TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Program Hamil untuk Suami yang Perlu Diketahui

Program hamil tidak melulu untuk perempuan saja, namun juga untuk laki-laki, Ma!

Pexels/Jonathan Borba

Jika mendengar kata “program hamil” mungkin semua langsung tertuju pada mama atau perempuan. Namun, program hamil ini juga perlu melibatkan suami supaya berhasil.

Selain itu, program hamil untuk para suami juga jarang terdengar. Padahal, selain untuk meningkatkan peluang hamil bagi istri, program juga memiliki manfaat lainnya.

Seperti menjaga dan meningkatkan kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit, serta menambah pengetahuan kehamilan dan perencanaan. Program hamil suami juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Nah, seperti apa programnya? Popmama.com merangkum informasi yang perlu diketahui tentang program hamil untuk suami. Apa saja, ya?

Pemeriksaan Sebelum Melakukan Program Hamil

Pexels/MART PRODUCTION

Laki-laki yang melakukan perencanaan kehamilan bersama dengan sang Istri lebih mungkin mengurangi kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol. Selain itu, mereka juga mulai mengonsumsi makanan bernutrisi.

Untuk program hamil, dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang, seperti jumlah anak yang diharapkan dan kapan. Ini bergantung pada kondisi setiap pasangan ya, Ma.

Selain itu, keberhasilan program hamil ini juga bergantung pada kondisi masing-masing pasangan. Yang terpenting, keduanya harus dalam keadaan sehat. Karena itu, suami dan istri disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Ini termasuk mengetahui apakah salah satu pasangan mengidap penyakit menular seksual yang dapat membahayakan janin.

Dokter akan menyarankan suami untuk melakukan tes berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik secara keseluruhan termasuk pemeriksaan kelamin, menanyakan riwayat penyakit genetik dalam keluarga, penyakit kronis, masalah kesehatan, cedera, atau operasi yang dapat berdampak pada kesuburan.
  • Dokter juga mungkin juga mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti kebiasaan dan perkembangan seksual saat puber. Untuk kelancaran program hamil, jangan ragu untuk terbuka pada dokter, ya.
  • Analisis semen untuk mengetahui adanya infeksi atau abnormalitas pada bentuk dan pergerakan sel sperma. Bila diperlukan, ini akan dilakukan selama beberapa kali untuk memastikan sperma sehat atau normal.
  • Bila ditemukan adanya gejala ketidaksuburan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan. Seperti scrotal ultrasound, tes hormon, tes genetik, post ejaculation urinalysis,testicular biopsy, Specialized Sperm Function Tests, dan Transrectal Ultrasound.

Tips Program Hamil untuk Suami

Pexels/Tembela Bohle

Nah, setelah melakukan pemeriksaan dan suami dalam kondisi sehat, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mendukung program hamil:

  • Mulai menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi. Selain itu, perubahan gaya hidup dengan berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan lebih sering olahraga juga dapat mendukung program hamil.
  • Mempertahankan berat badan ideal. Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan masalah produksi sperma.
  • Menjaga temperatur optimal untuk testis.
  • Rutin berolahraga. Tujuannya untuk meningkatkan imunitas tubuh yang berguna untuk melawan infeksi dan inflamasi. Kualitas sperma juga dapat dipengaruhi oleh adanya infeksi dan inflamasi dalam tubuh.
  • Hindari stres berlebih karena ini juga dapat memengaruhi program kehamilan.

Penanganan untuk Gangguan Kesuburan

Pexels/AnnaShvets

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya gejala ketidaksuburan, maka jangan berkecil hati. Penanganan dan pengobatan dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan anak.

Umumnya indikator kesuburan seorang pria terletak pada kualitas dan kuantitas produksi sperma. Jika jumlah dan kualitas sperma terlalu rendah, peluang pun makin rendah.

Jika dokter menemukan gejala ketidaksuburan pada suami, maka akan dilakukan beberapa tindakan tergantung pada kondisi suami.

Pengobatan atau penanganan tersebut antara lain:

  • Bila terjadi infeksi, dokter akan mengobati infeksi pada sistem reproduksi dengan antibiotik. Namun penting untuk diketahui bahwa cara ini tidak selalu bekerja untuk mengembalikan kesuburan.
  • Bila papa didiagnosa mengalami pelebaran pembuluh pada sistem reproduksi, kondisi ini dapat ditangani dengan operasi agar berfungsi normal.
  • Jika dokter menemukan adanya masalah tinggi rendahnya hormon, maka penangana yang dibutuhkan adalah terapi hormon.
  • Pada kasus disfungsi ereksi atau ejakulasi prematur, terapi dengan konseling atau obat-obatan juga dapat membantu meningkatkan kesuburan.

Makanan Program Hamil untuk Suami

Freepik/lookstudio

Seperti yang disebutkan di atas, agar program kehamilan berhasil, ini harus dilakukan oleh kedua belah pihak.

Asupan nutrisi yang baik dapat meningkatkan peluang hamil. Untuk suami, berikut beberapa jenis makanan yang baik untuk kesuburan:

  • Tomat, kaya akan likopen, antioksidan yang dipercaya dapat meningkatkan motilitas, struktur, dan aktivitas sperma.
  • Pisang mengandung bromelain untuk mengatur hormon seks.
  • Asparagus kaya akan vitamin C yang melindungi sperma dari kerusakan oksidatif serta meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.
  • Wortel, mengandung beta karoten yang kaya antioksidan. Antioksidan ini membantu menjaga kualitas sperma tetap sehat karena menetralkan radikal bebas. Selain itu, antioksidan juga meningkatkan motilitas sperma sehingga membantunya berenang menuju sel telur.
  • Jeruk mengandung vitamin C yang mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kualitas sperma.
  • Tiram mengandung zinc, taurin dan glikogen yang berperan dalam merangsang sistem reproduksi.
  • Alpukat dapat meningkatkan vitalitas laki-laki. Selain itu, membantu sel sperma agar berenang lebih cepat dan mampu membuahi sel telur.

Nah itu beberapa informasi seputar program hamil untuk suami, Ma. Program kehamilan dapat berhasil jika didukung oleh kedua belah pihak, bukan hanya Mama saja, ya.

Semoga informasi ini dapat membantu pasangan yang merencanakan kehamilan!

Baca juga:

The Latest