Jika Mama dan Papa menemukan tanda yang mengkhawatirkan, dokter dapat memeriksa perkembangan penglihatan dan kondisi mata si Kecil. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia bayi serta keluhan yang ditemukan.
Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan.
Pemeriksaan riwayat kesehatan. Dokter menanyakan riwayat kehamilan, kelahiran, perkembangan bayi, dan riwayat gangguan mata dalam keluarga.
Pemeriksaan respons penglihatan. Dokter mengamati respons bayi terhadap cahaya, wajah, dan objek untuk menilai kemampuan melihatnya.
Tes refleks cahaya (Hirschberg test). Dokter menyinari mata bayi untuk melihat posisi pantulan cahaya dan menilai kesejajaran kedua mata.
Tes tutup mata (cover test). Dokter menutup salah satu mata secara bergantian untuk mengamati pergerakan mata lainnya dan menilai kemungkinan gangguan kesejajaran.
Pemeriksaan gerakan mata dan pupil. Dokter mengamati kemampuan mata mengikuti objek serta respons pupil terhadap cahaya.
Pemeriksaan bagian dalam mata. Jika diperlukan, dokter memberikan obat tetes untuk melebarkan pupil agar struktur mata dan kemungkinan kelainan refraksi dapat diperiksa lebih jelas.
Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan apakah perkembangan mata bayi sesuai usianya atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Beberapa ciri mata bayi normal di atas dapat menjadi panduan bagi Mama dan Papa untuk memantau perkembangan penglihatan si Kecil.
Pastikan Mama dan Papa tetap memperhatikan perubahan pada mata bayi dan segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda yang tidak biasa.