Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Unsplash/Towfiqu barbhuiya
Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Intinya sih...

  • Obat sirup yang rusak memiliki ciri-ciri seperti warnanya berubah, muncul jamur atau partikel, serta ada aroma yang tidak biasa.

  • Obat rusak atau kedaluwarsa mungkin tidak lagi efektif dan dapat meningkatkan risiko komplikasi jika dikonsumsi untuk kondisi kesehatan yang serius.

  • Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanan agar tidak cepat rusak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sirup merupakan salah satu bentuk obat yang paling sering diberikan ke bayi. Obat sirup lebih mudah untuk ditelan jika dibandingkan dengan tablet.

Tidak seperti tablet yang dibungkus tiap butirnya, obat sirup selalu dibuka tutup saat dibutuhkan. Ini mungkin membuat sirup lebih berisiko terkontaminasi bila dibandingkan dengan tablet atau pil. Selain itu, penyimpanan yang kurang tepat pun bisa menyebabkan obat sirup rusak.

Karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja ciri-ciri obat sirup yang tidak layak untuk dikonsumsi. Mengonsumsi obat yang sudah rusak berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Apa saja ciri-ciri obat sirup yang sudah tidak layak dikonsumsi? Informasinya sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini khusus untuk Mama.

Ciri-Ciri Obat Sirup yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Pexels/cottonbro studio

Berikut beberapa ciri obat sirup yang sudah tidak layak konsumsi:

  • Perubahan penampilan atau warna: Cairan mungkin menjadi keruh, muncul bintik-bintik gelap, pusaran yang tidak biasa, atau berubah warna dari keadaan aslinya (Misalnya, sirup bening menjadi keruh).

  • Muncul jamur atau partikel: Pertumbuhan jamur yang terlihat di permukaan atau di dalam botol merupakan indikator jelas kontaminasi. Mama mungkin juga melihat partikel atau endapan mengambang di bagian bawah yang awalnya tidak ada.

  • Bau atau aroma yang tidak biasa: Bau asam, fermentasi, atau "aneh" yang berbeda dari aroma aslinya menunjukkan kerusakan.

  • Perubahan tekstur atau konsistensi: Sirup mungkin menjadi sangat kental, menggumpal, atau terlalu encer. Kristalisasi (untuk jenis sirup tertentu) juga dapat menjadi tanda degradasi.

Risiko Mengonsumsi Obat yang Sudah Rusak atau Kedaluwarsa

Pexels/CDC

Bila si Kecil tidak sengaja mengonsumsi obat yang sudah rusak atau tidak layak, berikut beberapa risiko yang mungkin timbul:

  • Mungkin kurang efektif

Semua obat akan rusak seiring waktu, dan proses ini dapat menyebabkan perubahan susunan kimianya. Ini berarti obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa mungkin tidak lagi efektif.

Jika si Kecil perlu mengonsumsi obat untuk kondisi kesehatan yang serius, mengonsumsi obat kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk gejala.

Akibat kerusakan fisik obat, bayi mungkin tidak menerima dosis yang tepat, yang berarti efektivitas obat akan semakin berkurang.

  • Mungkin terkontaminasi

Beberapa obat mungkin berisiko mengalami pertumbuhan bakteri setelah kedaluwarsa. Jika bakteri telah tumbuh, obat tersebut dapat berbahaya untuk dikonsumsi. Risiko kontaminasi meningkat jika obat tidak disimpan dengan benar.

Ini termasuk obat dalam bentuk cair, seperti sirup obat batuk dan obat tetes mata.

Mengonsumsi obat yang terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan. Jika bayi tidak sengaja mengonsumsi obat yang terkontaminasi, Mama harus segera mencari pertolongan medis.

  • Dapat menyebabkan efek samping yang tidak terduga

Beberapa obat dapat menjadi beracun dan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsa. Mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko infeksi serius atau memperburuk gejala kondisi kesehatan yang mungkin dialami bayi.

Karena data yang tersedia tentang stabilitas obat setelah tanggal kedaluwarsa terbatas, efek sampingnya biasanya tidak diketahui. Ada kemungkinan bahwa mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan penyakit serius.

Jika Mama menyadari bayi mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa, hentikan penggunaannya dan segera berkonsultasi dengan dokter. Jika bayi mengonsumsi obat untuk kondisi kesehatan tertentu, dokter dapat memberi Mama saran tentang langkah selanjutnya, seperti kapan harus mengonsumsi dosis berikutnya.

Jika bayi mengalami efek samping yang mengkhawatirkan, seperti reaksi alergi, atau jika gejala memburuk, Mama harus segera mencari pertolongan medis.

Bagaimana Cara Menyimpan Obat yang Tepat?

Pexels/cottonbro

Berhati-hatilah dalam menyimpan obat seperti halnya saat memberikan dosis yang tepat. Bacalah petunjuk penggunaan obat. Beberapa obat perlu didinginkan, tetapi sebagian besar harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.

Lemari obat di kamar mandi bukanlah pilihan yang baik untuk menyimpan sebagian besar obat karena kelembapan dan uap air dari bak mandi atau pancuran. Sebaliknya, simpan obat dalam wadah aslinya di tempat yang kering dan terkunci yang tidak dapat dijangkau anak-anak. Lemari dapur di atas meja adalah tempat yang bagus jika jauh dari kompor, wastafel, dan peralatan panas.

Tutup botol yang tahan anak-anak bisa sulit dibuka bahkan oleh orang dewasa. Tetapi lindungi anak-anak dengan mengunci dan menutup kembali botol dengan benar. Anak-anak terkadang dapat membuka tutupnya, jadi penting untuk mengunci semua obat.

Mama sudah mengetahui ciri-ciri obat sirup yang sudah tidak layak konsumsi. Mengonsumsi obat yang rusak atau kedaluwarsa bisa meningkatkan berbagai risiko kesehatan, Ma.

Semoga informasi di atas bisa membantu Mama dalam merawat si Kecil!

Editorial Team