Pada umumnya, tidak. Melansir Healthline, kebiasaan ini biasanya tidak menimbulkan masalah pada beberapa tahun pertama kehidupan.
Baru setelah usia 4 tahun, Mama disarankan untuk mulai mengarahkannya dengan lembut. Bila kebiasaan itu masih berlanjut, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter gigi anak.
Menurut Johns Hopkins Medicine, kebiasaan ini umumnya baru menjadi persoalan ketika gigi permanen mulai tumbuh. Jika berlangsung lama, kebiasaan ini bisa menimbulkan pola menelan dengan dorongan lidah, gigitan terbuka, hingga gangguan bicara yang disebut frontal lisp.
Kalau Mama berpikir memakai alat bantu seperti pelindung mulut, sarung tangan, atau kuteks berasa pahit, Mama disarankan untuk berdiskusi dulu dengan dokter gigi atau dokter anak.
Sementara itu, pada si Kecil yang masih baru lahir, mengemut tangan terus-menerus bisa berarti asupan ASI belum cukup atau ada masalah pada pelekatan maupun refleks mengisap.
Jadi, kalau Mama bertanya-tanya kenapa bayi suka mengemut tangan, jawabannya beragam, mulai dari lapar, tumbuh gigi, ingin menenangkan diri, hingga belajar mengenal tubuhnya sendiri. Semuanya bagian dari perjalanan tumbuh kembang si Kecil.
Cukup jaga kebersihan tangannya, cermati pesan yang ingin disampaikan, dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mengganjal.
Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa bayi suka mengemut tangan? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!