Cara Bedong Bayi yang Benar

Membedong bayi dengan cara yang salah bisa berakibat fatal lho, Ma

22 Oktober 2021

Cara Bedong Bayi Benar
Freepik/azerbaijan-stockers

Membedong bayi sempat menjadi perdebatan karena dianggap dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan tulang. Namun Mama tidak perlu khawatir lagi, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa jika dilakukan dengan benar, bedong dapat menjadi teknik yang efektif untuk membantu menenangkan bayi dan membantunya untuk tidur.

Meski dapat menenangkan bayi, tidak dianjurkan untuk membedong bayi sepanjang hari. Membedong bayi terlalu lama dapat menyebabkan risiko yang berbahaya, dari rasa sesak dan kepanasan hingga risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Jika ingin membedong bayi sendiri di rumah, Mama perlu mengetahui cara membedong bayi yang tepat dan benar. Jika ada salah posisi kaki atau tangan, maka akan berisiko menimbulkan masalah pada kesehatan tulang bayi.

Nah kali ini Popmama.com akan membahas mengenai cara bedong bayi yang benar. Langsung saja simak informasinya ya, Ma!

1. Pastikan membedong bayi di tempat yang rata

1. Pastikan membedong bayi tempat rata
Freepik/user18526052

Untuk memulai membedong bayi, pastikan Mama melakukannya di tempat yang rata. Selain itu, pastikan juga kain atau selimut yang digunakan untuk membedong cukup nyaman dan tidak membuat bayi kepansan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah letakan selimut bedong bayi dalam bentuk seperti berlian dengan satu sudut mengarah ke atas pada permukaan yang rata. Kemudian, lipat sudut atas ke bawah sekitar 6 inci.

2. Baringkan bayi di atas selimut bedong

2. Baringkan bayi atas selimut bedong
Youtube.com/LoeppkysLife

Setelah selimut bedong siap, baringkan bayi secara perlahan di atas selimut bedong dan menghadap ke atas. Pastikan posisi kaki bayi mengarah ke Mama dan bahunya harus tepat di bawah lipatan selimut.

Editors' Picks

3. Luruskan lengan kiri bayi

3. Luruskan lengan kiri bayi
www.mayoclinic.org

Setelah bayi dibaringkan, ambil sisi kiri selimut dan bungkus di atas lengan kiri dan dada bayi. Selipkan selimut di bawah lengan kanan dan punggungnya. Jika cara ini sudah benar, lengan kiri bayi akan tertutup dan lengan kanannya akan bebas.

4. Angkat selimut bagian bawah

4. Angkat selimut bagian bawah
www.mayoclinic.org

Setelah lengan kiri tertutup selimut, lipat sudut bawah selimut ke atas tubuh bayi dan selipkan di bawah lipatan pertama, tepat di bawah dagunya. Setelah itu, luruskan lengan kanan bayi dan tarik sisi kanan selimut ke atas tubuhnya. Kemudian, selipkan di bawah sisi kirinya.

5. Pastikan bedong sudah aman dan nyaman

5. Pastikan bedong sudah aman nyaman
www.mayoclinic.org

Setelah menyelipkan kain di bawah sisi kiri bayi, langkah terakhir adalah putar bagian bawah selimut dengan longgar dan selipkan di bawah bayi. Pastikan bedong cukup kuat, namun tidak terlalu sesak bagi bayi. 

Tips keamanan saat membedong bayi

Tips keamanan saat membedong bayi
Unsplash/Kelly Sikkema

Meskipun bedong memiliki banyak manfaat yang baik untuk bayi, cara membedong yang salah justru dapat membahayakan bayi. Oleh karena itu, pastikan caranya sudah sesuai ya, Ma. Selain itu, ada beberapa yang perlu diperhatikan saat membedong bayi, yaitu:

  • Jangan membedong bayi terlalu ketat karena dapat membatasi perkembangan pinggul. 

  • Selalu baringkan bayi dalam posisi terlentang setelah dibedong.

  • Berhenti membedong bayi setelah ia sudah bisa berguling.

  • Jangan melipat selimut menjadi dua atau membedong dengan kain berlapis karena dapat menyebabkan bayi kepanasan.

Nah, itulah cara membedong bayi yang benar. Tetap lakukan dengan hati-hati, terutama bagi bayi yang baru lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.