Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Bayi Dehidrasi saat Cuaca Panas, Salah Satunya Kulit Kering
Magnific/wirestock
  • Cuaca panas membuat bayi lebih cepat kehilangan cairan melalui keringat dan penguapan, sehingga orang tua perlu mewaspadai risiko dehidrasi.

  • Tanda dehidrasi meliputi popok basah berkurang, kulit kering atau kurang kenyal, serta mulut, lidah, dan bibir yang tampak kering.

  • Bayi dehidrasi dapat lemas, jarang bermain, rewel, mengantuk, pucat, kurang responsif, atau menangis dengan sedikit air mata; segera konsultasikan ke tenaga medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat cuaca panas, bayi bisa kekurangan cairan karena banyak berkeringat. Tanda-tandanya popoknya lebih jarang basah, kulit dan mulutnya kering, serta bayi jadi lemas dan tidak mau bermain. Bayi juga bisa menangis dengan sedikit air mata. Kalau ada tanda ini, Mama perlu segera tanya tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin sering melihat si Kecil berkeringat lebih banyak saat cuaca panas.

Kondisi ini perlu diperhatikan karena bayi bisa kehilangan cairan lebih cepat dan berisiko mengalami dehidrasi.

Lantas, apa saja tanda dehidrasi? Kenali tandanya dalam artikel Popmama.com berikut mengenai 5 tanda bayi dehidrasi saat cuaca panas.

1. Jumlah popok basah berkurang

Pexels/Emma Bauso

Mama bisa mengecek kondisi cairan tubuh si Kecil dari jumlah popok basahnya.

Dilansir dari The Bump, jika biasanya bayi pipis sekitar 6-8 kali sehari, tetapi frekuensinya tiba-tiba berkurang, ini bisa menjadi salah satu tanda dehidrasi.

Jumlah popok basah yang berkurang bisa berarti si Kecil jarang pipis, dan jarang pipis dapat menandakan si Kecil sedang kekurangan cairan.

2. Kulit kering

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

Saat dehidrasi, tubuh bayi kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.

Apalagi ketika cuaca panas, si Kecil bisa kehilangan cairan lewat keringat dan penguapan dari kulit. Akibatnya, kulit bayi bisa terasa lebih kering, kasar, atau tampak kurang kenyal dari biasanya.

Hal ini terjadi karena karena bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya sebaik orang dewasa.

3. Lebih jarang bermain

Pexels/Lisa from Pexels

Jika biasanya si Kecil aktif bergerak dan tertarik bermain, berubah lemas dan tidak tertarik bermain, bisa jadi itu adalah tanda bahwa si Kecil sedang dehidrasi.

Melansir dari Parents, hal ini terjadi karena dehidrasi membuat bayi lebih lemas dan tidak bersemangat.

Selain itu, bayi mungkin jadi lebih sering rewel, mudah menangis, atau justru banyak tidur. Si Kecil yang tampak pucat dan kurang responsif juga bisa menjadi tanda dehidrasi lainnya.

4. Mulut kering

Magnific/onlyyouqj

Coba perhatikan bagian dalam mulut, lidah, dan bibir si Kecil. Jika terlihat lebih kering dari biasanya, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda dehidrasi.

Hal tersebut terjadi karena produksi air liur bayi berkurang akibat kurangnya cairan yang masuk ke tubuh, sementara tubuh tetap mengeluarkan cairan berupa keringat akibat dari cuaca panas.

5. Menangis dengan sedikit atau tanpa air mata

Magnific/pvproductions

Saat tubuh bayi kekurangan cairan, produksi air mata juga bisa ikut berkurang. Si Kecil mungkin menangis, tetapi hanya mengeluarkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata.

Perlu diketahui juga bahwa bayi baru lahir memang masih normal jika menangis tanpa air mata karena kelenjar air matanya belum berkembang sepenuhnya.

Tanda ini lebih perlu diperhatikan pada bayi yang sebelumnya sudah biasa mengeluarkan air mata, terutama jika disertai mulut kering, popok lebih jarang basah, atau bayi terlihat lemas.

Itulah daftar 5 tanda dehidrasi pada bayi saat cuaca panas. Jika Mama menemukan tanda-tanda di atas pada si Kecil, segera konsultasikan pada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article