Tummy time sangat penting untuk bayi. Salah satunya adalah memperkuat otot leher, bahu, dan punggung bayi, mencegah kepala peyang (flat head syndrome) dan leher kaku (tortikolis), serta melatih keterampilan motorik kasar seperti berguling, merangkak, dan duduk. Pada akhirnya, tummy time ini akan mendukung perkembangan tonggak pertumbuhan lainnya, Ma.
Nah, sebagian orangtua mungkin membayangkan jika bayi akan sangat tersiksa saat tummy time. Misalnya ia akan sulit bernapas.
Namun, salah satu hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi yang berusia 3 bulan adalah tidak memberikan waktu untuk tummy time. Padahal, tummy time merupakan proses yang perlu dilalui bayi agar ia bisa duduk dan berjalan, Ma.
Itu daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi 3 bulan. Bayi membutuhkan bantuan orangtua untuk tumbuh dan berkembang. Namun selain itu, orangtua juga perlu memahami bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh orangtua pada bayinya.
Semoga informasi ini bisa membantu orangtua dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil, ya.
Bayi 3 bulan normalnya sudah bisa apa saja? | Bayi 3 bulan sudah bisa banyak hal, seperti mengangkat kepala dan dada saat tengkurap, meraih dan menggenggam benda, mulai mengoceh ("ooo/ahh"), tersenyum sebagai respons sosial, meniru ekspresi, mengenali wajah orang tua, menoleh ke sumber suara, serta aktif menggerakkan tangan dan kaki, menandakan perkembangan motorik dan komunikasi yang makin pesat. |
Bayi 3 bulan apakah boleh duduk? | Bayi 3 bulan boleh didudukkan dengan bantuan penuh (misalnya di pangkuan atau dengan bantal penyangga), tetapi otot leher, punggung, dan pinggulnya belum cukup kuat untuk duduk mandiri, sehingga jangan dipaksa atau didudukkan terlalu lama karena bisa menghambat perkembangan motorik alami seperti tengkurap atau merangkak. |
Bayi 3 bulan apakah boleh diajak keluar? | Bayi usia 3 bulan bisa saja anda bawa berpergian jauh. Tidak ada larangan khusus yang melarang membawa bayi 3 bulan berpergian. |