Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Penyebab Bayi Lambat Duduk? Kenali 5 Penyebabnya!
Pexels/Mengliu Di
  • Kurangnya stimulasi dan kesempatan bergerak, termasuk tummy time, dapat membuat otot leher, bahu, punggung, dan tubuh bagian tengah kurang terlatih untuk menopang posisi duduk.

  • Perkembangan setiap bayi berbeda; kemampuan duduk bergantung pada kekuatan otot leher, punggung, dan tubuh bagian tengah yang masih berkembang melalui variasi gerakan.

  • Bayi prematur berpotensi membutuhkan waktu lebih lama, sementara penggunaan baby seat sebelum siap dapat mengurangi latihan gerak bebas, keseimbangan, dan penyesuaian postur alami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemampuan duduk bayi dapat berkembang lebih lambat karena kurang stimulasi, perbedaan perkembangan individu, otot belum cukup kuat, kelahiran prematur, atau penggunaan alat bantu duduk sebelum bayi siap.
  • Who?
    Bayi yang sedang belajar duduk, terutama bayi dengan kesempatan gerak dan stimulasi terbatas, bayi prematur, serta bayi yang sering menggunakan baby seat atau kursi lantai.
  • Where?
    Latihan kemampuan duduk dapat dilakukan di lantai atau ruang bermain yang aman, dengan kesempatan bayi bergerak bebas dalam berbagai posisi.
  • When?
    Keterlambatan dapat terlihat ketika bayi belum mampu duduk saat bayi lain seusianya mulai melakukannya; waktu perkembangan setiap bayi berbeda.
  • Why?
    Duduk memerlukan kekuatan otot leher, bahu, punggung, perut, pinggul, tubuh bagian tengah, koordinasi, dan keseimbangan yang masih berkembang pada sebagian bayi.
  • How?
    Stimulasi seperti tummy time dan kesempatan bergerak bebas membantu melatih otot serta keseimbangan. Bayi dapat berlatih sesuai kemampuan, beristirahat bila lelah atau rewel, tanpa dipaksakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa lambat duduk karena kurang bermain dan bergerak, otot leher dan punggungnya belum kuat, atau memang tumbuhnya beda-beda. Bayi yang lahir terlalu cepat juga mungkin butuh waktu lebih lama. Kalau sering duduk di kursi bantu, bayi jadi kurang latihan di lantai. Sekarang, bayi perlu diberi waktu bergerak dan belajar pelan-pelan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap bayi punya waktu perkembangan yang berbeda, termasuk saat mulai belajar duduk.

Jika si Kecil belum juga bisa duduk ketika bayi lain seusianya sudah mulai melakukannya, Mama mungkin akan bertanya-tanya apakah ada yang salah atau kenapa bayi lebih lambat duduknya?

Sebenarnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat kemampuan duduk bayi berkembang lebih lambat, Lantas, apa penyebab bayi lambat duduk?

Simak apa penyebab bayi lambat duduk yang telah dirangkum oleh Popmama.com berikut ini!

1. Kurangnya stimulasi

Unsplash/Hao Pan

Bayi membutuhkan stimulasi yang cukup untuk membantu mengembangkan kekuatan otot yang menunjang kemampuan duduk. Salah satu aktivitas sederhana yang bisa dilakukan adalah tummy time.

Dilansir dari The Bump, stimulasi dengan tummy time membantu melatih otot leher, bahu, punggung, dan bagian tengah tubuh yang berperan dalam menopang tubuh saat bayi mulai belajar duduk.

Kurangnya kesempatan untuk bergerak dan bermain, termasuk kurang stimulasi dapat membuat bayi lebih sedikit melatih otot yang dibutuhkan untuk duduk.

2. Perbedaan perkembangan

Unsplash/Marius Muresan

Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, termasuk dalam mencapai kemampuan duduk. Mama tidak perlu khawatir jika si Kecil belum bisa duduk pada usia yang sama dengan bayi lainnya.

Mama bisa terus memberikan kesempatan untuk berlatih duduk dengan dukungan dan stimulasi yang sesuai.

Jika bayi terlihat mulai lelah atau rewel saat berlatih, berikan waktu untuk beristirahat dan coba lagi di kesempatan berikutnya.

3. Otot belum kuat

Magnific/pch.vector

Mengutip dari Parents, kemampuan duduk membutuhkan kekuatan otot, terutama pada bagian leher, punggung, dan tubuh bagian tengah.

Ketika otot leher dan punggung belum cukup kuat, bayi mungkin masih kesulitan mempertahankan posisi tubuh saat duduk.

Mama dapat mengatasinya dengan memberikan kesempatan bergerak dalam berbagai posisi yang dapat membantu bayi melatih kemampuan motorik kasar yang nantinya mendukungnya untuk duduk.

4. Lahir prematur

Pexels/Vidal Balierlo Jr.

Melansir dari Raising Children Network, bayi yang lahir prematur memiliki kemungkinan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Hal ini dapat terjadi karena bayi prematur memiliki waktu lebih sedikit untuk mengembangkan kekuatan otot dan kontrol tubuh sebelum lahir.

Selain itu, koordinasi tubuh dan kemampuan menjaga keseimbangan juga masih berkembang setelah lahir.

Kondisi tersebut membuat bayi membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kekuatan otot tubuh bagian tengah dan mengontrol postur agar bisa duduk secara mandiri.

5. Sering menggunakan alat bantu duduk sebelum siap

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Penggunaan alat bantu duduk seperti baby seat atau kursi lantai, terutama saat bayi sebenarnya belum siap duduk, dapat mengurangi kesempatan si Kecil untuk melatih kemampuan duduk secara alami.

Bayi perlu banyak kesempatan bergerak bebas di lantai untuk melatih otot leher, punggung, perut, dan pinggul.

Saat belajar duduk, tubuh bayi juga perlu mengalami sedikit goyangan dan melakukan penyesuaian posisi sendiri agar kemampuan keseimbangannya berkembang.

Jika terlalu sering mengandalkan alat bantu, kesempatan untuk melatih gerakan tersebut bisa berkurang sehingga proses belajar duduk menjadi lebih lambat.

Itulah tentang apa penyebab bayi lambat duduk. Setelah mengetahui penyebabnya, Mama bisa memberikan stimulasi dan kesempatan bergerak yang sesuai dengan kemampuan si Kecil tanpa memaksanya untuk segera duduk.

Curated For You

Editorial Team

Related Article