Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Tidur dengan Mata Terbuka Tidak Boleh Dibangunkan, Ini Alasannya

4 min read
Bayi Tidur dengan Mata Terbuka Tidak Boleh Dibangunkan, Ini Alasannya
Magnific
  • Bayi yang tidur dengan mata sedikit terbuka, bergerak, atau tampak gelisah bisa masih berada dalam fase active sleep, bukan benar-benar terbangun.

  • Active sleep melibatkan aktivitas neuron tinggi yang mendukung pematangan otak. Bayi baru lahir menjalani siklus tidur 50-60 menit dengan perubahan gerakan dan napas.

  • Orangtua dapat menunggu lebih dari 30 detik saat bayi menangis untuk mengamati kebutuhannya, tetapi tetap harus memenuhi jadwal menyusu 8-12 kali sehari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah melihat bayi tidur dengan mata yang sedikit terbuka, tetapi tubuhnya masih bergerak atau wajahnya tampak gelisah? Kondisi ini bisa membuat Mama mengira si Kecil sudah terbangun. Padahal, bayi mungkin masih berada dalam fase tidur aktif atau active sleep.

Pada fase ini, otak bayi tetap menunjukkan aktivitas yang tinggi. Oleh karena itu, Mama perlu mengenali tanda-tanda bayi yang masih tidur agar tidak keliru membedakannya dengan kondisi saat ia benar-benar terbangun.

Lantas, mengapa bayi tidur dengan mata terbuka tidak boleh dibangunkan? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama.

  1. Bayi Tidur dengan Mata Terbuka Bisa Sedang Mengalami Active Sleep

    Bayi tidur dengan mata terbuka tak boleh dibangunkan, ini alasannya.
    Magnific

    Saat melihat mata si Kecil terbuka ketika tidur, Mama tidak perlu langsung membangunkannya. Kondisi ini bisa terjadi karena bayi sedang berada dalam fase active sleep, yaitu fase tidur aktif yang merupakan bentuk tidur REM (rapid-eye movement) yang belum matang.

    Pada fase ini, aktivitas otak bayi berada pada tingkat tinggi. Matanya dapat bergerak bolak-balik di balik kelopak mata, napasnya menjadi tidak teratur, dan detak jantungnya meningkat. Bayi juga bisa tampak gelisah atau menggerakkan tubuhnya meskipun masih tertidur.

    Berbeda dengan orang dewasa yang tubuhnya hampir tidak bergerak selama tidur REM karena mengalami atonia otot, bayi masih bisa menunjukkan berbagai gerakan ketika berada dalam fase ini.

    Oleh karena itu, gerakan tubuh atau mata yang terbuka tidak selalu berarti bayi sudah bangun. Membiarkannya melanjutkan tidur tanpa gangguan yang tidak diperlukan membantu menjaga waktu istirahatnya.

  2. Active Sleep Berperan dalam Pematangan Otak Bayi

    Bayi tidur dengan mata terbuka tak boleh dibangunkan, ini alasannya.
    Magnific

    Fase active sleep bukan sekadar bagian dari siklus tidur bayi, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otaknya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), fase ini melibatkan banyak aktivasi neuron yang menjadi sumber utama bagi pematangan otak bayi.

    Pada masa awal kehidupan, pengalaman bayi saat terjaga masih sangat terbatas. Oleh karena itu, tidur menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan otaknya.

    Kurang tidur pada masa awal kehidupan juga disebut dapat berdampak pada plastisitas otak hingga bayi tumbuh dewasa. Plastisitas otak merupakan kemampuan otak untuk berubah dan membentuk koneksi sebagai bagian dari proses perkembangan dan pembelajaran.

    Itulah sebabnya, Mama perlu memahami pola tidur bayi dan tidak terburu-buru membangunkannya hanya karena ia terlihat bergerak atau membuka mata saat tidur.

  3. Kenali Siklus Tidur Bayi Baru Lahir

    Bayi tidur dengan mata terbuka tak boleh dibangunkan, ini alasannya.
    Magnific

    Untuk memahami pola tidur si Kecil, Mama juga perlu mengetahui bahwa bayi baru lahir memiliki siklus tidur yang relatif singkat.

    Satu siklus tidur bayi baru lahir berkisar antara 50-60 menit. Dalam satu siklus tersebut, bayi menghabiskan sekitar 25 menit dalam fase active sleep, 20 menit dalam fase quiet sleep atau tidur tenang, dan 10 menit dalam fase transisi.

    Pada fase tidur tenang, bayi cenderung tidak banyak bergerak. Sementara itu, ketika memasuki fase tidur aktif, bayi bisa terlihat lebih gelisah, menunjukkan gerakan mata, atau mengalami perubahan pola pernapasan.

    Perbedaan tersebut membuat bayi terkadang terlihat seperti sudah bangun, padahal masih berada dalam siklus tidurnya. Dengan mengenali tahapan ini, Mama bisa lebih memahami perubahan perilaku si Kecil selama tidur.

  4. Perhatikan Tanda Bayi Benar-Benar Terbangun

    Bayi tidur dengan mata terbuka tak boleh dibangunkan, ini alasannya.
    Magnific

    Membedakan bayi yang masih berada dalam fase active sleep dengan bayi yang sudah terbangun memang tidak selalu mudah. Salah satu tanda yang bisa diperhatikan adalah ketika mata bayi terbuka lebar selama sekitar 20-30 detik.

    Mama juga mungkin mendengar si Kecil menangis di tengah tidurnya. Namun, tangisan tersebut tidak selalu berarti ia membutuhkan intervensi segera.

    Menurut para ahli, Mama bisa menunggu lebih dari 30 detik sebelum memberikan respons ketika bayi menangis di tengah tidur. Jika lingkungan tetap tenang dan hening, bayi yang sudah terbangun pun masih memiliki kemungkinan untuk tertidur kembali.

    Dengan memberikan jeda sejenak, Mama bisa mengamati apakah si Kecil benar-benar membutuhkan bantuan atau masih bisa melanjutkan tidurnya.

  5. Jangan Abaikan Waktu Menyusu Bayi Baru Lahir

    Bayi tidur dengan mata terbuka tak boleh dibangunkan, ini alasannya.
    Magnific

    Meski bayi sebaiknya tidak langsung dibangunkan saat berada dalam fase active sleep, Mama tetap perlu memperhatikan jadwal menyusunya, terutama pada masa bayi baru lahir.

    Bayi umumnya perlu menyusu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam. Pada periode ini, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pemulihan berat badan lahir menjadi hal yang perlu diprioritaskan.

    Jadi, jangan sampai Mama menganggap si Kecil masih berada dalam fase tidur aktif, lalu membiarkannya tidur terlalu lama hingga melewatkan waktu menyusu.

    Jika sudah waktunya menyusu dan bayi perlu dibangunkan, Mama bisa melakukannya dengan lembut, misalnya dengan mengusap telapak tangan atau kakinya agar ia terbangun secara perlahan.

    Nah, itu dia alasan kenapa bayi tidur dengan mata terbuka tidak boleh dibangunkan. Kenali dulu tanda-tandanya agar Mama tidak keliru membedakan si Kecil yang masih tidur dengan yang sudah benar-benar terbangun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More