Ketika bayi berusia sekitar 6 bulan, Mama dapat mulai memberikan makanan padat untuknya. Pastikan untuk memilih makanan yang mengandung zat besi. Zat besi yang ditemukan dalam makanan hadir dalam dua bentuk, yaitu zat besi heme dan non-heme.
Zat besi heme
Zat besi heme umumnya ditemukan dalam produk hewani. Tubuh menyerapnya lebih mudah daripada zat besi non-heme.
Makanan yang mengandung zat besi heme yaitu:
Daging merah, seperti daging sapi, babi, domba, kambing, atau rusa.
Makanan laut dan ikan berlemak.
Unggas, seperti ayam atau kalkun.
Telur.
Zat besi non-heme
Zat besi non-heme terdapat dalam tumbuhan dan produk yang diperkaya zat besi. Jenis zat besi ini kurang mudah diserap oleh tubuh. Memberikan bayi cukup zat besi dari sumber zat besi non-heme saja membutuhkan perencanaan yang cermat.
Makanan yang mengandung zat besi non-heme yaitu:
Sereal bayi yang diperkaya zat besi.
Tahu.
Kacang-kacangan dan lentil.
Sayuran berdaun hijau tua.
Menggabungkan sumber zat besi non-heme dengan makanan yang kaya vitamin C dapat membantu bayi menyerap zat besi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan. Buah dan sayuran yang kaya vitamin C meliputi:
Memastikan si Kecil mendapatkan cukup zat besi sangat penting. Beberapa bayi mungkin membutuhkan lebih banyak zat besi daripada yang lain. Bicarakan dengan dokter tentang zat besi pada pemeriksaan bayi berikutnya mengenai kebutuhan zat besinya.
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang waktu yang tepat memberikan zat besi untuk bayi. Apakah si Kecil juga mengonsumsi suplemen zat besi, Ma?