Tragis! Newborn Dilempar ke Jurang karena Papa Ingin Anak Lak-laki

Padahal, bukan salah si Bayi kan kalau ia terlahir sebagai bayi perempuan

7 November 2018

Tragis Newborn Dilempar ke Jurang karena Papa Ingin Anak Lak-laki
Weibo

Semua orang tahu ketatnya Pemerintah China membatasi jumlah kelahiran. Ketatnya peraturan pemerintah di China yang mengharuskan setiap keluarga hanya punya satu anak, membuat banyak keluarga kalap.

Di dalam tradisi China, anak laki-laki lebih diinginkan karena mereka bisa melanjutkan nama marga. Itu sebabnya, banyak anak perempuan yang kemudian ditelantarkan dan bahkan mengalami kekerasan hingga tewas karena tidak diinginkan. 

Sebuah kasus terbaru, seorang bayi yang baru dilahirkan dilempar ke jurang oleh papanya hanya karena ia perempuan. Ini kisah si Bayi menurut ChannelNews Asia.

1. Bayi ini diculik dari rumah sakit  

1. Bayi ini diculik dari rumah sakit  
Weibo

Si Bayi hilang dari rumah sakit tempat ia dilahirkan pada hari Jumat, 26 Oktober lalu. Petugas rumah sakit Magui Hospital di Gaozhou, Guangdong, melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Polisi yang dibantu petugas rumah sakit segera melihat rekaman kamera pengawas dan mencurigai seorang laki-laki sebagai pelaku penculikan. Begitulah keterangan yang disebarkan polisi kepada media. 

Editors' Picks

2. Papa yang kecewa, menjadi pelakunya

2. Papa kecewa, menjadi pelakunya
Weibo

Dari rekaman kamera pengawas dan keterangan petugas rumah sakit, dicurigai bahwa pelaku penculikan adalah papa kandung si Bayi. Si Papa, bernama Li, kemudian segera ditangkap polisi. Cerita sedih dan miris kemudian berlanjut karena ternyata si Papa menculik dan membuang anaknya!

Kepada polisi si Papa mengaku marah dan kecewa karena anaknya berjenis kelamin perempuan. Ia kemudian merencanakan penculikan dan berkeinginan membuang si Bayi. 

Jadi, si Papa membungkus bayinya itu di dalam karung nilon dan kemudian melemparkannya ke sebuah jurang tak jauh dari rumah sakit. 

Polisi berhasil memaksa si Papa untuk menunjukkan tempat ia membuang bayinya. Pencarian dilakukan dengan segera dan polisi berhasil menemukan si Bayi setelah mendengar suara tangisnya. 

Penemuan itu terjadi 24 jam setelah si Bayi dibuang. Ajaibnya, meski dilempar ke dalam jurang, si Bayi ditemukan sehat tanpa cedera berarti. Rupanya, si Bayi tertahan dahan pohon dan karung nilon yang membungkusnya melindungi tubuhnya dari cedera. 

Video rekaman saat si Bayi dikeluarkan dari karung sesaat setelah ditemukan viral di media sosial Weibo dan mengundang reaksi netizen. Meski demikian, kasus pembuangan bayi perempuan di China adalah hal yang agak umum terjadi.

Bagaimana pendapat Mama soal kasus ini? 

3. Mengapa anak perempuan tidak berharga di China? 

3. Mengapa anak perempuan tidak berharga China 
Pixabay/CC0 Creative Commons

Peraturan Pemerintah China yang melarang satu keluarga punya lebih dari satu anak membuat warganya memilih jenis kelamin bayi.

Di dalam tradisi China, laki-laki selalu dianggap lebih kuat dan unggul daripada perempuan. Mereka diberi fasilitas yang baik termasuk kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang jauh lebih luas dan berkelas dibandingkan anak perempuan.

Hal ini terjadi karena anak laki-laki dianggap sebagai penerus nama keluarga sehingga harus diperhatikan dengan sangat baik. 

Namun, belakangan pemerintah mulai menyadari efek negatif dari aturannya. Sekarang perempuan mulai diberi akses untuk bisa setara dengan laki-laki di bidang pendidikan dan pekerjaan. Namun, tentu saja itu tidak mudah dilakukan. 

Li, sebenarnya telah memiliki 3 anak. Anaknya 2 perempuan dan 1 laki-laki. Ketika si Bayi lahir dengan kelamin perempuan, Li menganggap hal itu sebagai beban hidup sehingga dengan tega ia membuang bayinya. 

Topic: