Bila si Kecil tidak sengaja mengonsumsi obat yang sudah rusak atau tidak layak, berikut beberapa risiko yang mungkin timbul:
Semua obat akan rusak seiring waktu, dan proses ini dapat menyebabkan perubahan susunan kimianya. Ini berarti obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa mungkin tidak lagi efektif.
Jika si Kecil perlu mengonsumsi obat untuk kondisi kesehatan yang serius, mengonsumsi obat kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk gejala.
Akibat kerusakan fisik obat, bayi mungkin tidak menerima dosis yang tepat, yang berarti efektivitas obat akan semakin berkurang.
Beberapa obat mungkin berisiko mengalami pertumbuhan bakteri setelah kedaluwarsa. Jika bakteri telah tumbuh, obat tersebut dapat berbahaya untuk dikonsumsi. Risiko kontaminasi meningkat jika obat tidak disimpan dengan benar.
Ini termasuk obat dalam bentuk cair, seperti sirup obat batuk dan obat tetes mata.
Mengonsumsi obat yang terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan. Jika bayi tidak sengaja mengonsumsi obat yang terkontaminasi, Mama harus segera mencari pertolongan medis.
Beberapa obat dapat menjadi beracun dan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsa. Mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko infeksi serius atau memperburuk gejala kondisi kesehatan yang mungkin dialami bayi.
Karena data yang tersedia tentang stabilitas obat setelah tanggal kedaluwarsa terbatas, efek sampingnya biasanya tidak diketahui. Ada kemungkinan bahwa mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan penyakit serius.
Jika Mama menyadari bayi mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa, hentikan penggunaannya dan segera berkonsultasi dengan dokter. Jika bayi mengonsumsi obat untuk kondisi kesehatan tertentu, dokter dapat memberi Mama saran tentang langkah selanjutnya, seperti kapan harus mengonsumsi dosis berikutnya.
Jika bayi mengalami efek samping yang mengkhawatirkan, seperti reaksi alergi, atau jika gejala memburuk, Mama harus segera mencari pertolongan medis.