TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Cara Mengatasi Mual saat Hamil Muda Menurut Islam

Sering merasa mual saat hamil muda? Mama bisa mengatasinya dengan cara ini!

Freepik/Comzeal

Salah satu keluhan yang sering saat hamil muda adalah mual dan muntah. Pada umumnya, ibu hamil mengalami mual dari minggu ke-6 kehamilan dan berakhir di minggu ke-12 kehamilan. Namun, ada juga ibu hamil yang mengalami rasa mual ini sepanjang kehamilannya.

Salah satu penyebab ibu hamil merasakan mual adalah terjadinya peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) selama kehamilan. Ketika hormon ini meningkat, maka rasa mual pun cenderung memuncak dan menyebabkan morning sickness hingga sering muntah 

Jadi, Mama tidak perlu khawatir karena mual adalah kondisi wajar selama kehamilan. Namun, Mama mungkin merasa tidak nyaman sehingga mencari berbagai cara untuk mengatasinya. 

Banyak sekali cara untuk mengatasi mual, salah satunya menurut ajaran agama Islam. Berikut Popmama.com telah merangkum 5 cara mengatasi mual saat hamil muda menurut Islam.

1. Hindari makanan yang berlemak dan terlalu asam saat hamil muda

Freepik/jcomp

Cara pertama yang dapat Mama lakukan untuk mencegah dan meredakan rasa mual selama kehamilan adalah dengan menghindari makanan yang kurang sehat, yaitu makanan yang mengandung lemak, seperti gorengan, dan junk food.

Tak hanya makanan yang berlemak, Mama juga sebaiknya menghindari makanan yang terlalu asam, seperti kafein dan soda. 

Mengonsumsi makanan yang berlemak dapat menyebabkan Mama merasa mual bahkan muntah. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak dan terlalu asam juga kurang baik untuk janin dan kesehatan pencernaan.

2. Makan dalam porsi yang lebih sedikit tetapi sering

Freepik/KamranAydinov

Jika Mama sering merasa mual hingga muntah pada kehamilan trimester pertama, Mama bisa mengubah pola makan menjadi lebih sedikit tetapi sering.

Langsung makan dalam porsi besar bisa membuat Mama terlalu kenyang dan bisa menimbulkan rasa mual.

Dalam ajaran agama Islam, Mama juga dianjurkan untuk tidak makan secara berlebihan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِين

Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Ibu hamil memang lebih sering merasa lapar atau kadang mengidam suatu makanan. Namun, alangkah baiknya jika Mama makan secukupnya.

Yang terpenting adalah makanan yang Mama konsumsi bergizi untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri dan juga janin.

3. Minum air putih yang cukup

Pexels/Daria Shevtsova

Selama hamil, sangat penting bagi Mama untuk mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh dengan minum air putih.

Banyak minum air putih dapat membantu menghindari risiko gangguan pencernaan serta melawan rasa mual di awal kehamilan.

Selain itu, minum air putih yang cukup juga dapat membuat Mama terhindar dari dehidrasi. Ibu hamil yang mengalami dehidrasi dapat membahayakan janin, seperti  cacat bawaan, bayi mengalami gangguan pada sistem saraf, dan persalinan prematur.

Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists, selama hamil Mama disarankan minum air putih sebanyak 8 sampai 12 gelas per hari.

4. Minum air jahe saat hamil muda

Freepik/may_chanikran

Jahe merupakan rempah yang sudah turun-temurun dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Salah satu khasiat jahe adalah dapat mengatasi rasa mual dan muntah. 

Khasiat jahe untuk meredakan mual dipercaya berasal dari senyawa alami bernama gingerol dan shogaol. Kedua senyawa ini dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga bisa meredakan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil. Selain itu, aroma jahe yang menenangkan juga bisa mengurangi rasa mual.

Untuk mengatasi mual setelah makan, Mama sebaiknya duduk tegak selama 10-20 menit untuk menghindari refluks lambung dan heartburn. Cobalah untuk meminum air jahe dengan posisi ini untuk meringankan mual.

5. Perbanyak ibadah dan berdoa

Freepik/wayhomestudio

Usaha tidak akan cukup jika tidak disertai dengan doa. Oleh karena itu, selain melakukan cara-cara di atas, Mama juga perlu berdoa kepada Allah SWT.

Banyak sekali doa yang bisa Mama baca selama kehamilan, seperti doa memohon kesehatan dan perlindungan untuk bayi atau doa memohon untuk dijauhkan dari rasa sakit selama kehamilan.

Banyak doa yang bisa Mama baca selama hamil, seperti Al-Fatihah dan ayat kursi. Selain itu Mama juga bisa membaca doa-doa berikut:

Doa agar janin diberikan kesehatan

Allahummah fazh waladii maa daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa 'an illaa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqama.

Artinya:

"Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain." 

Doa agar janin tumbuh dengan baik

Allaahummaj ‘alhu shahiihan kaamilan wa’aaqilan haa dziqan wa’aaliman’aamilan, Allaahumma thawwil umrahu washahhih jasadahu wahassin khuluqohu wafashshih lisaa nahu, Wa ahsin shautahu li qiraa atil hadiitsi wal qur’aan, Wawasi’rijqahu, Wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah, Bibirakati sayyidinaa Muhammaddin shallallaahu’alaihi wasallam wal hamdu lillahi rabbil’aalamiina Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin.

Artinya:

"Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas dan mengerti dalam urusan agama. Ya Allah semoga Engkau memberikan kepada bayi ini umur yang panjang, sehat jasmani dan rohani, bagus budi perangainya, fasih lisannya Serta bagus suaranya untuk membaca dan Al Quran Dan tinggikanlah derajatnya Dan luaskanlah rizkinya Dan jadikanlah bagi manusia yg sempurna selamat di dunia dan akhirat. Dengan berkahnya Nabi besar Muhammad SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam aamin, aamin aamin yaa robbal aalamin kabulkanlah doa kami, kabulkanlah doa kami."

Doa yang bisa dipanjatkan Papa untuk kesehatan Mama dan calon buah hati

“Allahummahfadz waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wasyfihi anta asy-syâfi lâ syifâ`an illâ syifâuka syifâ`an lâ yughâdiru saqaman. Allahumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan hasanatan watsabbit qolbahu îmânan bika wa bi-Rasûlika. Allahumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allahumma ij’alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan hâdziqan ‘âmilan. Allahumma thowwil ‘umrohu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqohu wa afshah lisânahu wa ahsin shautahu liqirooatil hadîtsi wal qur`ânil ‘adzîm bibarokati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Robbil ‘âlamîn.”

Artinya:

“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit.

Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat.

Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.”

Nah, itulah cara mengatasi mual saat hamil muda menurut Islam. Yang terpenting adalah tetap menjaga pola hidup sehat, serta imbangi dengan ibadah dan doa untuk meminta perlindungan dari Allah SWT. Tetap semangat, ya, Ma!

Baca juga:

The Latest