Gatal dan Keputihan Saat Hamil? Waspada Infeksi Jamur Vagina

Jangan abaikan vagina gatal dan keputihan saat hamil ya, Ma!

17 April 2020

Gatal Keputihan Saat Hamil Waspada Infeksi Jamur Vagina
Pexels/Hossam M. Omar

Memasuki trimester kedua kehamilan, masalah yang kerap mengganggu para ibu hamil adalah infeksi jamur di area vagina.

Salah satu tandanya seperti muncul cairan mirip keputihan yang cukup banyak. Kadang disertai juga dengan rasa gatal yang tak kunjung hilang.

Akankah kondisi ini memengaruhi kesehatan janin? Pada dasarnya meski tidak memberikan efek negatif secara langsung, infeksi vagina yang tidak segera diatasi bisa mengganggu kesehatan janin.

Nah, berikut rangkuman seputar infeksi jamur pada vagina dari Popmama.com untuk Mama:

1. Apa itu infeksi jamur pada vagina?

1. Apa itu infeksi jamur vagina
Pexels/Min An

Infeksi jamur bisa terjadi saat kondisi pH di vagina tidak seimbang. Hal ini mengakibatkan jamur tumbuh lebih cepat, sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

Namun demikian, tidak semua kondisi keputihan dan gatal di vagina disebabkan oleh infeksi jamur. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk mendiagnosisnya.

Mama juga sebaiknya tidak mengobati sendiri infeksi jamur pada vagina. Pengobatan yang tepat hanya bisa dilakukan oleh dokter disesuaikan dengan kondisi kesehatan Mama.

2. Apa penyebab infeksi jamur pada kehamilan?

2. Apa penyebab infeksi jamur kehamilan
Pexels/Negative Space

Saat hamil, beberapa kondisi tertentu dapat memicu terjadinya infeksi jamur terutama di area organ intim.

Salah satu penyebabnya yakni perubahan hormonal pada tubuh Mama. Termasuk jika Mama mengonsumsi pil KB atau terapi hormon lain sebelumnya.

Infeksi jamur juga berisiko terjadi apabila Mama mengonsumsi antibiotik. Demikian juga jika Mama mengidap masalah kesehatan seperti diabetes atau gula darah tinggi.

Editors' Picks

3. Mengapa infeksi jamur lebih sering terjadi selama kehamilan?

3. Mengapa infeksi jamur lebih sering terjadi selama kehamilan
Pexels/Rawpixel.com

Ya, saat hamil Mama biasanya akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama di vagina.

Kondisi ini terjadi disebabkan oleh begitu banyaknya perubahan hormonal yang terjadi di tubuh Mama. Menurut American Pregnancy Association, saat hamil cairan vagina umumnya juga memiliki lebih banyak kandungan gula.

Gula merupakan salah satu pemicu munculnya jamur, sehingga pertumbuhannya pun jadi lebih cepat dan keseimbangan pH jadi terganggu.

4. Seperti apa gejala dari infeksi jamur vagina?

4. Seperti apa gejala dari infeksi jamur vagina
Pexels/Moose Photos

Perhatikan tanda-tanda yang infeksi jamur di vagina yang mungkin sedang Mama alami. Dengan begitu, pengobatan dan perawatan tepat pun bisa lebih cepat dilakukan.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai di antaranya muncul cairan keputihan berwarna putih yang memiliki bau tidak sedap. Selain berwarna putih, cairan yang muncul juga bisa berwarna kecokelatan atau kekuningan.

Selain memiliki warna dan bau, cairan ini biasanya juga keluar lebih banyak dibandingkan keputihan biasa, Ma.

Perhatikan juga kondisi vagina Mama. Apabila di bagian labia minora dan labia mayoranya menjadi tampak merah, gatal dan iritasi, bisa jadi ini adalah tanda terjadinya infeksi jamur.

Ibu hamil dengan infeksi jamur di vagina biasanya juga mengeluhkan ada sensasi terbakar di organ intim saat buang air kecil atau berhubungan intim.

5. Bagaimana cara mendiagnosis infeksi jamur?

5. Bagaimana cara mendiagnosis infeksi jamur
Pexels/Martin Lopez

Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Mama mengalami infeksi jamur atau tidak adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan menanyakan secara detail tentang keluhan dan gejala yang Mama alami. Jika sudah parah, sampel cairan vagina atau urine juga mungkin akan diperiksa terlebih dahulu di laboratorium, Ma.

6. Amankah pengobatan infeksi jamur dilakukan selama kehamilan?

6. Amankah pengobatan infeksi jamur dilakukan selama kehamilan
Freepik

Untuk mengatasi infeksi jamur selama masa kehamilan, obat yang diberikan biasanya hanya berupa krim atau obat luar saja, Ma. Untuk obat minum, bergantung pada kondisi kehamilan Mama dan pertimbangan dokter masing-masing.

Namun yang pasti, infeksi jamur di vagina harus benar-benar diobati. Sebab jika tidak, infeksi dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan janin.

Oleh sebab itu, ikuti secara teratur terapi pengobatan yang diberikan oleh dokter agar Mama benar-benar bisa sembuh dari infeksi jamur tersebut, ya.

7. Bagaimana cara mencegah infeksi jamur pada vagina?

7. Bagaimana cara mencegah infeksi jamur vagina
Pexels/Pixabay

Ada beberapa cara ampuh yang bisa Mama lakukan untuk meminimalisasi risiko terjadinya infeksi jamur pada vagina.

Pertama, selalu kenakan pakaian dalam yang longgar, tidak ketat, dan berbahan katun. Jangan lupa juga untuk menggantinya apabila sudah lembap.

Untuk membersihkan area vagina, memiliki pH yang seimbang, dan tidak menggunakan bahan pewangi. Pastikan Mama mengeringkan vagina dengan benar sebelum menggunakan pakaian dalam.

Apabila Mama rutin berenang, pastikan Mama langsung mandi dan berganti pakaian sesudahnya, ya. Jangan ditunda apalagi sampai menunggu kering sendiri.

Mama juga sebaiknya membatasi asupan gula karena dapat memicu pertumbuhan jamur di area organ intim. Jangan lupa untuk istirahat cukup agar daya tahan tubuh untuk melawan infeksi menjadi lebih optimal.

Yuk, Ma mulai terapkan kebiasaan-kebiasaan sehat ini agar terhindari dari risiko infeksi jamur vagina. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.