TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Yuk, Lawan Perubahan Iklim di Dapur Rumah dengan 5 Cara Ini!

Mulai sekarang, cobalah membuat kompos dari sisa makanan

Freepik

Kini masalah pemanasan global sudah menjadi masalah besar, sebab kenaikan suhu berpotensi menciptakan iklim berbahaya bagi kelangsungan hidup.

Sebagian besar kerusakan lingkungan seperti hutan gundul, kekeringan, air laut naik dan gunung es mencair akhirnya memicu pemanasan global.

Lemonade mengungkapkan, pastikan kamu mengambil langkah dan melakukan sesuatu untuk mencegah pemanasan global yang benar-benar berdampak signifikan.

Untuk memerangi perubahan iklim, kamu dapat melakukan bagian dengan menerapkan perubahan lingkungan yang dimulai dari rumah.

Yuk, lawan perubahan iklim di dapur rumah dengan 5 cara bijak ini. Berikut informasi selengkapnya dari Popmama.com :

1. Menggunakan peralatan makan dari dedak gandum yang bisa dimakan

theuniplanet.com

Untuk melawan perubahan iklim, mulailah dengan menggunakan peralatan makan yang ramah lingkungan dari dedak gandum.

Pengusaha asal Polandia, Jerzy Wysocki telah menciptakan beberapa ukuran dan bentuk piring yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Meski piring ini tak sekuat jenis keramik atau plastik, tetapi piring dari dedak gandum tersebut sudah terbukti bisa menampung makanan yang mengandung banyak cairan.

Theuniplane menginformasikan, peralatan makan sekali pakai dari dedak gandum 100% alami dan ramah lingkungan. 

Keunggulan piring dari dedak gandum yakni mudah terurai dan bisa dimakan seperti layaknya biskuit, ini karena berbahan dasar dedak gandum murni yang tanpa senyawa kimia.

2. Memilih plastik makanan dari pembungkus organik

lazada.com.ph

Faktanya, kandungan kantong plastik tidak dapat terurai seluruhnya. 

Untuk mengambil langkah kecil, usahakan agar selalu meminimalkan penggunaan barang plastik di dapur rumah.

Voicesofyouth memaparkan, plastik memiliki efek negatif dan merusak planet maupun kesehatan.

Mulai sekarang pakailah jenis plastik yang dibuat dari sumber alami. Bahan tersebut bisa diurai dan tidak mencemari lingkungan.

Pilih pembungkus makanan dari plastik organik seperti beeswax wraps sebagai alternatif ramah lingkungan.

3. Kurangi penggunaan minyak kelapa sawit

Freepik

Memproduksi minyak sawit bisa mendatangkan malapetaka pada lingkungan.

Hal ini menyebabkan deforestasi, degradasi habitat dan hilangnya habitat hewan.

Union of Concerned Scientists melaporkan yang dilansir dari NBCnews, perkebunan kelapa sawit berkontribusi besar terhadap pelepasan karbon dioksida (CO2) yang merupakan penyebab utama pemanasan global.

Kamu tidak perlu menghilangkan penggunaan minyak sawit sama sekali, cukup lakukan sedikit saja dalam memakainya.

4. Membuat infuser teh tanpa menggunakan tea bag

Freepik

Mulailah berhenti membeli kantong teh dan menggantinya dengan teh bubuk.

Greenchildmagazine mengatakan, faktanya kantong teh memakai bahan plastik polypropylene agar dapat menutup dan mempertahankan bentuknya dalam cairan panas.

Jadi sebenarnya kantong teh itu tidak dapat didaur ulang. Ini karena polimer plastik merupakan hasil proses kimia intensif yang tidak akan terurai.

Jadi mulai sekarang, buatlah infuser teh dengan merebus teh bubuk atau daun teh kering di dalam air mendidih.

5. Memanfaatkan sisa makanan untuk kompos tanaman

Freepik

Sisa makanan tidak harus dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kamu bisa melakukan cara sederhana melawan perubahan iklim dengan menggunakan sisa makanan untuk pembuatan kompos.

Menurut MedicalNewsToday, pengomposan adalah cara alami mendaur ulang makanan. Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat membantu lingkungan dan memperkaya tanah agar tanaman dapat tumbuh.

Perubahan kecil di dapur tersebut dapat memberikan dampak positif bagi tumbuhan dan mencegah pelepasan gas rumah kaca.

Setelah mengetahui cara bijak melawan perubahan iklim dari dapur rumah, mulailah melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi.

Baca juga :

The Latest