Popok menjadi salah satu perlengkapan penting yang hampir selalu digunakan di masa awal kehidupan si Kecil. Namun, karena kulit bayi masih sangat sensitif dan sistem perlindungan alaminya belum berkembang sempurna, penggunaan popok bisa saja menimbulkan masalah pada kulit.
Bayi Mengalami Diaper Rash, Boleh atau Tidak Pakai Popok? Ini Kata Dokter

Dokter menjelaskan bahwa keputusan memakai popok saat bayi mengalami ruam tergantung penyebab.
Jika ruam disebabkan oleh popok yang terlalu lama tidak diganti atau kondisi lembap, dokter menyarankan sementara waktu melepas popok dan merawat kulit bayi hingga pulih.
Popok kain bisa menjadi alternatif saat bayi mengalami ruam, sementara pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan, mengganti popok rutin, serta memastikan kulit tetap kering dan tidak iritasi.
Salah satunya adalah ruam popok atau diaper rash. Ruam popok merupakan kondisi peradangan dan iritasi pada kulit yang ditandai dengan kemerahan di area yang tertutup popok. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kelembapan, gesekan, atau penggunaan popok yang terlalu ketat.
Jadi saat bayi mengalami diaper rash, boleh atau tidak pakai popok? Ini kata dokter yang telah Popmama.com siapkan. Yuk, simak, Ma!
Table of Content
Bayi Mengalami Diaper Rash, Boleh atau Tidak Pakai Popok? Ini Kata Dokter

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, July Iriani Rahardja, menjelaskan bahwa penggunaan popok saat bayi mengalami ruam tidak bisa disamaratakan, karena penyebab ruam popok (diaper rash) bisa berbeda-beda.
“Diaper rash itu penyebabnya macam-macam, bisa karena jamur, bisa karena dermatitis, atau iritasi lainnya,” ujar dokter July dalam acara konferensi pers MAKUKU Slim Luxury Silky di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/4/2026).
Menurutnya, jika ruam terjadi karena popok yang terlalu lama tidak diganti atau kondisi lembap yang berkepanjangan, maka sebaiknya sementara waktu penggunaan popok sekali pakai dihentikan. Bayi bisa dibiarkan tanpa popok, sambil tetap menjalani perawatan untuk mengatasi keluhan pada kulitnya.
“Kalau memang penyebabnya karena terlalu lama pakai popok, sementara bisa dilepas dulu sambil ditangani kondisi kulitnya,” kata dr. July.
Dengan kata lain, keputusan untuk tetap memakai popok atau tidak saat bayi ruam sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan ruam tersebut.
Apakah Perlu Mengganti dengan Popok Kain?

Popok sekali pakai sudah mengalami banyak perkembangan, sehingga daya serapnya lebih baik dan penggunaannya tetap praktis. Meski begitu, penggunaan cloth diaper atau popok kain bisa bisa menjadi alternatif ketika bayi mengalami ruam, terutama jika ruam disebabkan oleh kelalaian seperti popok yang terlalu lama tidak diganti hingga kulit menjadi merah, atau bahkan sudah terjadi infeksi jamur.
“Cloth diaper sekarang juga sudah tidak sulit digunakan. Kita bisa lebih mudah melihat kondisinya, apakah sudah basah atau belum. Jadi bisa jadi pilihan kalau sudah mengalami kondisi tertentu,” jelas dr. July.
Jenis-Jenis Ruam Popok pada Bayi

Ruam popok bisa muncul dalam beberapa bentuk dengan penyebab yang berbeda-beda, tergantung kondisi kulit dan faktor pemicunya. Dengan mengenali jenisnya sejak awal, orangtua bisa lebih tepat dalam memberikan perawatan agar ruam tidak semakin parah dan kulit bayi lebih cepat pulih. Mengutip dari Ciputra Hospital, berikut beberapa jenis ruam popok yang umum terjadi:
Ruam popok iritasi
Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. Penyebabnya adalah kulit bayi yang terlalu lama terpapar kelembapan akibat urine atau feses di dalam popok. Kondisi ini membuat lapisan pelindung kulit melemah sehingga muncul kemerahan dan iritasi.Ruam popok akibat jamur (Candida)
Jenis ini dipicu oleh pertumbuhan jamur Candida yang sebenarnya sudah ada secara alami di tubuh bayi. Biasanya ditandai dengan ruam merah terang yang cenderung sulit membaik jika hanya dirawat dengan cara sederhana.Ruam popok karena infeksi bakteri
Pada beberapa kasus, ruam juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti stafilokokus atau streptokokus. Kondisinya bisa terlihat lebih parah, kulit tampak meradang, berkerak, atau muncul luka kecil yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.Ruam popok akibat alergi
Bayi dengan kulit sensitif bisa mengalami reaksi alergi terhadap bahan tertentu, misalnya popok, tisu basah, atau produk perawatan kulit. Ruam biasanya muncul setelah penggunaan produk baru dan akan mereda ketika pemicunya dihentikan.
Cara Mencegah Ruam Popok

Ruam popok bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan kondisi kulit bayi agar tetap kering dan sehat. Orang tua perlu rutin mengganti popok serta membersihkan area bokong bayi dengan air hangat setiap kali mengganti popok. Setelah dibersihkan, pastikan kulit bayi benar-benar kering sebelum kembali dipakaikan popok.
Selain itu, hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung bahan iritan seperti fenol, asam salisilat, atau benzokain. Pilih juga pakaian yang mudah menyerap keringat agar kulit bayi tetap nyaman.
Popok yang digunakan sebaiknya berukuran pas dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi gesekan pada kulit. Jika diperlukan, pelembap bisa digunakan pada area yang tertutup popok untuk membantu menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi.
Kapan Harus ke Dokter?

Pada kondisi ruam popok yang masih ringan, orang tua dapat melakukan perawatan di rumah dengan mengoleskan emolien yang mengandung petrolatum atau zinc oxide. Kandungan ini membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus melindungi dari iritasi lebih lanjut.
Segera periksakan ke dokter ketika ruam tidak membaik setelah beberapa hari perawatan atau justru semakin parah. Kondisi ini juga perlu diwaspadai bila disertai demam, muncul lepuhan atau luka terbuka pada kulit, serta bayi terlihat sangat tidak nyaman hingga kesakitan.
Nah, itu dia penjelasan boleh atau tidak bayi pakai popok saat mengalami diaper rash. Semoga informasinya bermanfaat untuk Mama.


















