3 Hal yang Harus Diwaspadai jika Bayi Tidak BAB Berhari-hari

Jangan langsung panik ya, Ma. Coba lakukan hal ini pada si Kecil

9 Agustus 2020

3 Hal Harus Diwaspadai jika Bayi Tidak BAB Berhari-hari
Freepik.com

Menjadi orangtua terlebih yang baru memiliki bayi tentu harus siap menerima banyak kejutan setiap harinya. Semakin bayi bertumbuh kembang, banyak hal-hal yang bisa membuat orangtua kaget, bingung, khawatir bahkan panik.

Misalnya saja ketika frekuensi BAB (buang air besar) pada bayi tidak lancar. BAB lancar merupakan salah satu tanda pencernaan yang sehat. Jika umumnya setiap orang dewasa BAB setiap hari, banyak orangtua akan kebingungan dan khawatir ketika bayi mereka tidak BAB selama berhari-hari.

Ketika bayi tidak BAB selama berhari-hari, orangtua sering beranggapan hal ini disebabkan karena sembelit. Namun, tidak semua bayi yang tidak BAB disebabkan oleh sembelit lho, Ma. Seiring tumbuh kembangnya, ternyata sistem pencernaan ia pun ikut berubah yang bisa memengaruhi frekuensi BAB nya.

Maka wajar jika banyak orangtua panik dan bingung, sebab banyak mama yang tidak mengetahui penyebab dan apa yang harus mereka lakukan jika bayi sulit BAB.

Jika si Kecil pernah mengalami hal tersebut, jangan langsung panik ya, Ma. Berikut Popmama.com telah merangkum tiga hal apa saja yang penting Mama perhatikan jika bayi tidak buang air besar selama berhari-hari.

Editors' Picks

1. Penyebab tidak bisa BAB

1. Penyebab tidak bisa BAB
Freepik.com

Sebelum mengetahui penyebab pada BAB bayi yang tidak lancar, Mama perlu mengetahui bahwa memasuki usia dua bulan, ada perubahan di sistem pencernaan bayi yang akan memengaruhi frekuensi BAB mereka.

Jika sebelumnya si Kecil akan BAB setiap hari dan sering, kini mulai jarang. Bahkan bisa tidak BAB sampai 5 atau 7 hari.

Ternyata ini hal yang normal dan bukan berarti si Kecil mengalami sembelit lho, Ma. Pada usia ini, sistem pencernaannya akan mulai matang sehingga frekuensi BAB nya juga akan berkurang. Ini normal terjadi, terutama jika Mama memberikannya ASI eksklusif.

Namun, beda hal nya jika si Kecil terbiasa mengonsumsi susu formula, risiko sembelit akan jauh lebih tinggi dialami. Inilah salah satu penyebab si Kecil akan susah BAB, sebab susu formula jauh lebih sulit dicerna oleh usus bayi dibandingkan ASI.

Hal lain yang bisa menyebabkan BAB bayi tidak lancar ialah karena mereka terdehidrasi. Seringkali orangtua ceroboh dan membiarkan bayi dehidrasi. Hal ini menyebabkan kotoran bayi akan lebih susah dikeluarkan karena terlalu padat. Mama harus memberikannya minum secara teratur sehingga si Kecil tidak dehidrasi.

Kemungkinan lain bayi susah BAB ialah jika usianya memasuki empat bulan dan sudah diberikan makanan pendamping selain ASI. Bila si Kecil sudah memasuki fase ini, maka ia akan mulai terbiasa makan-makanan yang padat dan frekuensi buang air besarnya pun bisa ikut berubah dan jarang daripada saat usianya baru lahir.

Penyakit tertentu juga bisa membuat susahnya BAB pada bayi. Meskipun hal ini jarang terjadi, sembelit yang menyebabkan bayi tidak rutin BAB biasanya karena hipotiroidisme, botulisme, dan alergi makanan tertentu dan gangguan metabolisme.

2. Aman tidak ya, Ma?

2. Aman tidak ya, Ma
Freepik.com

Ketika si Kecil mengalami susah BAB, hal ini wajar terjadi, sebab bayi semakin hari akan terus bertumbuh kembang dan akan mempengaruhi sistem pencernaannya. Hal ini normal terjadi jika Mama memberikannya ASI ekskulif, terutama jika memasuki fase si Kecil mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, jika sembelit terjadi pada bayi yang baru lahir, sebaiknya Mama segara berkonsultasi dengan dokter agar bisa ditangani secepatnya.

Jika si Kecil usianya masih dibawah empat bulan, Mama perlu juga memperhatikan hal ini. Sebab jika BAB nya sangat keras, tampak rewel atau kesakitan, demam, tinja yang dikeluarkan berwarna merah darah, putih, dan hitam, Mama perlu membawa si Kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Apa yang harus dilakukan?

3. Apa harus dilakukan
Freepik.com

Ada banyak cara yang dapat Mama lakukan agar si Kecil BAB secara teratur dan lancar. Seperti cara-cara berikut ini:

  • Pijat perut bayi,
  • gerakan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda,
  • mandi air hangat,

Jika bayi sudah mulai MPASI, Mama bisa melakukan hal ini:

  • Memberikan minum air hangat,
  • memberikan makanan yang purée (makanan yang dilumatkan) dari buah dan sayur,
  • cukupi kebutuhan cairannya.

Namun, jika segala jenis cara sudah dilakukan tetapi tidak menunjukan perubahan pada BAB nya, pastikan Mama berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan apapun selain ASI dan susu formula ke si Kecil.

Itulah 3 hal yang perlu Mama perhatikan jika bayi tidak buang air besar berhari-hari. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.