Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Intinya sih...

  • Bayi bisa mulai disikat giginya setelah gigi susu pertama muncul, biasanya pada usia 6-10 bulan.

  • Sikat gigi jari berbahan silikon cocok untuk bayi yang masih menyusui, sementara sikat gigi biasa dengan bulu halus cocok untuk bayi dengan gigi susu.

  • Pasta gigi fluoride pencegah gigi berlubang dapat diberikan sejak tumbuhnya gigi pertama, dengan takaran yang disesuaikan dengan usia bayi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak kelahirannya, bayi telah mengonsumsi ASI atau susu formula, yang dilanjutkan dengan MPASI di usia 6 bulan. Konsumsi dari berbagai asupan tersebut tentu memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulutnya.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan mulut bagi si Kecil tentu merupakan langkah penting yang perlu diterapkan sejak dini untuk mencegah pertumbuhan bakteri di dalam mulutnya.

Namun, kapan bayi bisa sikat gigi? Penjelasan serta bagaimana cara melakukannya dengan aman sudah Popmama.com rangkum di bawah ini.

Kapan Bayi Bisa Sikat Gigi?

Freepik/jcomp

Mama dapat menyikat gigi si Kecil sejak gigi susu pertamanya telah muncul. Kemunculan gigi susu pada setiap bayi pun terjadi secara berbeda-beda. Namun, sebagian besar gigi pertama mereka akan muncul pada usia 6-10 bulan.

Walaupun begitu, Mama dapat menjaga kebersihan mulut si Kecil sejak ia masih dalam masa menyusui untuk mencegah segala pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

Mama dapat melakukannya dengan menyeka lembut pada bagian gusi serta depan lidah si Kecil menggunakan sikat gigi jari agar si Kecil tidak merasa kesakitan.

Sikat Gigi Jari atau Sikat Gigi Biasa?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Sikat gigi jari berbahan silikon merupakan pilihan tepat untuk digunakan saat si Kecil masih dalam masa menyusui. Dengan sikat gigi ini, Mama lebih fleksibel dalam membantu membersihkan mulut bayi tanpa perlu khawatir melukai si Kecil secara tidak sengaja.

Sementara itu, sikat gigi biasa dapat digunakan jika gigi susu si Kecil mulai muncul untuk pertama kalinya. Namun, Mama juga perlu memerhatikan bentuk sikat giginya.

Sebaiknya, Mama memilih sikat gigi berbulu halus dengan kepala kecil yang telah dirancang khusus untuk bayi agar penggunaannya tetap nyaman serta tidak melukai gusi atau gigi si Kecil yang masih sensitif.

Pasta Gigi yang Baik untuk Bayi

Pixabay/stevepb

Selain memilih sikat gigi yang sesuai untuk si Kecil, Mama juga perlu memerhatikan jenis pasta gigi serta takaran yang tepat dalam menyikat gigi si Kecil.

Berdasarkan anjuran dari American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), pasta gigi fluoride pencegah gigi berlubang sudah dapat diberikan sejak gigi pertama si Kecil telah tumbuh.

Untuk jumlah takaran pasta gigi pun menyesuaikan dengan usia si Kecil. Untuk bayi di bawah usia dua tahun, takaran pasta gigi harus kurang dari ukuran butiran beras, sementara bayi dengan usia lebih dari 3 tahun, takaran pasta gigi bertambah menjadi seukuran kacang polong.

Mama juga perlu memastikan bahwa pasta gigi yang digunakan telah dirancang khusus untuk bayi sehingga aman untuk digunakan dan Mama tidak perlu khawatir apabila si Kecil tidak sengaja menelannya.

Teknik Menyikat Gigi yang Benar pada Bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Menyikat gigi untuk pertama kalinya merupakan momen berkesan baik untuk Mama maupun si Kecil. Oleh karena itu, Mama dapat menemani si Kecil saat menyikat gigi sekaligus mengajarkan cara menyikat gigi yang benar kepada si Kecil.

Berikut merupakan langkah-langkah menyikat gigi yang dapat Mama terapkan untuk si Kecil.

  1. Basahi sikat gigi agar lebih lembut.

  2. Mama dapat mengoleskan pasta gigi pada sikat gigi apabila gigi si Kecil telah muncul.

  3. Pegang sikat gigi dengan posisi agak miring atau sekitar 45 derajat dari mulut si Kecil.

  4. Mulai menyikat gigi secara perlahan dan lembut dengan arah melingkar pada setiap permukaan gigi.

  5. Bagi bayi yang belum memiliki gigi susu lengkap, Mama dapat menyikat setiap bagian gigi selama lima detik.

  6. Bantu si Kecil untuk memuntahkan sisa pasta gigi dan berkumur dengan air bersih.

  7. Cuci sikat gigi hingga bersih, kemudian simpan sikat gigi dalam posisi tegak agar mengering dengan baik.

Dengan mengenalkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini, Mama membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi si Kecil sekaligus membentuk kebiasaan sehat jangka panjang baginya.

Cara Mengajak Bayi Menggosok Gigi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Tidak jarang ketika Mama mengajak si Kecil untuk menyikat gigi, si Kecil kerap kali menunjukkan tanda-tanda penolakan. Kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi karena gusi bayi masih sensitif sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, Mama dapat melakukan beberapa cara berikut agar si Kecil merasa lebih nyaman ketika sedang menyikat giginya.

Mama dapat mengajak si Kecil untuk menyikat gigi bersama. Kegiatan ini memperlihatkan padanya bahwa menyikat gigi merupakan kebiasaan yang aman, nyaman, dan baik dilakukan untuk kesehatan. Dengan begitu, si Kecil akan mulai memerhatikan dan meniru kebiasaan Mama.

Mama juga dapat menyanyikan beberapa melodi lagu ringan sesuai durasi menyikat gigi agar suasana semakin menyenangkan sehingga si Kecil merasa lebih rileks dan menikmati proses menyikat gigi sampai selesai.

Nah, itulah penjelasan mengenai kapan bayi bisa sikat gigi. Semoga artikel ini bermanfaat dalam membangun kebiasaan sehat sejak dini bagi si Kecil, ya, Ma.

Editorial Team