Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Penyebab Telinga Bayi Keluar Cairan, Jangan Diabaikan
Pexels.com/Kenneth Surillo
  • Infeksi telinga tengah menjadi penyebab umum cairan keluar, saat peradangan dan penumpukan cairan dapat memicu robekan kecil pada gendang telinga.

  • Cairan juga dapat berasal dari ear tube, kotoran telinga bercampur air, air mandi, atau sisa obat tetes yang keluar perlahan dari saluran telinga.

  • Infeksi telinga luar, benda asing, dan cedera dapat memicu cairan, nanah, atau darah; konsultasikan ke dokter bila kondisi tidak membaik atau memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Telinga bayi bisa keluar cairan karena infeksi, air mandi, kotoran telinga, atau sisa obat tetes. Kadang ada benda kecil masuk atau telinganya terluka. Cairannya bisa bening, putih, keruh, atau bercampur darah. Kalau tidak membaik atau makin parah, orangtua perlu membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Telinga bayi yang tiba-tiba mengeluarkan cairan tentu dapat membuat orangtua merasa khawatir.

Terlebih, bayi belum bisa menjelaskan rasa tidak nyaman yang dirasakan sehingga perubahan kecil pada kondisi tubuhnya perlu mendapat perhatian.

Cairan yang keluar dari telinga dapat menjadi tanda adanya gangguan tertentu pada area telinga. 

Untuk mengetahui penyebabnya, yuk simak penjelasan Popmama.com terkait penyebab telinga bayi keluar cairan mengutip dari Seattle Children's.

1. Infeksi telinga

Pexels.com/Burst

Salah satu penyebab paling sering telinga bayi mengeluarkan cairan adalah infeksi telinga. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menyebabkan peradangan di telinga tengah, sehingga cairan menumpuk di belakang gendang telinga.

Jika tekanan cairan semakin meningkat, gendang telinga dapat mengalami robekan kecil yang membuat cairan berupa nanah atau cairan keruh keluar melalui saluran telinga.

2. Cairan akibat penggunaan ear tube

Pexels.com/Agung Pandit Wiguna

Pada bayi atau anak yang sering mengalami infeksi telinga, dokter terkadang memasang ear tube atau tabung ventilasi untuk membantu mengeluarkan cairan yang menumpuk di telinga tengah.

Namun, ketika tabung tersebut tersumbat sementara, cairan dapat kembali terkumpul hingga akhirnya keluar melalui saluran telinga saat tabung kembali berfungsi.

3. Kotoran telinga yang bercampur air

Pexels.com/Jonathan Borba

Tidak semua cairan yang keluar dari telinga menandakan adanya infeksi. Terkadang, cairan tersebut bisa berasal dari kotoran telinga atau earwax yang terkena air.

Saat bercampur dengan air, tekstur dan warna kotoran telinga dapat berubah sehingga terlihat seperti cairan yang keluar dari telinga bayi.

4. Air yang masuk ke saluran telinga

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo

Aktivitas sederhana seperti mandi juga bisa menjadi penyebab munculnya cairan bening dari telinga bayi. Air yang masuk ke saluran telinga atau bercampur dengan air mata terkadang dapat terlihat seperti cairan telinga.

5. Sisa obat tetes telinga

Pexels.com/Eric Moura

Pada beberapa kondisi, bayi mungkin mendapatkan obat tetes telinga sesuai anjuran dokter. Cairan yang terlihat keluar setelah penggunaan obat tidak selalu berasal dari masalah pada telinga.

Bisa jadi, cairan tersebut hanyalah sisa obat yang masih berada di dalam saluran telinga dan keluar secara perlahan.

6. Infeksi saluran telinga luar

Magnific.com/pvproductions

Selain infeksi telinga tengah, peradangan pada saluran telinga bagian luar juga dapat menyebabkan keluarnya cairan. Kondisi ini sering disebut sebagai swimmer’s ear atau otitis eksterna.

Biasanya, gejalanya diawali dengan rasa gatal atau tidak nyaman pada telinga, kemudian muncul cairan berwarna putih dengan tekstur lebih encer.

7. Adanya benda asing di dalam telinga

Magnific.com/pvproductions

Bayi dan anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga terkadang memasukkan benda kecil ke berbagai bagian tubuh, termasuk telinga.

Benda asing yang tertinggal di saluran telinga dapat menyebabkan iritasi atau infeksi ringan. Akibatnya, telinga dapat mengeluarkan cairan seperti nanah, bahkan terkadang disertai bercak darah apabila terjadi luka.

8. Cedera pada telinga

Magnific.com/magnific

Cairan yang keluar dari telinga dan bercampur darah bisa menjadi tanda adanya luka pada saluran telinga.

Biasanya, kondisi ini terjadi akibat goresan kecil pada bagian dalam telinga, misalnya karena penggunaan cotton bud atau benda lain yang masuk terlalu dalam.

Itu dia beberapa penyebab telinga bayi keluar cairan yang perlu diketahui orangtua. Jika kondisi Si Kecil tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article