Bayi yang mengeluarkan air liur berlebih sebenarnya cukup umum, terutama saat si Kecil sedang tumbuh gigi atau kemampuan mengontrol air liurnya masih berkembang.
Bagaimana Cara agar Bayi Tidak Mengeluarkan Air Liur Berlebih?

Air liur berlebih pada bayi umum terjadi saat tumbuh gigi atau kontrol air liur berkembang, dan dapat dibantu melalui rehabilitasi medik untuk meningkatkan fungsi menelan.
Posisi tubuh perlu dilatih agar kepala bayi tidak terlalu menunduk dengan menyangga tubuh saat duduk membantu kepala stabil sehingga air liur lebih mudah dikontrol dan ditelan.
Stimulasi oromotor lembut serta latihan makan dan minum bertahap saat MPASI membantu menguatkan koordinasi otot mulut; konsultasikan dokter anak atau terapis bila ragu.
Meski begitu, air liur yang terus keluar hingga membuat dagu dan bajunya basah tentu bisa membuat Mama khawatir akan kesehatan dan kenyamanan si Kecil.
Mama tidak perlu khawatir karena air liur berlebih dapat ditangani melalui rehabilitasi medik untuk membantu meningkatkan kemampuan si Kecil dalam mengontrol air liur dan fungsi menelan.
Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak bagaimana cara agar bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih yang telah Popmama.com rangkum dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Table of Content
1. Latih posisi tubuh bayi

Unsplash/Daniel Thomas Posisi tubuh si Kecil ternyata juga bisa berpengaruh terhadap bayi yang mengeluarkan air liur berlebih, lho, Ma.
Untuk mencegah air liur berlebih pada bayi, Mama bisa mencoba dengan melatih postur si Kecil agar kepala tidak terlalu condong ke depan atau menunduk.
Jika si Kecil belum bisa duduk sendiri, Mama bisa bantu menyangga tubuh si Kecil dengan mendudukkannya di pangkuan Mama dan menjaga agar kepalanya tetap stabil sehingga air liur lebih mudah dikontrol dan ditelan.
2. Berikan stimulasi oromotor

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Si Kecil yang mengecek berlebih juga bisa dibantu dengan stimulasi sederhana pada area mulut.
Stimulasi oromotor bertujuan melatih fungsi otot di sekitar mulut, termasuk bibir, pipi, lidah, dan rahang.
Pada bayi, stimulasi dapat dilakukan secara lembut melalui sentuhan atau pijatan ringan di sekitar pipi, bibi, dan gusi dengan jari bersih atau kain halus dingin.
Mama juga bisa menstimulasi oromotor yang dengan menirukan gerakan meniup ludah agar si Kecil dapat menirukan. Gerakan ini dapat membantu si Kecil melatih otot mulutnya.
3. Latih kemampuan makan dan menelan

Unsplash/hui sang Saat bayi sudah siap mulai MPASI, latihan makan dan minum yang tepat dapat membantu mengembangkan kemampuan menutup bibir, menggerakkan lidah, serta menelan dengan lebih baik.
Latihan yang dilakukan secara tepat dan bertahap dapat membantu mengembangkan koordinasi otot mulut serta kemampuan menelan si Kecil.
Itulah mengenai bagaimana cara agar bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih. Jika Mama masih ragu terkait hal ini, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis mengenai cara mengatasi bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih.























