5 Olahraga Bayi yang Bisa Bantu Tidurnya Lebih Nyenyak

Aktivitas siang seperti tummy time, bicycle legs, dan knee to chest dapat membantu bayi tetap aktif serta meredakan gas atau ketidaknyamanan perut yang bisa mengganggu tidur.
Rutinitas malam berintensitas rendah, termasuk pelukan dengan latihan napas dalam, membantu bayi beralih dari kondisi terjaga ke mengantuk dan memperkuat jam biologis tubuh.
Pijat lembut sebelum tidur dapat membuat bayi rileks, membantu produksi melatonin, serta meredakan gas, kram, kolik, dan sembelit; hentikan bila bayi tampak tidak nyaman.
Malam sudah larut dan lampu kamar sudah diredupkan. Namun, si Kecil masih saja menggeliat dan rewel di tempat tidurnya, sementara Mama sudah hampir kehabisan tenaga.
Kalau situasi ini terasa akrab, tenang saja, Mama tidak sendirian. Melansir First Things First, bayi memang tidur sekitar 12 sampai 17 jam sehari, tetapi bagi kebanyakan orang tua, jam tidur itu tidak pernah terasa cukup, terutama saat malam.
Kabar baiknya, ada cara sederhana yang bisa dicoba, yaitu olahraga bayi yang ringan dan menyenangkan. Berikut Popmama.com mengulas 5 olahraga bayi yang bisa bantu tidurnya lebih nyenyak.
Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Tummy time

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo Cerita baik dimulai dari siang hari, saat si Kecil masih segar dan penuh semangat. Salah satu olahraga bayi yang paling mudah adalah tummy time, yaitu menengkurapkan si Kecil selama beberapa menit dengan pengawasan Mama, seperti dikutip dari First Things First.
Peneliti Michigan State University, Janet Hauck, mengamati sekelompok bayi sehat berusia 6 bulan dan menemukan bahwa mereka yang paling lama tidur di malam hari ternyata jauh lebih aktif saat siang.
Menurut Healthline, posisi tengkurap juga memberi tekanan lembut pada perut yang dapat membantu meredakan gas. Hanya saja, beri jeda 20 sampai 30 menit setelah si Kecil selesai makan.
2. Bicycle legs

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI Setelah puas tengkurap, ajak si Kecil telentang untuk bermain mengayuh sepeda. Melansir Apollo Pharmacy, Mama cukup memegang betis atau pergelangan kakinya dengan genggaman ringan tetapi mantap, lalu menekuk satu lutut ke arah perut dan berhenti sejenak.
Luruskan kembali kaki itu sambil menekuk lutut yang sebelah, lalu lanjutkan bergantian dengan irama halus seperti mengayuh sepeda. Gerakan berirama ini disebut dapat membantu mendorong udara yang terperangkap untuk bergerak melewati usus.
Mengapa gerakan ini berkaitan dengan tidur? Mengutip Banner Health, sakit perut merupakan salah satu penyebab si Kecil kesulitan tidur di malam hari, selain lonjakan pertumbuhan dan tumbuh gigi.
3. Knee to chest

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI Gerakan penutup ini terasa lebih hening dibandingkan dengan mengayuh. Mengutip Taking Cara Babies, caranya yakni Mama memegang betis si Kecil, menekuk lututnya sampai paha menekan perut dengan lembut, menahan 2 sampai 3 detik, lalu meluruskan kakinya lagi.
Menurut Healthline, posisi lutut ke arah perut ini bisa ditahan sekitar 10 detik sebelum dilepas dan diulang beberapa kali. Karena durasinya berbeda-beda, Mama bisa mulai dari hitungan singkat dan menyesuaikannya dengan kenyamanan si Kecil.
Ada juga variasi memutar pinggul si Kecil pelan-pelan ke satu sisi, lalu ke sisi lain, saat lututnya masih tertekuk. Selain itu, menggunakan permukaan datar dan padat, seperti boks bayi, adalah satu-satunya pilihan aman untuk tidur tanpa pengawasan.
4. Latihan pernapasan malam

Pexels/Eric Moura Memasuki malam, tempo kegiatan sebaiknya diturunkan pelan-pelan. Mengutip First 5 California, rutinitas sederhana membantu si Kecil beralih dari terjaga di siang hari menjadi mengantuk di malam hari karena memperkuat jam biologis tubuhnya.
Salah satu ritualnya adalah berpelukan sambil berlatih napas dalam. Mama bisa memeluk si Kecil, lalu mencontohkan cara menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan.
Waktu yang cocok untuk memulai rutinitas ini adalah saat si Kecil berusia sekitar 6 sampai 8 minggu agar aktivitasnya bisa maksimal sesuai dengan kesiapan tubuh si Kecil.
5. Pijat lembut

Pexels/Sarah Chai Pijat adalah gerakan terakhir yang bisa Mama selipkan sebelum lampu dimatikan.Menurut Banner Health, riset menunjukkan pijat rutin dapat membantu si Kecil rileks dan lebih mudah terlelap.
Mengutip First 5 California, pijat malam hari dapat membantu tubuh si Kecil memproduksi lebih banyak melatonin, hormon yang membantu tidur. Pijat juga disebut dapat meredakan gas, kram, kolik, dan sembelit, sekaligus mendorong pertumbuhan otot.
Caranya, letakkan si Kecil telentang di atas handuk atau selimut, lalu usap lembut tiap bagian tubuhnya dari kepala hingga kaki. Dokter berpesan agar pijatan dihentikan jika si Kecil memalingkan kepala atau mengeraskan lengannya, dan juga agar tidak memijat tepat setelah menyusu.
Kelima gerakan ini memang bukan gerakan ajaib. Selain itu, perlu Mama ketahui bahwa tidak ada jaminan si Kecil langsung tidur sepanjang malam, karena kebanyakan bayi baru mulai tidur lebih lama di usia 3 sampai 6 bulan.
Nah, itulah pembahasan mengenai 5 olahraga bayi yang bisa bantu tidurnya lebih nyenyak. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!






















