Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jenis Gerakan Olahraga untuk Bayi Sesuai Usianya
Pexels/Rahul Genie
  • Aktivitas ringan sesuai usia mendukung motorik bayi, dimulai tummy time sejak 3–4 minggu untuk melatih otot leher, bahu, punggung, serta fondasi duduk dan merangkak.

  • Tahap berguling, duduk, menggenggam, merangkak, dan berdiri berkembang bertahap; permainan sederhana, mainan aman, serta area bebas benda berbahaya membantu latihan koordinasi dan keseimbangan.

  • Bayi dapat mulai berjalan pada usia 9–18 bulan dengan pendampingan; hindari baby walker, gunakan permukaan aman, dan pahami tiap bayi memiliki kecepatan tumbuh kembang berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa latihan gerak kecil bersama Mama. Umur 3 minggu, bayi boleh tengkurap sambil diawasi. Umur 3 sampai 4 bulan, ia belajar menggenggam. Lalu bayi berguling, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan. Setiap bayi bisa belajar pada waktu yang beda. Mama perlu menemani dan membuat tempat bermain aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aktivitas ringan yang dilakukan bersama orang tua dapat menjadikan proses belajar bergerak lebih menyenangkan sekaligus mendukung kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi bayi secara bertahap. Dengan pengawasan dan ruang yang aman, setiap tahap—dari tengkurap hingga berjalan—dapat dihargai sesuai ritme perkembangan unik masing-masing anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil belajar bergerak, dari menggeliat sampai melangkah pertama kali, menjadi salah satu momen paling dinanti Mama. Ternyata, ada berbagai gerakan olahraga sederhana yang bisa membantu si Kecil mencapai setiap tahap ini sesuai usianya.

Bukan olahraga berat seperti pada orang dewasa, gerakan-gerakan ini justru berupa aktivitas ringan dan menyenangkan yang bisa Mama lakukan bersama si Kecil setiap hari. 

Untuk Mama yang ingin melakukan gerakan olahraga bersama si Kecil, berikut Popmama.com mengulas 7 jenis gerakan olahraga untuk bayi sesuai usianya. Yuk, simak sampai habis!

1. Tummy time (Sejak usia 3-4 minggu)

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

Mengutip NHS UK, tummy time sebaiknya jadi rutinitas harian sejak awal kehidupan bayi, dengan target minimal 30 menit yang dibagi dalam beberapa sesi singkat sepanjang hari. Posisi tengkurap ini membantu si Kecil melatih otot leher, bahu, dan punggung sejak dini.

Tummy time idealnya sudah bisa dimulai saat bayi berusia 3 sampai 4 minggu, tentu dengan pengawasan penuh dari Mama. Gerakan sederhana ini jadi fondasi penting sebelum si Kecil siap duduk dan merangkak nanti.

Jangan lupa ajak si Kecil ngobrol atau letakkan mainan favoritnya di depan wajah supaya ia semangat mengangkat kepala. Semakin sering dilakukan, semakin kuat pula otot-otot yang menopang gerakan besarnya kelak.

2. Merangkak (Usia 7-10 bulan)

Pexels/hartono subagio

Menurut HealthHub Singapore, bayi umumnya mulai merangkak di usia 7 sampai 10 bulan. Ada yang memulainya dengan gaya "army crawl" menggunakan kedua tangan untuk menarik badan ke depan. 

Gerakan ini membutuhkan kekuatan untuk menopang badan dengan tangan dan lutut sekaligus menjaga keseimbangan.

Mama disarankan untuk membuat rintangan sederhana di rumah, misalnya bantal atau mainan yang diletakkan agak jauh, untuk memancing si Kecil merangkak mengejarnya. Cara ini sekaligus melatih koordinasi tangan dan kaki secara bersamaan.

Perlu diingat, tidak semua bayi melewati tahap merangkak dengan cara yang sama, bahkan sebagian melewatinya sama sekali dan langsung belajar berjalan. Hal ini merupakan variasi normal dalam tumbuh kembang, jadi Mama tidak perlu khawatir berlebihan.

3. Berdiri tegak (Usia 9-12 bulan)

Pexels/hartono subagio

Dikutip dari Health, ketika bayi mulai lebih mobile, mereka biasanya mulai belajar menarik badan ke posisi berdiri sambil berpegangan pada perabot di sekitarnya. Aktivitas ini melatih kekuatan kaki sekaligus keseimbangan tubuh si Kecil.

