Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bayi Kurus tapi Perutnya Buncit, Apakah Kondisi Ini Normal?
Pexels
  • Perut buncit pada bayi umumnya normal karena otot perut belum matang, posisi diafragma tinggi, dan ukuran hati yang relatif besar terhadap tubuh.
  • Namun, kondisi ini bisa menandakan masalah kesehatan seperti malnutrisi, penyakit celiac, sembelit, cacingan, giardiasis, atau asites bila disertai gejala tertentu.
  • Orangtua perlu membawa bayi ke dokter jika perut tampak keras, bayi sulit buang air besar, muntah, demam, atau tampak kesakitan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini sudah ditinjau oleh dokter dr. Viany, Sp.A.

Semua orangtua pasti menginginkan bayinya tumbuh dengan sehat. Namun pernahkah Mama memperhatikan si Kecil bertubuh kurus tapi perutnya buncit?

Pada umumnya, bayi memiliki perut buncit selama beberapa bulan pertama setelah lahir. Meski normal, perut buncit pada bayi juga bisa menjadi tanda-tanda gangguan kesehatan.

Pada ulasan berikut ini, Popmama.com akan membahas tentang penyebab bayi kurus tapi perutnya buncit. Semoga bisa membantu, ya, Ma.

Bayi Kurus tapi Perutnya Buncit, Apakah Kondisi Ini Normal?

Pexels/Photo by Natalie Bond

Perut bayi yang besar dan buncit biasanya normal, disebabkan oleh otot perut yang belum matang, diafragma yang posisinya tinggi, dan hati yang besar relatif terhadap ukuran tubuhnya. Otot-otot mereka tidak dapat menahan isi perut dengan rapat, sehingga menyebabkan tampilan "perut kodok" yang akan hilang seiring pertumbuhan dan saat mereka mulai berjalan.

Pada usia 1–4 bulan, perut bayi buncit merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Berikut beberapa penyebab umum mengapa perut bayi buncit:

  • Anatomi normal: Bayi memiliki otot perut yang belum berkembang dan rongga perut yang kecil, sehingga perut menonjol.

  • Bentuk tulang punggung yang belum sempurna: Bayi dan anak-anak belum memiliki kekuatan otot dan struktur tulang yang sempurna, sehingga belum bisa lurus dan cenderung melengkung. Akibatnya, perut anak akan terlihat bulat dan buncit.

  • Setelah makan: Perut bayi sering terlihat lebih besar segera setelah makan, yang merupakan hal normal.

  • Gas dan sembelit: Udara yang tertelan atau masalah pencernaan (gas) sering menyebabkan perut terasa keras atau kembung.

  • Organ besar: Bayi memiliki hati dan ginjal yang proporsional lebih besar, yang menyebabkan perut menonjol.

  • Otot belum sempurna: Otot perut bayi belum berkembang sempurna dan dinding perut masih tipis, sehingga tidak dapat menahan organ dalam dengan kuat.

Kapan Perut Buncit Menjadi Gejala Masalah Kesehatan pada Bayi?

Pexels/Foden Nguyen

Meski normal, perut buncit juga bisa menjadi salah satu gejala masalah kesehatan pada bayi.

Perut buncit pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Malnutrisi: Busung lapar merupakan jenis malnutrisi yang bisa menimbulkan perut buncit pada anak padahal memiliki tubuh yang kurus.

  • Penyakit Celiac: Penyakit celiac merupakan kondisi yang bisa disebabkan oleh intoleransi gluten atau alergi. Salah satu gejalanya adalah perut buncit.

  • Sembelit: Sembelit pada bayi dapat menyebabkan perut terlihat membesar dan buncit akibat tinja memenuhi perut.

  • Cacingan: Cacingan bisa menimbulkan gejala berupa perut buncit atau nyeri padahal badan anak tidak gemuk.

  • Giardiasis: Merupakan penyakit yang menyerang usus dan disebabkan oleh parasit Giardia dan sangat menular. Penyakit ini bisa menyebabkan perut membesar dan terlihat buncit akibat gas yang dihasilkan infeksi.

  • Asites: Merupakan kondisi ketika ada penumpukan cairan serosa di dalam rongga peritoneum di perut. Bila kondisinya parah, asites pada bayi dan anak bisa menyebabkan perut terlihat buncit, sakit perut, dan kesulitan bernapas atau menelan.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Pexels

Perut bayi buncit masih dikatakan normal jika hanya terjadi sementara waktu dan tidak disertai gejala-gejala lain.

Jika perut bayi membesar disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan, jangan tunda untuk mengambil tindaka. Mama harus segera membawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Mama juga harus membawa bayi ke dokter jika perut buncit disertai dengan gejala berikut ini:

  • Perut terasa keras atau kencang di antara waktu menyusui.

  • Bayi belum buang air besar selama 1-2 hari.

  • Bayi muntah, demam, atau tampak kesakitan.

Untuk meredakan ketidaknyamanan akibat gas, Mama dapat mencoba posisi tengkurap, pijatan perut yang lembut, atau gerakan "bersepeda" dengan kakinya.

Sekarang Mama sudah mengetahui penyebab bayi kurus tapi perutnya buncit. Meski kondisi ini normal, Mama juga harus memperhatikan gejala-gejala yang menyertainya. Semoga si Kecil selalu sehat, Ma!

Editorial Team