Melihat kulit si Kecil mengelupas mungkin membuat Mama khawatir dan bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut normal atau tidak.
5 Penyebab Kulit Bayi Mengelupas, Sering Mandi Jadi Salah Satunya

Kulit bayi dapat mengelupas secara alami setelah lahir karena hilangnya vernix caseosa dan proses adaptasi dari lingkungan rahim ke udara yang lebih kering.
Mandi terlalu sering dengan air dan sabun, bisa mengurangi minyak serta kelembapan alami kulit bayi hingga memicu kulit kering dan mengelupas.
Cuaca kering dan kulit bayi yang masih tipis meningkatkan risiko kehilangan kelembapan; konsultasikan ke dokter bila disertai kemerahan, luka, bengkak, atau ketidaknyamanan.
Ternyata, kulit bayi mengelupas bisa terjadi karena proses alami saat kulit beradaptasi dengan lingkungan setelah lahir. Namun, ada juga beberapa faktor lain yang dapat membuat kulit si Kecil lebih kering hingga akhirnya mengelupas.
Lantas, apa saja penyebabnya? Simak lebih lanjut tentang 5 penyebab kulit bayi mengelupas yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Table of Content
1. Hilangnya lapisan pelindung

Pexels/Vidal Balielo Jr Selama berada di dalam kandungan, kulit bayi terus terendam dalam cairan ketuban. Paparan cairan ketuban dalam waktu lama juga membuat kulit bayi membutuhkan perlindungan tambahan.
Melansir dari Verywell Health, untuk melindunginya, janin mengembangkan lapisan putih yang disebut vernix caseosa yang membantu menjaga kulit, sekaligus membuat proses pengelupasan sel kulit berlangsung lebih sedikit.
Setelah lahir, vernix biasanya ikut dibersihkan ketika tubuh bayi dibersihkan dari sisa cairan ketuban dan darah. Hilangnya lapisan pelindung tersebut kemudian membuat beberapa lapisan kulit bayi lebih mudah mengelupas.
2. Adaptasi lingkungan baru setelah lahir

Pexels/Craig Adderley Saat masih berada di dalam kandungan, kulit bayi terlindungi oleh vernix caseosa, yaitu lapisan putih yang membantu menjaga kulit dari paparan cairan ketuban. Namun, setelah lahir, lapisan vernix biasanya ikut dibersihkan ketika tubuh bayi dilap.
Hilangnya lapisan pelindung tersebut membuat kulit si Kecil harus langsung beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama udara di luar kandungan yang lebih kering dibandingkan kondisi di dalam rahim.
Proses adaptasi ini dapat membuat lapisan kulit terluar menjadi kering dan mulai mengelupas, terutama pada area tangan dan kaki.
3. Mandi terlalu sering

Pexels/RDNE Stock project Mengutip dari HealthyChildren, jika bayi terlalu sering dimandikan, kulitnya bisa kehilangan kelembapan alami.
Penggunaan air dan sabun dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Hal tersebut dapat membuat kulit bayi semakin kering hingga akhirnya mengelupas.
4. Cuaca kering

Pexels/Esma Karagoz Kulit bayi masih memiliki skin barrier yang tipis sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan.
Ketika si Kecil berada di lingkungan dengan udara kering, seperti saat cuaca panas, air pada permukaan kulit dapat lebih cepat menguap.
Di sisi lain, produksi minyak alami pada kulit bayi juga belum seoptimal orang dewasa. Akibatnya, kelembapan yang hilang lebih sulit tergantikan dan kulit menjadi kering.
Kondisi ini dapat membuat sel kulit terluar mengering, mengerut, lalu akhirnya mengelupas.
5. Kulit bayi lebih tipis

Pexels/Tom Fisk Kulit bayi yang baru lahir belum setebal kulit orang dewasa. Dilansir dari Healthline, pada beberapa bagian tubuh, kulit bayi dapat berukuran sekitar 20–30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa.
Kondisi ini membuat kulit si Kecil lebih rentan kehilangan kelembapan, mengalami iritasi, dan mudah mengelupas.
Ketebalan kulit bayi akan meningkat dengan cepat selama beberapa bulan pertama sehingga kulit bayi perlahan menjadi lebih tebal.
Itulah tadi 5 penyebab kulit bayi mengelupas. Jika pengelupasan disertai kemerahan, luka, bengkak, atau tampak membuat si Kecil tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.






















