TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyebab, Pengobatan, dan Ciri Infeksi Saluran Kencing saat Hamil Tua

Infeksi saluran kencing dapat sebabkan bayi prematur jika tak segera ditangani!

parentingfirstcry.com

Infeksi saluran kencing adalah sebuah kondisi yang dapat terjadi akibat bakteri yang berasal dari luar tubuh kemudian masuk melalui saluran kencing hingga mencapai bagian uretra.

Kemudian infeksi berkembang cepat pada bagian ini. Mengingat bahwa saluran kemih perempuan dekat dengan dubur, maka tak heran jika perempuan rentan terkena infeksi saluran kencing.

Sering buang air kecil saat hamil memang bukan termasuk masalah yang berat, melainkan hal tersebut menggambarkan kondisi yang normal. Terutama berhubungan dengan pola perkembangan janin yang sehat. 

Namun, permasalahan saat buang air kecil pada ibu hamil bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan dan mengganggu.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut Popmama.comtelah mengumpulkan informasi mengenai penyebab, pengobatan, dan ciri infeksi saluran kencing pada ibu hamil trimester ketiga.

1. Penyebab infeksi saluran kencing pada ibu hamil

momlovesbest.com

Jika berbicara mengenai penyebab infeksi saluran kencing, maka ada empat hal yang menjadi penyebab utama terjadinya hal tersebut pada ibu hamil. Simak ulasannya di bawah ini!

  • Tekanan janin dalam rahim

Kondisi infeksi saluran kencing pada ibu hamil memang sangat wajar dan sering terjadi. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan janin yang mengakibatkan tekanan kuat pada saluran kemih dan kandung kemih. 

Kondisi inilah yang bisa menyebabkan bakteri sering terperangkap dan menjadi infeksi. Bahkan beberapa ibu hamil sering tidak bisa mengendalikan urin yang bocor sehingga mudah terkena infeksi. 

  • Pelebaran saluran ureter

Ketika ibu hamil masuk ke trimester kedua maka perubahan fisik akan terjadi sesuai dengan perkembangan janin. Kondisi ini juga menyebabkan perubahan saluran ureter yang bisa terjadi hingga ibu hamil siap untuk melahirkan. Perubahan ukuran inilah yang akan menyebabkan bakteri mudah masuk kemudian menyebabkan infeksi. Perubahan saluran ureter ini akan mendukung proses persalinan normal saat janin sudah berkembang sempurna.

  • Volume kantung kemih semakin besar

Ibu hamil memiliki janin yang berkembang di dalam bagian rahim. Kemudian ini bisa menyebabkan ukuran volume dari kantung kemih meningkat. Kondisi ini membuat beberapa struktur dalam kantung kemih berubah. Semakin banyak urin yang terus tertahan dalam bagian kantung kemih. Kondisi ini menyebabkan bakteri mudah tumbuh dan terjadilah infeksi saluran kemih pada ibu hamil.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil bisa berpengaruh pada semua sistem dalam tubuh. Ini juga bisa membuat kesehatan ibu hamil menurun dengan cepat. 

Kemudian urine pada ibu hamil sering memiliki kandungan hormon dan gula yang lebih tinggi. Hal seperti inilah yang akan menyebabkan bakteri dapat lebih mudah tumbuh dengan baik. Jika seperti ini maka tubuh ibu hamil akan mudah terserang bakteri, termasuk penyebab infeksi saluran kencing.

2. Ciri infeksi saluran kencing pada ibu hamil

medicalnewstoday.com

Bagi ibu hamil yang mengalami hal berikut ini, maka bisa saja Mama sedang terserang infeksi saluran kencing.

Ini dia ciri yang perlu diperhatikan!

  • Ibu hamil merasa sakit, dan terasa panas atau sensasi terbakar terutama saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil, namun berbeda daripada kondisi yang normal.
  • Volume air seni yang dikeluarkan akan lebih sedikit namun sering sehingga seperti tidak tuntas.
  • Ibu hamil sama sekali tidak bisa menahan ketika ingin buang air kecil.
  • Ada darah atau lendir yang ditemukan pada urin.
  • Sakit perut pada bagian bawah, kram, atau nyeri perut seperti perut melilit saat hamil.
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual. 
  • Sering merasa buang air kecil tanpa disadari.
  • Ibu hamil akan terkena demam saat hamil, menggigil, atau berkeringat.
  • Tidak bisa tidur tenang karena selalu ingin buang air kecil. 
  • Beberapa kali buang air kecil tapi dalam volume yang sangat banyak.
  • Urine berwarna lebih keruh, memiliki aroma yang sangat kuat atau berbau tidak enak.
  • Perasaan tertekan pada bagian kantung kemih, nyeri yang sangat kuat dibawah perut.
  • Sakit punggung yang sangat berat sebagai pertanda ketika bakteri telah menyebar ke bagian ginjal.
  • Mual dan muntah jika kondisi infeksi sudah semakin berat termasuk penyebaran bakteri ke ginjal dan organ lain.

3. Cara mengatasi infeksi saluran kencing pada ibu hamil

healthline.com

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun dengan rasa sakit yang ibu hamil alami ketika mengalami infeksi saluran kencing pada masa kehamilan berlangsung.

Maka dari itu, ketika Mama menemukan ciri atau gejala yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya Mama segera berkonsultasi ke dokter dan melakukan beberapa hal di bawah ini!

  • Rutin mengosongkan kantung kemih

Hal tersebut harus selalu dilakukan oleh ibu hamil yang terserang infeksi saluran kencing, terlebih jika ibu hamil masih melakukan hubungan intim secara aktif. Jika begitu, maka wajib bagi Mama untuk mengosongkan kantung kemih sebelum dan sesudah berhubungan.

  • Menggunakan pakaian dalam dengan bahan katun

Untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman pada organ intim, maka sebaiknya ibu hamil menggunakan pakaian dalam dengan bahan katun. Hindarilah pakaian dari bahan sintetis karena tidak bisa menyerap keringat dan bakteri bisa berkembang dengan cepat. 

  • Menghindari semua pemakaian parfum atau sabun pembersih kewanitaan

Alih-alih membersihkan organ intim, produk-produk tersebut justru bisa menyebabkan masalah pada organ intim sehingga infeksi bisa menjadi lebih berat.

  • Minum air putih untuk mencegah dehidrasi

Karena ibu hamil akan sering buang air kecil, maka itu juga bisa menyebabkan tubuh mama kekurangan cairan. Salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh ibu hamil adalah dengan mengonsumsi air putih.

Nah, itulah penyebab, pengobatan, dan ciri infeksi saluran kencing yang sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga.

Semoga Mama lebih waspada terhadap risiko gangguan kesehatan ini, ya.

Baca juga:

The Latest