TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bisa Bahayakan Janin, Waspada Risiko Paparan Polusi selama Hamil

Paparan polusi dapat sebabkan kelahiran prematur dan masalah kehamilan lainnya, Ma

Freepik/Rawpixel.com

Dalam penelitian dari WHO, miliaran orang terpapar udara beracun dengan polusi yang meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan sebesar delapan persen dalam lima tahun terakhir secara global.

Tingkat polusi udara telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan kualitas udara buruk serta berdampak buruk pada kesehatan jutaan orang.

Karena perubahan fisiologis dalam kehamilan, ibu hamil dan janinnya termasuk yang paling rentan. Bagi ibu hamil, paparan polusi udara dapat memiliki efek negatif jangka panjang pada sistem kekebalan, perkembangan otak, dan pertumbuhan serta perkembangan janin.

Efek lain juga termasuk memiliki bayi prematur dengan cacat fisik permanen dan gangguan neurologis, asma yang juga dapat berkembang pada bayi kemudian.

Apa saja dampak polusi bagi ibu hamil dan janin? Bagaimana Mama dapat melindungi kehamilan dari paparan polusi? Jawabannya ada pada ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Dampak polusi pada kehamilan

Pixabay/Sanjasy

Polusi berdampak buruk bagi ibu hamil, terutama untuk tumbuh kembang janin. Berikut beberapa efek paparan polusi selama kehamilan:

  • Berat badan lahir rendah

Paparan polusi udara yang buruk saat hamil pun diduga kuat turut memengaruhi masalah ini. Sebuah penelitian di Beijing, yang merupakan salah satu kota dengan polusi udara buruk di dunia, menemukan bahwa saat polusi udara di kota tersebut mulai diatasi, rata-rata berat lahir bayi mengalami peningkatan. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh ibu hamil pada masa-masa di mana bayi sedang tumbuh dan berkembang pesat, yakni di usia kehamilan trimester pertama dan kedua.

  • Kelahiran prematur

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh The Stockholm Environment Institute (SEI) di University of York, hampir tiga juta bayi dilahirkan prematur setiap tahun karena pengaruh buruknya polusi udara. Selain itu, disebutkan pula bahwa anak-anak yang lahir jauh sebelum waktu perkiraan persalinan memiliki risiko signifikan kelainan neurologis dan cacat fisik permanen.

  • Autisme

Sebuah penelitian Harvard University mengungkapkan bahwa perempuan yang terpapar polusi partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melahirkan anak dengan autisme. Ini terutama jika ibu hamil tersebut tinggal di dekat jalan raya, di mana zat partikel udaranya paling tinggi.

Namun demikian, penelitian ini menemukan hasil bahwa kaitan antara paparan polusi udara buruk dan risiko autisme lebih besar pada trimester ketiga, dibandingkan pada trimester pertama.

  • Asma pada ibu hamil

Seperti diketahui bahwa polusi udara dapat memperburuk kondisi asma. Pada ibu hamil dengan asma, menghirup udara kotor bisa sangat berbahaya karena asma yang kambuh bisa berujung pada preeklamsia. Preeklamsia juga kerap dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan penurunan fungsi hati serta ginjal.

Jika asma yang kambuh tidak diobati dengan benar, janin berisiko mengalami kekurangan oksigen, gangguan tumbuh kembang, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah. Yang perlu diperhatikan, beberapa penelitian juga menemukan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan peluang bayi terserang asma di kemudian hari karena kerusakan plasenta.

  • Keguguran

Dilansir The Guardian, polusi udara memberikan dampak buruk bagi ibu hamil hampir sama seperti merokok. Salah satunya memperbesar risiko keguguran. Oleh sebab itu, menghirup udara bersih pun dianggap menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi ibu hamil.

Polusi udara diketahui dapat membahayakan janin dengan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Nah, penelitian terbaru juga menemukan bahwa adanya partikel polusi di plasenta dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko keguguran.

Untuk mengurangi risiko dari paparan polusi udara saat hamil, berikut beberapa tips yang dapat Mama lakukan:

1. Beli pembersih udara dalam ruangan

Freepik/user14205003

Pembersih udara didesain untuk meningkatkan kualitas udara secara signifikan dengan secara efektif menghilangkan partikel yang paling berbahaya dan mengganggu di ruangan.

Pembersih udara mengukur kualitas udara setiap dua detik sekali untuk menampilkan kualitas udara di kamar atau ruangan. Alat ini akan secara otomatis meningkatkan atau menurunkan kecepatan pemurnian untuk mengirimkan udara murni dalam waktu sesingkat mungkin.

2. Kenakan masker

Freepik/tonefotografia

Mengenakan masker merupakan langkah yang lebih mudah dilakukan daripada menunggu tingkat polusi udara turun.

Masker cukup efektif menyaring polutan dari udara yang kita hirup. Belilah masker N99 atau N95 dan pastikan masker pas di wajah mama.

3. Berolahraga jauh dari jalan raya atau area lalu lintas

Freepik/Feepik

Jalan kaki adalah olahraga yang sangat baik untuk ibu hamil. Cobalah ke luar untuk berjalan-jalan di pagi hari di area hijau, seperti di taman atau halaman rumput. Hindari jalanan yang sibuk. Lakukan latihan pernapasan dalam.

4. Jadikan rumah sebagai zona hijau

Freepik/wirestock

Beberapa tanaman mudah tumbuh dengan perawatan yang sederhana. Cobalah menanamnya di rumah. Tanaman tersebut antara lain:

  • Lidah buaya, memiliki kemampuan untuk menyaring benzena.
  • Krisan, membantu menyaring benzena.
  • Pohon bambu, selain membuat teduh dan sejuk, tanaman ini membantu menyaring karbon monoksida.

Selain menyaring polusi, berkebun juga dapat membuat Mama lebih santai selama masa kehamilan. Polusi, terutama di kota besar, memang sulit untuk dihindari. Yuk, lakukan beberapa hal di atas untuk mengurangi risiko paparan polusi udara saat hamil.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

The Latest