Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Panduan Ukuran Popok Bayi Berdasarkan Berat Badan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • Ukuran popok bayi sebaiknya ditentukan berdasarkan berat badan, bukan usia, karena setiap bayi memiliki bentuk tubuh dan perkembangan yang berbeda.
  • Terdapat panduan ukuran umum dari newborn hingga XL serta popok renang, masing-masing disesuaikan dengan rentang berat badan dan aktivitas bayi.
  • Mama perlu rutin menimbang bayi, memastikan popok pas tanpa meninggalkan bekas merah, serta memilih bahan lembut dan hypoallergenic agar kulit si Kecil tetap nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Diapers atau popok menjadi salah satu kebutuhan penting dalam tumbuh kembang si Kecil, sehingga pemilihannya harus benar-benar disesuaikan dengan kenyamanan bayi. Banyak Mama mengira ukuran popok ditentukan berdasarkan usia, padahal setiap bayi memiliki bentuk tubuh, lingkar pinggang, dan bobot yang berbeda-beda.

Hal inilah yang membuat ukuran pada usia yang sama belum tentu memberikan hasil yang pas untuk setiap bayi. Untuk menemukan ukuran yang paling tepat, Mama perlu mengukur berat badan bayi, bahkan mungkin mencoba beberapa ukuran dari berbagai merek terlebih dahulu sebelum benar-benar membeli dalam jumlah banyak.

Untuk membantu Mama, berikut Popmama.com siapkan informasi tentang ukuran popok bayi berdasarkan berat badan yang umum digunakan. Yuk, simak, Ma!

Ukuran Popok Bayi Berdasarkan Berat Badan (Umum)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • 0-5 Kg,  ukuran newborn (NB)
    untuk bayi baru lahir hingga beberapa minggu pertama. Ukuran ini paling kecil dan dirancang khusus untuk kulit bayi yang masih sangat sensitif, dengan bahan yang lembut serta potongan yang nyaman di area pusar.

  • 5–10 Kg, ukuran S (Small)
    Untuk bayi baru lahir yang cepat besar atau untuk sekitar usia 4-7 bulan. Pada tahap ini bayi mulai aktif bergerak, sehingga membutuhkan popok yang pas di tubuh, memiliki daya serap baik, dan tetap nyaman saat digunakan sepanjang hari.

  • 10–15 Kg, ukuram M (Medium)
    Biasnya untuk bayi usia sekitar 7–20 bulan. Di fase ini bayi sudah mulai duduk, merangkak, hingga belajar berjalan, sehingga membutuhkan popok yang lebih fleksibel dan kuat mengikuti gerakan aktif.

  • 15–20 Kg , ukuran L (Large)
    Bayak digunakan pada balita usia sekitar 8-48 bulan. Cocok untuk anak yang sudah sangat aktif bergerak, dengan daya tampung lebih besar agar tetap kering lebih lama dan tidak mudah bocor.

  • 20 Kg ke atas, ukuran XL (Extra Large)
    Digunakan pada balita yang lebih besar atau sedang dalam tahap toilet training. Ukuran ini biasanya dipakai anak yang masih membutuhkan popok, tetapi sudah sangat aktif, dengan perlindungan maksimal dan tetap nyaman dipakai lama.

Ukuran Popok Renang Berdasarkan Berat Badan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Popok renang berbeda dengan popok biasa. Popok ini dirancang khusus agar tidak mengembang di dalam air dan berfungsi menahan kotoran agar tidak keluar saat bayi berenang. Popok renang sekali pakai umumnya tersedia dalam beberapa ukuran berdasarkan berat badan bayi atau balita.

  • Kecil: 6–12 Kg, untuk bayi yang masih kecil dan baru mulai berenang.

  • Sedang: 9–15 Kg, untuk balita yang lebih aktif di air.

  • Besar: 13 Kg ke atas, untuk anak yang lebih besar dan aktif berenang.

Cara Menimbang Bayi untuk Menentukan Ukuran Popok

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ukuran popok biasanya disesuaikan dengan berat badan bayi. Karena itu, Mama perlu mengetahui berat badan si Kecil secara tepat. Umumnya, berat badan bayi akan ditimbang secara rutin saat posyandu atau pemeriksaan dokter, sehingga hasilnya bisa menjadi acuan yang akurat.

