Pada beberapa bulan pertama, mata bayi mulai bekerja lebih selaras meski koordinasinya belum sempurna. Tak jarang satu mata terlihat bergerak sendiri atau tampak juling, dan kondisi ini umumnya masih normal.
Di fase ini, kemampuan koordinasi mata dan tangan si Kecil juga mulai berkembang. Bayi akan tampak mengikuti gerakan benda dengan matanya lalu mencoba meraih objek tersebut.
Meski penglihatan warna belum sepenuhnya berkembang, mainan dan selimut berwarna cerah dapat membantu menstimulasi penglihatannya. Sekitar usia 8 minggu, si Kecil biasanya sudah bisa fokus melihat wajah Mama dan Papa.
Memasuki usia ini, penglihatan bayi berkembang pesat dan mulai mengenal persepsi kedalaman atau jarak. Sekitar usia lima bulan, kedua mata bayi sudah bekerja lebih selaras untuk melihat dunia secara tiga dimensi.
Koordinasi mata dan tangan yang semakin baik membuat si Kecil senang mengambil, memutar, dan mengeksplorasi benda di sekitarnya. Bayi juga mulai tertarik pada buku bergambar dengan objek yang familiar.
Saat mulai merangkak atau bergerak aktif, koordinasi mata, tangan, dan tubuhnya pun ikut terasah. Pada tahap ini, kemampuan melihat warna juga semakin jelas.
Menjelang usia satu tahun, bayi sudah mampu memperkirakan jarak dengan cukup baik. Kemampuan ini sangat membantu saat si Kecil mulai bergerak menyusuri sofa atau berpindah dari satu area ke area lain. Bayi juga mulai bisa melempar benda dengan arah yang lebih terkontrol.
Di usia ini, penglihatan si Kecil sudah jauh lebih tajam, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Ia dapat fokus pada benda yang bergerak cepat dan menikmati permainan seperti cilukba atau mencari mainan. Mama dan Papa sebaiknya terus mengenalkan nama-nama benda di sekitarnya agar perkembangan bahasa si Kecil semakin optimal.