Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cerita Haru Ibu Hamil Harus Melahirkan di Usia 24 Minggu Kehamilan
Tiktok.com/@ghinaroesman

  • Ghinaroesman mengalami kehamilan penuh risiko sejak trimester awal, termasuk flek berkepanjangan, plasenta previa, dan hematoma yang memaksanya menjalani bedrest total di rumah sakit.
  • Kondisi kritis membuat dokter harus melakukan operasi caesar darurat pada usia kehamilan 24 minggu, melibatkan 22 tenaga medis untuk menyelamatkan ibu dan bayi dengan berat hanya 750 gram.
  • Bayi prematur itu menjalani perawatan intensif di NICU serta beberapa operasi besar sebelum akhirnya diperbolehkan pulang bersama ibunya pada Januari 2026 setelah delapan bulan perjuangan panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melahirkan di usia kehamilan 24 minggu atau sekitar 6 bulan termasuk dalam kategori extremely preterm. Pada usia ini, bayi lahir jauh lebih awal dari waktu yang seharusnya dengan ukuran tubuh yang sangat kecil serta berat badan rendah, sehingga membutuhkan penanganan medis.

Bayi yang lahir pada usia ini harus menjalani perawatan intensif di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) sampai kondisinya stabil dan cukup kuat untuk bertahan di luar inkubator. Masa perawatan ini menjadi fase yang sangat menentukan bagi kelangsungan hidup sekaligus proses tumbuh kembangnya.

Salah satu kisah datang dari akun TikTok @ghinaroesman, yang memiliki lebih dari 40 ribu pengikut. Ghinaroesman membagikan pengalaman melahirkan prematur di usia kehamilan 24 minggu melalui unggahannya pada (29/1/1016).

Pengalaman Ghinaroesman pun mendapat banyak respons dari publik yang terharu melihat perjuangannya. Berikut Popmama.com rangkum cerita haru ibu hamil harus melahirkan di usia 24 minggu kehamilan.

1. Gejala pada kehamilan trimester pertama dan kedua

Tiktok.com/@ghinaroesman

Ghinaroesman menceritakan bahwa perjalanan kehamilannya sudah penuh tantangan sejak trimester pertama. Ia mengalami flek yang terjadi terus-menerus. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa flak tersebut disebabkan oleh adanya polip.

Kondisi semakin mengkhawatirkan saat usia kehamilan memasuki 8 minggu, karena diketahui jalan lahirnya sudah mulai terbuka. Demi menjaga keselamatan janin, Ghinaroesman pun harus menjalani bedrest total dan membatasi aktivitas sepenuhnya.

Memasuki trimester kedua, ia sempat merasa lega karena polip dinyatakan hilang dan jalan lahir kembali menutup. Namun, situasi kembali berubah ketika tiba-tiba terjadi pendarahan hebat yang menyerupai menstruasi dan disertai gumpalan darah besar.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, dokter mendiagnosis adanya plasenta previa dan hematoma. Karena kondisi tersebut cukup serius, Ghinaroesman harus menjalani rawat inap untuk mendapatkan pengawasan medis secara intensif.

2. Harus menjalani perawatan ketat selama kehamilan

Tiktok.com/@ghinaroesman

Ghinaroesman melanjutkan bahwa perjuangannya semakin berat saat harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Karena kondisi medis yang cukup kritis, aturan bedrest diberlakukan dengan sangat ketat. Bahkan saat pemeriksaan dokter, ia tetap harus berada di atas tempat tidur dan diantar oleh petugas medis.

Ia sama sekali tidak diperbolehkan turun dari kasur, termasuk untuk ke kamar mandi. Selama masa perawatan, semua aktivitas dilakukan di atas tempat tidur, termasuk buang air besar yang harus dilakukan dalam posisi telentang.

Setelah menjalani dua bulan penuh hanya dengan berbaring, akhirnya ada sedikit kabar baik. Ghinaroesman diperbolehkan mandi, meski masih harus dilakukan dalam posisi duduk.

3. Harus segera operasi caesar demi keselamatan bayi

Tiktok.com/@ghinaroesman

Setelah berjuang selama dua setengah bulan menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi Ghinaroesman belum juga stabil. Pendarahan yang dialaminya tak kunjung berhenti, bahkan gumpalan darah yang keluar semakin besar.  

