Pexels/Photo By: Kaboompics.com
Tingkat kelembapan di kamar bayi tidak hanya terbatas pada kenyamanan. Kelembapan memainkan peran mendasar dalam melindungi sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih belum matang.
Udara yang tidak seimbang dapat menyebabkan iritasi, memicu infeksi THT, dan mengganggu tidur secara permanen. Pada bayi baru lahir, selaput lendir sangat sensitif terhadap variasi kelembapan, yang menjelaskan peningkatan kerentanan mereka.
Studi menunjukkan bahwa udara yang terlalu kering mengiritasi selaput lendir hidung dan meningkatkan risiko pilek dan batuk malam hari. Sebaliknya, kelembapan yang berlebihan mengubah ruangan menjadi tempat yang ideal bagi jamur dan tungau debu, alergen yang berbahaya bagi paru-paru bayi yang rapuh.
Oleh karena itu, menjaga tingkat kelembapan yang baik merupakan tindakan pencegahan kesehatan yang nyata, sama seperti suhu atau kualitas tempat tidur.
Sistem pernapasan bayi baru lahir masih berkembang. Udara yang terlalu kering bertindak seperti gurun bagi selaput lendir mereka, sementara udara yang terlalu lembap menjadi “hutan” mikroba.
Menjaga kelembapan tetap stabil berarti menawarkan bayi lingkungan pernapasan yang setara dengan zona beriklim sedang yang seimbang sempurna, yang kondusif untuk tidur nyenyak dan memulihkan tenaga.