7 Cara Merawat Kulit Bayi agar Tidak Mudah Iritasi

Yuk, cari tahu cara merawat kulit bayi agar tidak mudah iritasi

8 November 2021

7 Cara Merawat Kulit Bayi agar Tidak Mudah Iritasi
Pexels/Pixabay

Kulit bayi masih sangat sensitif dan tipis. Tipisnya mencapai 30 persen jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Kulitnya yang tipis dapat membuat bayi rentan mengalami kekeringan dan iritasi.

Untuk itu, diperlukan cara merawat kulit bayi dengan benar. Dengan perawatan yang tepat, kesehatan kulit bayi tetap terjaga dan bebas dari iritasi.

Di bawah ini Popmama.com rangkum cara merawat kulit bayi dengan benar agar tidak mudah iritasi. Yuk disimak, Ma!


 

1. Menggunakan losion pada kulit bayi

1. Menggunakan losion kulit bayi
Pexels/Kelvin octa

Kandungan air yang tak begitu banyak disertai dengan kulit yang tipis membuat kulit bayi sering terjadi penguapan air. 

Dermatologist, dr. Arini Widodo, Sp.KK, dalam virtual launching 'Johnson's Baby Skin 101 for our Milk+Rice Upgrade Launch' pada tanggal 2 November 2021 mengatakan, hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan losion agar kulit bayi tetap lembab.

Produk losion yang dipilih juga harus berkualitas. Fungsi losion sendiri diberikan untuk bisa mengunci kelembaban pada kulit bayi yang didominasi oleh kandungan air.

Arini juga menambahkan bahwa air dan minyak adalah dua komponen yang sangat penting dalam menjaga kelembapan kulit bayi. 

"Ingat, yang berperan dalam kelembaban kulit itu ada dua, air dan minyak yang merupakan lemak pada kulit, jadi kita harus memberikan keduanya," ucap dr. Arini.  

2. Menggunakan sabun bayi

2. Menggunakan sabun bayi
Pexels/Anna Shvets

Selain memberikan losion, bayi juga membutuhkan sabun formula khusus yang dirancang untuk kulit bayi.

Tidak direkomendasikan menggunakan sabun antiseptik pada bayi ya, Ma. Kenapa? Hal ini dikarenakan sebenarnya kulit dewasa atau kulit bayi memiliki bakteri-bakteri baik yang dinamakan dengan flora kulit normal. 

Untuk sabun yang aman, sebaikanya gunakan sabun yang sudah memiliki sertifikat atau terdaftar di BPOM di Indonesia maupun luar, atau yang sudah memiliki FDA (Food and Drugs Administration).

Editors' Picks

3. Tidak membiarkan bayi berendam lebih dari 5 menit

3. Tidak membiarkan bayi berendam lebih dari 5 menit
Pexels/Georgia Maciel

Sebaiknya tidak membiarkan bayi berendam di air selama lebih dari 5 menit. Berendam terlalu lama berisiko membuat kulit bayi iritasi.

Mama juga sebaiknya tidak memandikan si Kecil terlalu sering. Terlalu sering mandi dapat menghilangkan kadar minyak alami pada tubuhnya. Minyak alami tersebut dibutuhkan oleh bayi untuk menjaga kulitnya agar tidak mudah kering.

4. Kurangi penggunaan air hangat saat mandi 

4. Kurangi penggunaan air hangat saat mandi 
Pexels/Pixabay

Mama mungkin senang memandikan si Kecil menggunakan air hangat agar ia tidak kedinginan. Namun hal ini juga perlu menjadi perhatian bagi Mama.

Seiring bertambahnya usia, Mama sebenarnya dapat mulai membiasakan si Kecil untuk mandi dengan air dingin. Penggunaan air hangat berlebih juga bisa membuat kehilangan minyak alami kulit bayi yang bisa membuat kulitnya kering.

5. Menggunakan handuk yang lembut saat mengeringkan tubuh

5. Menggunakan handuk lembut saat mengeringkan tubuh
Pexels/Designecologist

Setelah mandi, keringkan tubuh si kecil dengan handuk yang lembut, Ma. Tidak disarankan mengeringkan kulit bayi dengan cara menggosok-gosoknya dengan kencang, tetapi cukup dengan cara menepuk-nepuk kulitnya.

"Misalnya handuknya ditepuk-tepuk pelan saja jangan sampai digosok-gosok," kata dr. Arini. 

dr Arini juga menyarakankan, jika kulit bayi yang baru selesai mandi agar dibiarkan sedikit lembab saat dikeringkan menggunakan handuk. Kemudian disusul dengan menggunakan losion yang berfungsi melembabkan tubuhnya setelah mandi. 
 

6. Rutin mengganti popok pada si Kecil

6. Rutin mengganti popok si Kecil
Instagram/Hayleyandmax

Kulit bayi juga bisa iritasi jika Mama terlalu lama menggantik popok si Kecil. Untuk itu Mama harus rutin mengecek popok yang digunakan oleh si Kecil.

Jika sudah basah atau kotor, maka segera diganti supaya tidak terjadi iritasi pada kulit bayi. Untuk melindungi kulit si Kecil dari ruam popok, Mama bisa memberikan losion khusus pada area bokong si Kecil saat menggantikan popoknya.

7. Hindari faktor eksternal yang dapat merusak kulit bayi

7. Hindari faktor eksternal dapat merusak kulit bayi
Pexelz/Daniel Reche

Mama juga perlu memperhatikan faktor eksternal lainnya dalam merawat kulit bayi. Misalnya dengan memastikan si Kecil tidak dehidrasi. Untuk mengetahui si Kecil dehidrasi atau tidak, Mama dapat mengecek dari warna urinenya. 

Jika urine berwarna kuning pekat, itu artinya si Kecil mengalami dehidrasi. Selain itu, Mama juga perlu memperhatikan faktor lainnya seperti cuaca dan kelembapan, atau apakah di rumah menggunakan AC atau kipas angin, seba kulit bayi juga bisa mengalami kekeringan jika terpapar udara dingin yang terlalu lama. 

Itulah beberapa cara merawat kulit bayi yang bisa Mama lakukan untuk menjaga kelembapan bayi agar tidak mudah iritasi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.