Kisah Bayi yang Retak Tengkorak Diduga karena Kelalaian Perawat

Berharap mendapatkan perawatan yang baik, yang terjadi malahan sebaliknya

16 April 2018

Kisah Bayi Retak Tengkorak Diduga karena Kelalaian Perawat
hmcmagazine.com

Keiran, salah satu anak kembar pasangan Kelsey Bond dan Kyle Keller terjatuh di rumah sakit QHC Belleville General di Provinsi Ontario, Kanada karena kelalaian perawat.

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.00 dini hari akibat perawat yang bertugas tertidur ketika sedang memberikan Keiran susu botol. Setelah diperiksa lebih lanjut, akibat jatuh itu membuat Keiran mengalami fraktur pada tengkoraknya. Dan karena hal tersebut, orangtua Keiran berencana untuk menggugat rumah sakit terkait.

Berikut Popmama.com kisah bayi malang itu.

Keiran dirawat untuk menjalani perawatan khusus

Keiran dirawat menjalani perawatan khusus
Pixabay/Rawpixel

Keiran merupakan anak kembar dari pasangan orangtua Kelsey Bond dan Kyle Keller di Kanada. 

Kelsey Bond melahirkan Keiran dan saudara kembarnya, Kayden di Kingston General Hospital pada 23 Desember 2016. Bayi kembar ini lahir prematur, yaitu pada usia kehamilan 29 minggu (dua bulan lebih dari perkiraan tanggal kelahirannya).

Bayi prematur, terutama yang lahir sangat awal, sering memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya, komplikasinya bervariasi. Dengan semakin dini bayi Mama lahir akan semakin tinggi risiko komplikasi yang terjadi.

Benar saja. Kedua bayi kembar ini dipindahkan ke Belleville General pada bulan Februari 2017, di mana mereka dirawat di ruang perawatan khusus. Kayden keluar dari rumah sakit pada 10 Februari, tetapi Keiran memiliki kondisi paru-paru dan masalah kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan tambahan.

Keiran terjatuh

Keiran terjatuh
Pixabay/Joffi

Dilansir dari torontosun.com, pada 20 Februari 2017 Kelsey Bond mendapatkan panggilan telepon.

“Saya menerima panggilan telepon pada pukul delapan pagi yang mengatakan bahwa perawat itu tertidur lelap dan terbangun dengan mendengar tangisan bayi di lantai,” Kelsey mengatakan panggilan telepon itu datang dari manajer departemen.

"Ia bilang sangat menyesal atas kejadian itu dan dokter anak telah memeriksa dan mengatakan Keiran baik-baik saja. Saya sedikit terkejut, jadi saya tidak benar-benar mengatakan apa-apa," kata Kelsey Bond. “Saya langsung menutup telepon dan menuju ke rumah sakit," lanjutnya.

Mama ini menambahkan, "suami saya (Kyle Keller) kehilangan akal sehatnya."

Kejadian Keiran terjatuh sesungguhnya terjadi pada jam 03.00 dini hari. Berarti Kelsey Bond dan suaminya baru mengetahui 5 jam setelah kejadian. Bukankah seharusnya sebagai orangtua dari Keiran, pasangan ini harus diberitahu sesegera mungkin setelah kejadian? Setuju nggak sih, Ma?

Editors' Picks

Keiran mengalami fraktur pada tengkoraknya

Keiran mengalami fraktur tengkoraknya
torontosun.com

Kelsey Bond mengatakan bahwa rumah sakit memberinya dokumen yang melaporkan perawat terdaftar "sedang menyusui bayi di pangkuannya, dan dia tertidur".

Dokumen itu juga menyatakan "tidak ada kehilangan kesadaran yang didokumentasikan" dan  anak telah dinilai oleh dokter anak bahwa "tidak ada kelainan yang dicatat."

Tetapi, Mama tiga anak ini tidak yakin bahwa bayinya, Keiran tidak terluka. Kelsey Bond juga melihat kepala Keiran bengkak.

Kelsey Bond mengatakan, “saya punya firasat bahwa semuanya tidak baik-baik saja.”

Pasangan ini menuntut bayinya dipindahkan ke rumah sakit lain, dan tes mengungkapkan terjadi patah tulang di tengkorak Keiran dan subdural hematoma akut. Keiran dipindahkan ke rumah sakit lain setelah dia menolak makan dan mengalami dehidrasi.

Para profesional medis memberitahu Kelsey bahwa kepala Keiran mungkin tidak akan sembuh selama enam bulan hingga satu tahun.

Orangtua Keiran akan menuntut rumah sakit

Orangtua Keiran akan menuntut rumah sakit
Pixabay/Qimono

Perawat tidak segera ditahan polisi, dia belum dipecat, juga tidak ada hukuman untuknya. Maka dari itu, pasangan ini bersikeras akan mengambil tindakan hukum dan berencana untuk menuntut kelalaian yang dilakukan oleh perawat.

“Jika dia lelah dia seharusnya tidak pergi bekerja,” Kelsey berkata tentang perawat yang tidak disebutkan namanya itu.

“Dia mempertaruhkan nyawa anak-anak dan ini bukan bayi normal, mereka membutuhkan perawatan khusus.”

Perawat juga manusia ya, Ma. Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya, namun dalam kejadian di atas, keadilan tetap perlu ditegakkan. 

Bagaimana menurut, Mama?