5 Cara Menguatkan Bonding dengan si Kecil Meski Menyusu dari Botol

Tidak perlu khawatir kehilangan ikatan batin jika si Kecil menyusu lewat botol, Ma

20 Mei 2020

5 Cara Menguatkan Bonding si Kecil Meski Menyusu dari Botol
freepik.com/nagaets

Mama mungkin merasa akan kehilangan ikatan batin yang kuat antara ibu dan bayi saat tidak bisa menyusui si Kecil secara langsung. Beberapa kondisi seringkali membuat seorang mama tidak bisa menyusui bayi secara langsung.

Memberikan susu, baik ASI atau susu formula, melalui botol, tetap bisa membuat Mama menjalin ikatan batin dengan si Kecil, kok. Bagaimana ya caranya?

Ini dia lima cara yang bisa Mama lakukan supaya bisa tetap menjaga ikatan batin yang erat dengan si Kecil yang menyusu dari botol, yang berhasil Popmama.com rangkum dari Whattoexpect.com.

1. Kontak dari kulit ke kulit

1. Kontak dari kulit ke kulit
freepik.com/jcomp

Meskipun menyusui dari botol, Mama tetap bisa menyusui si Kecil dengan cara skin-to-skin atau kontak dari kulit ke kulit. Mama bisa memosisikan kepala si Kecil di lengan Mama dan pegang botol dekat dengan dada Mama.

Mama bisa membuka sebagian baju Mama di bagian dada supaya kontak skin-to-skin dengan si Kecil bisa terjadi saat menyusui. Kontak skin-to-skin ini biasanya dilakukan sesaat setelah si Kecil dilahirkan, dan bisa membantu mengatur suhu tubuh agar si Kecil mudah beradaptasi dengan dunia barunya.

Editors' Picks

2. Tatap mata si Kecil

2. Tatap mata si Kecil
freepik.com/boggy

Mama masih sering melihat smartphone Mama saat si Kecil menyusu? Meskipun menyusui dengan botol, baiknya Mama tetap memerhatikan si Kecil saat ia sedang menyusu ya. Kontak mata dengan si Kecil saat ia menyusu bisa membuatnya lebih tenang. Selain itu, Mama bisa lebih mengenal gerak-gerik si Kecil saat menyusu.

3. Pakai botol dan dot yang tepat

3. Pakai botol dot tepat
freepik.com/alexandrgrant

Pastikan si Kecil nyaman dengan bentuk dan aliran dot dari botol susu. Si Kecil yang menyusu dari botol tetap butuh bantuan Mama untuk mengendalikan aliran air susu. Air susu yang mengalir dari botol harus memberikannya jeda saat menyusu sehingga si Kecil tidak tersedak.

Salah satu cara menjaga kecepatan aliran susu adalah dengan memosisikan kepala si Kecil lebih tinggi dari perutnya. Pastikan kepala si Kecil dengan posisi dagunya turun, dan Mama juga harus memegang botol pada posisi horizontal. Mama bisa miringkan botol seperlunya untuk menjaga susu tetap mengalir. Gunakan dot susu dengan aliran paling lambat yang bisa diterima oleh si Kecil.

Dalam satu kali menyusu si Kecil biasanya butuh 15 sampai 20 menit. Baiknya Mama jangan memaksanya menghabiskan susu, dan biarkan keinginan alami atau kapasitas lambung si Kecil yang mengendalikannya.

4. Ajak si Kecil bicara dengan lembut

4. Ajak si Kecil bicara lembut
freepik.com/grooveriderz

Meskipun si Kecil belum bisa bicara sampai umurnya sekitar 1 tahun, tapi Mama sudah bisa mengajaknya berkomunikasi. Selama si Kecil menyusu dari botol, Mama bisa mengajaknya bicara dengan nada yang lembut dan tenang. Kegiatan ini akan membuat si Kecil terbiasa mendengar suara mama, dan akan membantu menenangkan si Kecil saat ia merasa tidak nyaman. Cara ini tentunya akan meningkatkan ikatan batin antara Mama dan si Kecil.

5. Buat jadwal teratur menyusui si Kecil

5. Buat jadwal teratur menyusui si Kecil
freepik.com/nitipong168

Sama seperti menyusui si Kecil secara langsung dari payudara mama, Mama juga harus membuat jadwal menyusu yang teratur untuk si Kecil menyusu. Dengan membuat jadwal, Mama bisa memastikan si Kecil tetap dalam keadaan kenyang, sehingga tidurnya pun bisa nyenyak. Kalau si Kecil tidurnya nyenyak, Mama juga bisa istirahat dengan nyaman.

Meskipun Mama jadi kurang tidur karena harus terus memantau keadaan si Kecil, tapi pastinya menyusui si Kecil jadi momen favorit Mama bersamanya. Menyusu dari botol atau langsung dari payudara Mama, pastinya bisa selalu menguatkan ikatan batin antara Mama dan si Kecil.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.