Tahap ini disebut sebagai cruising, yaitu ketika si Kecil belajar berjalan dengan cara berpegangan pada furnitur sebelum berani melangkah sendiri. Selama masa ini, kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuhnya terus berkembang secara bersamaan.

Mama bisa membantu dengan menyingkirkan mainan atau benda tajam di sekitar area bermain supaya si Kecil bebas bereksplorasi dengan aman. Pastikan juga furnitur yang dijadikan pegangan cukup kokoh dan tidak mudah goyang.

4. Menggenggam (Usia 3-4 bulan)

Pexels/Keira Burton

Menurut HealthHub Singapore, refleks menggenggam sebenarnya sudah ada sejak bayi lahir. Pada usia sekitar 3 sampai 4 bulan, si Kecil mulai menggenggam dengan sengaja saat meraih benda yang menarik perhatiannya.

Permainan sederhana seperti mengajak si Kecil menggenggam jari Mama untuk melatih refleks ini. Latihan kecil semacam ini turut membantu perkembangan koordinasi mata dan tangan.

Berikan juga mainan dengan berbagai tekstur dan ukuran yang aman digenggam sesuai usianya. Semakin sering berlatih, keterampilan motorik halus si Kecil pun makin terasah, dari sekadar menggenggam sampai nanti memindahkan benda antartangan.

5. Duduk (Usia 6 bulan)

Pexels/Roderick Salatan

Menurut HealthHub Singapore, bayi umumnya mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan di usia sekitar 6 bulan. Kekuatan inti tubuh yang terbentuk lewat tummy time dan berguling sebelumnya menjadi modal utama untuk pencapaian ini.

Melansir Abiie, latihan sederhana bernama "baby crunches", yaitu menarik lembut kedua tangan si Kecil dari posisi berbaring ke posisi duduk sambil menjaga punggungnya tetap tegak. Latihan ini bisa diulang beberapa kali sehari untuk melatih otot perut dan punggung.

Saat si Kecil mulai duduk sendiri, pastikan area sekitarnya bebas dari benda tajam atau keras yang berisiko melukai jika ia terjatuh. Mama juga perlu ekstra waspada kalau ia duduk di permukaan empuk seperti kasur atau sofa.

6. Berguling (Usia 4-6 bulan)

Pexels/Anna Shvets

Menurut HealthHub Singapore, bayi biasanya mulai bisa berguling ke posisi tengkurap di usia 4 sampai 6 bulan. Gerakan ini melatih kekuatan inti tubuhnya dan menjadi langkah awal sebelum ia siap duduk dan merangkak.

Mengutip laman UNICEF, terdapat ide permainan seru bernama "Let's Get Rolling", yaitu meletakkan mainan favorit si Kecil sedikit di luar jangkauannya saat ia berbaring, lalu mendorongnya untuk berguling meraih mainan tersebut. 

Cara ini sekaligus melatih kemampuan motorik kasarnya dengan cara yang menyenangkan. Lakukan latihan ini di permukaan yang rata, aman, dan cukup luas supaya si Kecil bebas bergerak ke segala arah.

7. Berjalan kaki (Usia 9-18 bulan)

Pexels/Kenneth Surillo

Mengutip NHS UK, berjalan menjadi salah satu aktivitas fisik yang direkomendasikan begitu si Kecil mulai mampu melakukannya, meski waktu pencapaiannya berbeda-beda tiap bayi. Ada yang sudah melangkah di usia 9 bulan, ada pula yang baru berjalan mendekati usia 18 bulan.

Melansir Abiie, Mama disarankan untuk menghindari penggunaan baby walker, karena alat ini justru berisiko menghambat perkembangan merangkak, duduk, dan berjalan mandiri si Kecil. Lebih baik biarkan ia berlatih berjalan dengan berpegangan pada tangan Mama.

Gunakan alas kaki yang nyaman atau biarkan si Kecil bertelanjang kaki di permukaan yang aman supaya keseimbangannya lebih terlatih. Dampingi terus setiap langkahnya, karena momen ini juga jadi kesempatan berharga untuk semakin dekat dengan si Kecil.

Setiap gerakan olahraga di atas, mulai dari tummy time sampai berjalan kaki, saling berkaitan dan sama-sama penting untuk tumbuh kembang si Kecil. 

Yang perlu diingat, setiap bayi punya kecepatannya masing-masing, jadi Mama tidak perlu buru-buru membandingkan pencapaiannya dengan bayi lain.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 jenis gerakan olahraga untuk bayi sesuai usianya untuk menunjang kemampuan motoriknya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article