TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apakah Pembersih Kewanitaan Aman Dipakai Selama Kehamilan?

Berbagai macam pembersih kewanitaan dipasaran, manakah yang aman?

taiwantrade.com

Tubuh perempuan mengalami banyak perubahan hormon selama kehamilan. Saat hamil, akan ada peningkatan produksi kedua hormon progesteron dan estrogen.

Peningkatan dramatis kedua hormon ini membantu dalam pembentukan plasenta dan memberi bayi makanan. Ketika mama hamil, kadar prolaktin mama juga akan meningkat lalu nantinya akan membantu memproduksi air susu ibu (ASI).

Perubahan hormon ini dapat meningkatkan keputihan dan membuat vagina berbau.

Selain itu perubahan pH (kadar keasaman) juga dapat menyebabkan organ kewanitaan gatal dan berbau. Sebelum kehamilan, level pH normal vagina adalah antara 3,8 dan 4,5, yang berada dalam kisaran asam. PH asam ini disebabkan oleh bakteri menguntungkan atau flora vagina alami yang hidup di vagina dan menghasilkan asam laktat.

Selama kehamilan, kelebihan pasokan darah ke daerah vagina menyebabkan pH ini berubah. Hal ini membuat vagina rentan terhadap infeksi bakteri seperti vaginitis dan dapat menyebabkan keluarnya cairan amis atau berbau dari vagina.

Infeksi vagina selama kehamilan juga dapat menyebabkan bau yang kuat. Infeksi ragi (yeast) disebabkan oleh pertumbuhan yang berlebih dari jamur alami di vagina. Ini menyebabkan rasa gatal yang terus-menerus dan disertai dengan keluarnya bau yang tidak sedap. Bakterial vaginosis adalah infeksi yang disebabkan oleh proliferasi bakteri di vagina.

Ini memungkinkan dapat menyebabkan keluarnya cairan yang berbau selama kehamilan.

Perubahan pola makan selama kehamilan juga merupakan salah satu penyebab bau vagina selama kehamilan.

Misalnya, jika mama mengonsumsi lebih banyak bawang putih atau makanan pedas selama kehamilan, itu bisa mengubah bau vagina.

Untuk menghilangkan gatal-gatal, bau tidak sedap dan keputihan pada saat hamil, Mama mungkin ingin memakai pembersih kewanitaan. Mungkin banyak mama bertanya-tanya apakah aman memakai pembersih kewanitaan pada saat kehamilan.

Keamanan pembersih vagina sangat tergantung pada kandungan didalamnya.

Pilihlah pembersih vagina yang lembut, tanpa wewangian, ringan, dan hypoallergenic (tidak menyebabkan alergi) dan jika bisa soap free or no harsh detergent (bebas sabun atau tidak mengandung deterjen yang keras), dan Dermatologist and gynecologist tested (dijamin oleh dermatologis atau dokter kandungan).

Hindari menggunakan produk yang mengandung wewangian, banyak mengandung bahan kimia, atau yang dapat menyebabkan iritasi.

Tidak disarankan membersihkan vagina dengan menggunakan sabun mandi. Sebab, sabun mandi memiliki kadar pH yang tidak sama dengan kadar pH yang ada pada vagina. Jika digunakan, sabun mandi akan merusak kadar pH yang ada dalam vagina, dan malah merusak ‘flora’ atau bakteri baik yang telah.

Andai Mama masih memilih untuk menggunakan pembersih kewanitaan pastikan untuk memeriksa bahan-bahan dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai produk tersebut secara menyeluruh.

Untuk menjaga daerah kewanitaan saat hamil perhatikan hal-hal yang telah Popmama.com rangkum berikut ini:

1. Keringkan dengan benar

Freepik/freepic.diller

Setiap kali mencuci dan membersihkan area vagina, pastikan vagina dan area  disekitarnya  benar-benar kering. Kelembaban berlebih hanya akan membuat vagina menjadi lebih tidak nyaman.

2. Cara menyeka dengan benar

self.com

Cara menyeka vagina yang benar adalah dari depan ke belakang, yaitu dari vagina ke arah anus dan bukan sebaliknya.

Ini adalah cara terbaik untuk memastikan tidak ada bakteri jahat atau benda asing yang memiliki peluang memasuki ruang vagina. Selama kehamilan bahkan lebih penting karena vagina lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi.

Membiarkan bakteri mendekati bagian depan berisiko bakteri tersebut masuk ke dalam rahim. Jadi usaplah dari depan ke belakang dengan hati-hati.

3. Lebih dianjurkan memakai celana dalam katun

ebay.com

Karena vagina mengeluarkan cairan berlebih selama kehamilan, Mama sebaiknya memakai celana dalam yang  bisa menjaga sirkulasi dan tidak menyebabkan gerah di daerah kewanitaan.

Oleh karena itu, memakai pakaian dalam katun yang sejuk, sangat dianjurkan karena katun memiliki sifat menyerap keringat sehingga menghindarkan vagina dari kondisi lembab.

4. Jangan membersihkan vagina dengan cara douching

self.com

Douching adalah salah satu cara membersihkan vagina secara mendalam dengan alat khusus yaitu douche dengan campuran air dan cuka. Cara ini justru bisa melukai vagina dan rahim mama.

5. Buang air kecil sesudah berhubungan intim

Pexels/Daniel Xavier

Setelah bersenang-senang dengan pasangan, biasakan untuk buang air kecil. Buang air kecil setelah hubungan intim atau aktivitas seksual membantu menjauhkan infeksi saluran kemih.

Risiko ini sedikit lebih tinggi selama kehamilan karena  perubahan hormon, jadi ingatlah ini setelah bersenang-senang di tempat tidur.

6. Minum yang cukup

Freepik

Selama kehamilan, minum merupakan hal yang sangat penting. Air dibutuhkan untuk membantu sirkulasi darah sehingga darah melakukan tugasnya dengan baik. Juga, minum cukup air membantu menjaga vagina tetap bersih.

Vagina dapat membersihkan organnya sendiri, tetapi proses tersebut akan berjalan lebih baik ketika ada cukup cairan yang disediakan. Minum air berarti sering buang air kecil.

Menjaga saluran kandung kemih teratur dan aktif selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS).

7. Periksakan ke dokter bila ada yang mengganggu

pixabay/Bru-nO

Bila selama kehamilan mama mengalami infeksi di vagina, bau tidak sedap dan keputihan secara terus-menerus, atau gangguan lainnya dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan mama yang terpercaya.

The Latest