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika muncul infeksi yang membuat dokter cemas terhadap keselamatan bayi. Akhirnya diputuskan bahwa persalinan harus segera dilakukan. Karena rumah sakit sebelumnya hanya melayani persalinan mulai usia kehamilan 25 minggu, sementara usia kandungannya masih 24 minggu, Ghinaroesman pun segera dirujuk ke rumah sakit pusat.

Lima hari setelah dirawat di rumah sakit pusat, infeksi yang dialaminya justru semakin parah. Pada tengah malam, ia menerima suntikan yang menimbulkan efek samping berupa demam tinggi dan menggigil hebat. Meski dokter memperkirakan demam akan mereda dalam waktu singkat, kondisinya tak kunjung membaik hingga pagi hari.

Ghinaroesman bahkan sempat berada dalam kondisi setengah sadar dan sulit diajak berkomunikasi. Melihat keadaan yang semakin darurat, dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi caesar.

4. Melahirkan di usia 24 minggu kehamilan

Tiktok.com/@ghinaroesman

Sebanyak 22 tenaga medis dan dokter bersiap menangani prosedur darurat tersebut. Ketika operasi dimulai dan dokter membuka bagian perut, ditemukan kondisi yang mengejutkan, plasenta ternyata sudah terlepas sepenuhnya dari rahim. Situasi ini membuat tindakan penyelamatan harus dilakukan dengan sangat cepat.

Di tengah kondisi kritis itu, sang bayi akhirnya lahir dengan berat hanya 750 gram. Ukurannya sangat kecil, bahkan panjang tubuhnya hanya sepanjang satu jengkal orang dewasa. Tangan mungilnya pun tidak lebih besar dari jari orang dewasa.

5. Kondisi kesehatan bayi setelah dilahirkan

Tiktok.com/@ghinaroesman

Setelah melalui operasi darurat yang menegangkan, momen pertama bertemu sang bayi menjadi saat yang paling haru sekaligus mendebarkan. Ghinaroesman akhirnya bisa melakukan skin to skin dengan bayinya, meski prosesnya tidak mudah. Karena ukuran bayi yang sangat kecil dan masih bergantung pada berbagai alat medis, pemindahan dari inkubator ke pelukan ibu harus dilakukan dengan melibatkan banyak tenaga medis.

Saat memasuki usia 25 minggu, kondisinya kembali diuji setelah didiagnosis mengalami NEC (Necrotizing Enterocolitis) dan sepsis. Penyakit ini menyerang sistem pencernaannya yang masih sangat rentan, sehingga ia harus menjalani operasi kembali. Akibat kondisi tersebut, bayi mungil itu kini menggunakan kantong kolostomi.

6. Bayi harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan

Tiktok.com/@ghinaroesman

Ghinaroesman belum bisa benar-benar beristirahat setelah menjalani operasi caesar. Setiap hari ia harus kembali ke rumah sakit untuk mengantarkan ASI hasil pumping serta menjalani sesi skin to skin dengan bayinya yang masih dirawat di ruang NICU.

Di sisi lain, sang bayi menjalani pengambilan darah setiap hari dan pemeriksaan organ tubuh secara menyeluruh setiap minggu untuk memantau perkembangannya. Bayi mungil itu bahkan telah melewati tiga operasi besar sejak dilahirkan.

7. Dipulangkan pada Januari 2026 

Tiktok.com/@ghinaroesman

Setelah pertama kali dirawat sejak Mei 2025 dan melewati berbagai fase kritis, ibu dan bayi tersebut akhirnya resmi diperbolehkan pulang pada Januari 2026. Ghinaroesman membagikan pengalaman ini dengan caption menyentuh.

“Ukuran kecil, besar diperjuangkan,” tulisnya.

Itu tadi cerita haru ibu hamil yang harus melahirkan di usia 24 minggu kehamilan. Kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk banyak ibu hamil di luar sana. Dan perjuangan Mama Ghina sungguh luar biasa, dan kisahnya menyentuh sekali.

Selamat menjadi ibu, dan tetap semangat untuk Mama Ghina. Semoga bayinya sehat dan tumbuh bahagia, dikelilingi banyak cinta dan kasih sayang.

Editorial Team