Agar tidak salah kaprah dalam menyikapi istilah generasi yang sedang populer, berikut beberapa tips yang bisa Mama terapkan.
1. Gunakan label generasi sebagai referensi, bukan patokan utama
Istilah generasi sebaiknya dipahami sebagai alat untuk melihat tren zaman secara umum, bukan sebagai standar untuk menilai kepribadian si Kecil. Setiap anak tetap memiliki pengalaman, minat, dan cara belajar yang unik.
2. Fokus pada pola asuh dan kualitas hubungan dengan anak
Perkembangan karakter si Kecil jauh lebih dipengaruhi oleh parenting di rumah serta kualitas hubungan emosional dengan orangtua. Interaksi sehari-hari, komunikasi yang hangat, dan rasa aman yang diberikan keluarga memiliki dampak besar dalam membentuk kepercayaan diri dan empati anak.
3. Ingat bahwa setiap anak berkembang dengan cara yang berbeda
Dua bayi yang lahir pada tahun yang sama belum tentu memiliki sifat, minat, atau kemampuan yang serupa saat mereka beranjak besar. Faktor seperti kepribadian bawaan, pengalaman hidup, dan dukungan lingkungan akan membentuk perjalanan tumbuh kembang yang berbeda juga.
Setelah menyimak penjelasan di atas, sekarang Mama sudah lebih paham apa bedanya Gen Beta dan Gen Sigma, kan?