Bayi mungkin menangis sebentar setelah vaksinasi, tetapi mereka akan merasa lebih baik setelah dipeluk.
Terkadang area tempat jarum ditusukkan terasa nyeri dan merah selama 2 hingga 3 hari. Rasa ini akan hilang dengan sendirinya.
Kebanyakan demam terjadi dalam seminggu setelah vaksinasi; namun, karena vaksin menghasilkan kekebalan dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada cara pembuatannya, terdapat beberapa variasi mengenai kapan tepatnya demam setelah vaksinasi paling mungkin terjadi.
Selain itu, karena beberapa vaksin memerlukan lebih dari satu dosis agar efektif, demam mungkin lebih mungkin terjadi setelah dosis berikutnya.
Beberapa bayi mungkin merasa mudah kesal dan tidak enak badan, dan beberapa mungkin mengalami demam tinggi.
Jika bayi mengalami demam, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:
Pastikan bayi tidak mengenakan terlalu banyak lapisan pakaian atau selimut
Beri bayi banyak minum
Beri bayi parasetamol cair atau ibuprofen untuk menurunkan suhu tubuhnya
Pastikan Mama mengikuti petunjuk yang terdapat pada obat. Jika Mama tidak yakin, mintalah saran dari dokter.
Jarang terjadi reaksi alergi serius terhadap vaksinasi. Jika ini terjadi, biasanya akan terjadi dalam hitungan menit.
Dokter sudah dilatih untuk menangani reaksi alergi dan segera mengobatinya. Dengan perawatan yang tepat waktu, bayi akan pulih dengan baik.
Itu penjelasan tentang kenapa ada bayi yang demam dan sebagian lagi tidak usai divaksinasi. Semoga bisa membantu mengatasi kekhawatiran Mama, ya! Selain itu, jangan lewatkan jadwal vaksinasi si Kecil, ya!