Penyebab Gatal dan Keputihan Saat Hamil, Waspada Infeksi Jamur Vagina

Selalu jaga kebersihan area organ intim ya, Ma

11 September 2019

Penyebab Gatal Keputihan Saat Hamil, Waspada Infeksi Jamur Vagina
Pexels/Hossam M. Omar

Memasuki trimester kedua kehamilan, salah satu masalah yang kerap mengganggu para ibu hamil adalah infeksi jamur di area vagina.

Salah satu tandanya seperti muncul cairan mirip keputihan yang cukup banyak. Kadang disertai juga dengan rasa gatal yang tak kunjung hilang.

Akankah kondisi ini memengaruhi kesehatan janin? Pada dasarnya meski tidak memberikan efek negatif bagi kehamilan, namun infeksi jamur bisa membuat Mama tidak nyaman.

Nah, berikut rangkuman informasinya dari Popmama.com untuk Mama:

1. Apa itu infeksi jamur pada vagina?

1. Apa itu infeksi jamur vagina
Pexels/Min An

Sebuah kondisi dikatakan sebagai infeksi jamur ketika kadar pH di vagina tidak seimbang. Hal ini mengakibatkan jamur tumbuh lebih cepat, sehingga terjadi infeksi di area organ intim.

Namun demikian, tidak semua kondisi keputihan dan gatal di vagina bisa langsung dikatakan sebagai infeksi jamur. Diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter untuk mendiagnosisnya.

Jangan asal pula mengobati infeksi jamur pada vagina saat hamil ya, Ma. Pengobatan tepat bisa diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan Mama.

2. Apa penyebab infeksi jamur pada kehamilan?

2. Apa penyebab infeksi jamur kehamilan
Pexels/Negative Space

Saat hamil, beberapa kondisi tertentu dapat memicu terjadinya infeksi jamur terutama di area organ intim.

Salah satu penyebabnya yakni perubahan hormonal pada tubuh Mama. Termasuk jika Mama mengonsumsi pil KB atau terapi hormon lain sebelumnya.

Infeksi jamur juga berisiko muncul apabila Mama mengonsumsi antibiotik. Demikian juga jika Mama mengidap masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, yang juga bisa memicu terjadinya infeksi jamur.

3. Mengapa infeksi jamur lebih sering terjadi selama kehamilan?

3. Mengapa infeksi jamur lebih sering terjadi selama kehamilan
Pexels/Rawpixel.com

Ya, saat hamil Mama biasanya akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama di vagina.

Kondisi ini terjadi disebabkan oleh begitu banyaknya perubahan hormonal yang terjadi di tubuh Mama. Menurut American Pregnancy Association, saat hamil cairan vagina umumnya juga memiliki lebih banyak kandungan gula.

Gula merupakan salah satu pemicu munculnya jamur, sehingga pertumbuhannya pun jadi lebih cepat dan keseimbangan pH jadi terganggu.

Editors' Picks

4. Seperti apa gejala dari infeksi jamur vagina?

4. Seperti apa gejala dari infeksi jamur vagina
Pexels/Moose Photos

Perhatikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Mama sedang mengalami infeksi jamur di vagina. Dengan begitu, pengobatan dan perawatan tepat pun bisa lebih cepat dilakukan.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai di antaranya muncul cairan keputihan berwarna putih yang memiliki bau tidak sedap. Selain berwarna putih, cairan yang muncul juga bisa berwarna kecokelatan atau kekuningan.

Selain memiliki warna dan bau, cairan ini biasanya juga keluar lebih banyak dibandingkan keputihan biasa, Ma.

Perhatikan juga kondisi vagina Mama. Apabila di bagian labia minora dan labia mayoranya menjadi tampak merah, gatal dan iritasi, bisa jadi ini adalah tanda terjadinya infeksi jamur.

Ibu hamil dengan infeksi jamur di vagina biasanya juga mengeluhkan ada sensasi terbakar di organ intim saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Baca juga: 

5. Bagaimana cara mendiagnosis infeksi jamur?

5. Bagaimana cara mendiagnosis infeksi jamur
Pexels/Martin Lopez

Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Mama mengalami infeksi jamur atau tidak adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan menanyakan secara detail tentang keluhan dan gejala yang Mama alami. Jika sudah parah, sampel cairan vagina atau urine juga mungkin akan diperiksa terlebih dahulu di laboratorium, Ma.

6. Amankah pengobatan infeksi jamur dilakukan selama kehamilan?

6. Amankah pengobatan infeksi jamur dilakukan selama kehamilan
Freepik

Untuk mengatasi infeksi jamur selama masa kehamilan, obat yang diberikan biasanya hanya berupa krim atau obat luar saja, Ma. Untuk obat minum, bergantung pada kondisi kehamilan Mama dan pertimbangan dokter masing-masing.

Namun yang pasti, infeksi jamur di vagina harus benar-benar diobati. Sebab jika tidak, infeksi berisiko dapat menular ke mulut bayi Mama saat proses persalinan.

Oleh sebab itu, ikuti secara teratur terapi pengobatan yang diberikan oleh dokter agar Mama benar-benar bisa sembuh dari infeksi jamur tersebut, ya.

Baca juga: 

7. Bagaimana cara mencegah infeksi jamur pada vagina?

7. Bagaimana cara mencegah infeksi jamur vagina
Pexels/Pixabay

Ada beberapa cara ampuh yang bisa Mama lakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi jamur pada vagina.

Pertama, selalu kenakan pakaian dalam yang longgar, tidak ketat dan berbahan katun. Jangan lupa juga untuk menggantinya apabila sudah lembap.

Untuk membersihkan area vagina, pilihlah sabun yang berbahan ringan dan tidak menggunakan pewangi berlebihan alias unscented. Pastikan Mama mengeringkan dengan benar sebelum memakai pakaian dalam.

Apabila Mama rutin berenang, pastikan Mama langsung mandi dan berganti pakaian sesudahnya, ya. Jangan ditunda apalagi sampai menunggu kering sendiri.

Hindari konsumsi berlebihan gula dan asupan yang manis karena dapat memicu pertumbuhan jamur di area organ intim. Jangan lupa untuk cukup istirahat agar daya tahan tubuh untuk melawan infeksi menjadi lebih optimal.

Yuk, Ma mulai terapkan kebiasaan-kebiasaan sehat ini agar terhindari dari risiko infeksi jamur vagina. Semua demi kesehatan Mama dan juga si Kecil, kok.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;