Jika Mama belum sempat melakukan pemeriksaan, berat badan bayi juga bisa ditimbang di rumah menggunakan timbangan badan atau timbangan kamar mandi. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menghitung selisih.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan timbangan
    Pastikan timbangan diletakkan di lantai yang datar dan sudah menunjukkan angka nol sebelum digunakan.

  2. Mama timbang sambil menggendong bayi
    Lepaskan pakaian dan popok bayi agar hasil lebih akurat. Setelah itu, Mama naik ke timbangan sambil menggendong si Kecil. Catat hasil berat gabungan (Mama + bayi).

  3. Mama timbang tanpa bayi
    Turun dari timbangan, lalu naik kembali tanpa menggendong bayi. Catat angka berat Mama saja.

  4. Hitung selisih beratnya
    Kurangi hasil pertama (Mama + bayi) dengan hasil kedua (Mama saja). Selisihnya adalah berat badan bayi.

  5. Contoh

  • Mama + bayi = 55 kg

  • Mama saja = 48 kg

  • Berat bayi = 7 kg

Cara Mengecek Ukuran Popok yang Tepat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Untuk memastikan popok sudah sesuai dengan ukuran bayi, Mama bisa melakukan beberapa pengecekan sederhana berikut ini setelah popok dipasang:

  1. Posisi pinggang popok
    Pastikan bagian pinggang popok berada tepat di bawah pusar bayi, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

  2. Cek kelonggaran pinggang dan paha
    Setelah popok terpasang, pastikan tidak ada celah di bagian paha (manset kaki). Mama bisa memasukkan satu sampai dua jari di bagian paha dan pinggang bayi untuk memastikan popok tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Jika masih bisa masuk dua jari dengan nyaman, berarti ukuran popok sudah pas dan aman digunakan.

  3. Perhatikan kondisi kulit bayi
    Saat popok dilepas, pastikan tidak ada bekas merah di area pinggang atau paha. Jika kulit tetap bersih dan tidak iritasi, itu tanda popok sudah sesuai dan nyaman untuk si Kecil.

 

Tanda Bayi Perlu Ganti ke Ukuran Popok yang Lebih Besar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi tumbuh dengan cepat, sehingga Mama kadang bisa merasa bingung menentukan ukuran popok yang paling pas atau kapan saat yang tepat untuk menggantinya. Karena itu, ukuran popok juga perlu terus disesuaikan dengan pertumbuhan si Kecil.

Berikut beberapa tanda yang bisa Mama perhatikan:

  • Sering terjadi kebocoran
    Jika popok sering bocor, terutama di bagian kaki atau sampai ke punggung saat BAB, itu bisa jadi tanda popok sudah terlalu kecil.

  • Popok terlihat tidak pas di tubuh
    Ada celah di bagian pinggang atau paha, perekat terasa terlalu jauh, atau bahan popok terlihat menumpuk di area selangkangan.

  • Bekas merah di kulit bayi
    Jika setelah popok dilepas terlihat bekas merah atau tanda seperti terjepit di pinggang atau paha, berarti popok sudah terlalu ketat dan perlu naik ukuran.

 

Periksa Ini Sebelum Membeli Popok

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebelum membeli popok, penting untuk memastikan beberapa hal agar si Kecil tetap nyaman dan aman. Pilih popok dengan bahan yang aman dan berlabel hypoallergenic untuk membantu mengurangi risiko iritasi, serta hindari kandungan seperti pewangi, lateks, dan klorin.

Perhatikan kelenturan popok agar bisa mengikuti bentuk tubuh bayi tanpa terasa terlalu ketat, sehingga tidak meninggalkan bekas di kulit dan tetap nyaman digunakan saat bergerak. Selain kualitas bahan dan kenyamanan, Mama juga bisa mencoba beberapa merek terlebih dahulu, baik melalui ukuran kecil atau sampel, untuk menemukan yang paling cocok.

Jika membeli secara online, pastikan memilih toko yang terpercaya dan membaca ulasan produk dengan teliti. Tidak kalah penting, sesuaikan pilihan dengan anggaran karena kebutuhan popok cukup sering, sehingga bisa lebih hemat dengan membeli dalam jumlah besar, memanfaatkan promo, atau membandingkan harga antar merek.

Nah, itu dia informasi terkait ukuran popok bayi berdasarkan berat badan. Sesuaikan dengan si Kecil, ya, Ma!

Editorial Team