Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kronologi Bayi Usia 28 Hari Meninggal usai Diduga Dicekoki Telur Mentah

4 min read
Kronologi Bayi Usia 28 Hari Meninggal usai Diduga Dicekoki Telur Mentah
Magnific/onlyyouqj
  • Bayi A mengalami demam dan diduga diberi telur mentah oleh neneknya tanpa sepengetahuan ibu, dengan harapan suhu tubuhnya turun.

  • Kondisinya tidak membaik setelah diperiksa di puskesmas dan rumah sakit Sidoarjo; gangguan serius pada usus membuat bayi menjalani operasi lalu dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo.

  • Setelah tiga hari dirawat intensif di NICU RSUD Dr. Soetomo, termasuk transfusi darah berulang, bayi A meninggal pada 11 Oktober 2026 pukul 07.10 WIB dalam usia 28 hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar meninggalnya bayi berinisial A yang baru berusia 28 hari menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga membagikan kisahnya melalui media sosial. Sebelum meninggal dunia, bayi tersebut dilaporkan mengalami demam dan diduga diberi telur mentah oleh neneknya dengan alasan untuk menurunkan suhu tubuh.

Kabar mengenai kondisi bayi A sebelumnya ramai diperbincangkan setelah akun Threads @calistaarisha meminta bantuan agar bayi tersebut segera mendapatkan ruang perawatan intensif atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. 

Untuk mengetahui urutan peristiwanya, berikut Popmama.com telah merangkum kronologi bayi usia 28 hari meninggal usai diduga telur mentah.

  1. 1. Bayi A mengalami demam sebelum diduga diberi telur mentah oleh neneknya

    Bayi A mengalami demam sebelum diduga diberi telur mentah oleh neneknya
    Magnific

    Berdasarkan keterangan Calista Arisha, pihak keluarga bayi A, si Kecil sebelumnya mengalami demam. Dalam situasi tersebut, salah satu anggota keluarga diduga memberikan telur mentah kepada bayi dengan harapan suhu tubuhnya bisa turun. 

    Pemberian telur mentah itu disebut dilakukan sang nenek tanpa sepengetahuan ibu bayi. Calista menduga tindakan tersebut berkaitan dengan kepercayaan yang masih diikuti sebagian orang mengenai cara menurunkan demam. 

  2. 2. Kondisi bayi tidak membaik hingga dibawa ke dua fasilitas kesehatan

    Kondisi bayi tidak membaik hingga dibawa ke dua fasilitas kesehatan
    Magnific/onlyyouqj

    Setelah diduga diberi telur mentah, kondisi bayi A dilaporkan tidak kunjung membaik. Keluarga kemudian membawa bayi tersebut ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Namun, karena kondisinya belum membaik, bayi A selanjutnya dibawa ke salah satu rumah sakit di wilayah Waru, Sidoarjo.

    Berdasarkan keterangan keluarga, pemeriksaan di rumah sakit tersebut menemukan kondisi serius pada usus bayi hingga ia harus menjalani operasi. Kondisi tersebut membuat si Kecil membutuhkan penanganan lebih lanjut.

    Namun, hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan medis yang menjelaskan secara pasti penyebab gangguan pada usus bayi maupun hubungan antara kondisi tersebut dan dugaan pemberian telur mentah.

  3. 3. Bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan intensif

    Bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan intensif
    Magnific

    Setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit di Sidoarjo, bayi A kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh perawatan intensif. Bayi tersebut membutuhkan ruang NICU karena kondisinya dilaporkan semakin kritis. Namun, keluarga sempat menghadapi kendala karena ruang perawatan intensif yang dibutuhkan belum tersedia.

    Situasi tersebut mendorong Calista meminta bantuan melalui akun Threads miliknya. Dalam unggahannya, ia mengajak warganet membantu agar bayi A segera mendapatkan ruang NICU. 

    “Mohon bantuannya buat adik A agar bisa mendapatkan ruang NICU segera. Keadaan A semakin kritis, bayi 24 hari ini dicekoki telur mentah oleh neneknya dan membutuhkan ruang NICU di RSUD Dr. Soetomo,” tulis Calista Arisha, seperti yang dikutip Popmama.com pada Senin (12/10/2026). 

    Berdasarkan keterangannya, bayi A akhirnya mendapatkan ruang NICU di RSUD Dr. Soetomo dengan bantuan sejumlah pihak.

  4. 4. Menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo

    Menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo
    Magnific/onlyyouqj

    Setelah mendapatkan ruang NICU, bayi A menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama tiga hari. Menurut keterangan Calista, selama dirawat bayi tersebut masih membutuhkan penanganan medis intensif, termasuk transfusi darah yang dilakukan berulang kali. Kondisinya disebut tetap kritis meskipun telah mendapatkan perawatan dari tim medis.

    Selama masa perawatan, keluarga berharap bayi A dapat melewati masa kritisnya. Unggahan permohonan bantuan yang sebelumnya dibagikan Calista juga menjadi perhatian publik, dengan banyak orang menyampaikan doa agar kondisi bayi membaik. Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari, kabar duka kemudian disampaikan oleh pihak keluarga.

  5. 5. Bayi A meninggal dunia pada Minggu, 11 Oktober 2026

    Bayi A meninggal dunia pada Minggu, 11 Oktober 2026
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Pada Minggu (11/10/2026) pagi, Calista mengabarkan bahwa bayi A telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo. Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan bahwa bayi berinisial A meninggal pada pukul 07.10 WIB, saat berusia 28 hari.

    “Bayi tersebut tiga hari dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Pasien bayi tersebut meninggal dunia tadi pagi pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” ujar Adin Niken. 

    Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa tim medis telah berupaya memberikan penanganan maksimal sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien. Namun, hingga kini, belum ada keterangan medis dari RSUD Dr. Soetomo yang menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dugaan pemberian telur mentah dan kondisi bayi hingga meninggal dunia. 

    Demikian kronologi bayi usia 28 hari yang meninggal usai diduga dicekoki telur mentah. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More