak yang selalu berkeringat menandakan bahwa dirinya sedang mengalami kenaikan suhu. Anak-anak yang jarang berkeringat biasanya akan berkeringat ketika suhu tubuh naik, seperti saat mandi menggunakan air panas atau usai berolahraga. 

Ketika tubuh terus berkeringat, maka tubuh dapat memproduksi asetilkolin, yaitu sebuah bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Produksi asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit  anak mama, sehingga kulit mengalami iritasi dan memicu ruam.

Untuk mengatasi keringat yang berlebihan, Mama bisa memberikan pakaian tipis atau menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman. 

Baca juga: 6 Langkah Mengurangi Biang Keringat Pada Si Kecil

4. Udara yang buruk memicu gangguan kesehatan kulit

Pixabay/mandarinMD

Udara yang terjadi di luar rumah dapat menjadi pemicu lain anak-anak mengalami biduran. Faktor pemicu ini cukup jarang disadari padahal biduran bisa disebabkan oleh suhu dingin, kecangnya angin hingga paparan sinar matahari. 

Ketika Mama merasa udara di luar rumah sedang tidak bagus dan memicu anak biduran, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit. Mama juga bisa memastikan kalau si Kecil tidak alergi terhadap udara luar. 

Tanyakan juga apakah kondisi kulit anak mama cukup sensitif dengn berbagai cuaca di luar rumah atau tidak.

Tak jarang usai berkonsulitasi, dokter akan berusaha mengobati biduran akibat perubahan cuaca atau udara di luar rumah dengan memberikan obat tertentu.

5. Anak mengalami penyakit tertentu

Freepik/Lifeforstock

Biduran hingga berujung rasa gatal pada kulit biasanya menjadi salah satu gejala yang bisa terjadi akibat penyakit tertentu.

Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa biduran bisa menjadi salah satu sinyal adanya masalah kesehatan lebih serius pada si Kecil ke masa nanti.

Beberapa penyakit yang memiliki gejala gatal-gatal serupa dengan biduran, seperti penyakit tiroid, hepatitis, flu, limfoma hingga lupus.

Namun, sebelum terlalu panik ada baiknya untuk memastikan dengan konsultasi ke dokter kulit. 

Itulah beberapa faktor penyebab biduran pada anak. Semoga dengan mengetahui berbagai faktor yang ada, Mama setidaknya bisa mencegah agar anak-anak tetap dalam keadaan sehat. 

Yuk Ma, pastikan kesehatan keluarga di rumah selalu terjaga! 

Baca juga: 

Waspada! Biduran Bisa Jadi Tanda Anak Terkena Flu

The Latest