Sudah menjadi pengetahuan umum bila air susu ibu merupakan susu yang terbaik untuk bayi. Dan bayi disarankan mengonsumsi ASI hingga usia 2 tahun, Ma. Pada usia di bawah 6 bulan, bayi mendapatkan ASI saja, usia 6 bulan hingga 2 tahun, ASI diselingi dengan MPASI. Sedangkan di atas usia 2 tahun, anak balita proporsinya adalah 70% makanan padat dan 30% susu.
Yang jadi permasalahan adalah ketika ASI sang Ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini tentu saja diketahui setelah berkonsultasi dengan dengan tenaga medis, konselor laktasi, dan dokter spesialis anak, ya, Ma. Bila ini terjadi, maka perlu diberikan pengganti ASI. Ini dilakukan dengan supervisi dari tenaga medis, ungkap dr. Lucky Yogasatria Sp.A pada sebuah unggahan di laman instagramnya @dr.lucky.sp.a.
Jadi, susu formula untuk bayi usia 0-12 bulan itu sebenarnya tidak boleh dijual bebas tanpa resep dari dokter anak, tambah dr. Lucky. Kenapa? Karena dengan pemberian susu formula bayi tanpa indikasi merupakan salah satu pintu masuk gagalnya pemberian ASI.
Sebagai seorang ibu, Mama merasa sedih tidak bisa memberikan ASI untuk si Kecil. Selain itu, Mama mungkin akan mendapatkan informasi jika ASI lebih baik dari susu formula. Atau susu formula tidak baik untuk bayi. Hal ini perlu diluruskan. Susu formula itu bukan racun, kata dr. Lucky. Susu formula untuk bayi itu sudah diformulasikan untuk menggantikan ASI. Walaupun tentu saja tidak bisa 100% menggantikan ASI, ya, Ma.
Agar susu formula bisa benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, pemberian susu formula harus sesuai dengan indikasi atau kondisi bayi, Ma. Mama juga perlu mengetahui bagaimana cara pemberiannya, termasuk berapa banyak susu dan air yang diperlukan, suhu, hingga cara pembuatan. Semua informasi itu bisa Mama peroleh di kemasan susu formula.