Studi: Punya Hewan Peliharaan Tingkatkan Kesehatan Pencernaan Bayi

Paparan bakteri yang menempel pada hewan malah bikin si Kecil sehat, lho!

17 Januari 2019

Studi Pu Hewan Peliharaan Tingkatkan Kesehatan Pencernaan Bayi
Freepik/prostooleh

Jika Mama memiliki anak dan memiliki binatang peliharaan di rumah, Mama tentu bahagia mendengar hasil penelitian yang satu ini.

Menurut penelitian tahun 2017 yang diterbitkan di jurnal Microbiome ini,  diketahui bahwa memiliki binatang peliharaan bisa membantu bayi Mama tumbuh lebih sehat, lho.

Tak hanya lebih sehat, berat badan bayi juga jadi lebih baik, angka kemungkinan terjadinya alergi pun berkurang, Ma.

Berita yang lebih baiknya lagi adalah: Memiliki binatang peliharaan di rumah bisa mengubah komposisi mikroba fisik pada perut dan usus bayi (yang disebut microbiome), dan bisa membantu bayi selalu sehat.

Apa sih hubungannya binatang peliharaan bisa membantu bayi tumbuh lebih sehat? Dilansir dari Verywell Family, simak penjelasan di bawah ini yuk, Ma.

1. Meneliti 746 bayi

1. Meneliti 746 bayi
Freepik/freepic.diller

Karena para dokter tahu betapa penting flora baik pada perut dan usus anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, maka mereka meneliti lebih lanjut tentang pengaruh microbiome pada bayi.

Penelitian yang dilakukan oleh Canadian Healthy Infant Longitudinal Development Study (CHILD) ini menelitian flora dalam perut 746 balita, yang ibunya sudah mendaftar untuk ikut penelitian pada 2009 hingga 2012.

Tim peneliti meminta para ibu melaporkan kepemilikian hewan peliharaan selama mereka hamil dan 3 bulan setelah melahirkan. Kemudian para ilmuwan tersebut meneliti mikrobiota di perut bayi melalui contoh feses.

Hasilnya, diketahui bahwa setengah balita yang diteliti terpapar hewan peliharaan, baik saat di kandungan, atau kebanyakan selama di kandungan dan setelah lahir juga.

Editors' Picks

2. Paparan bakteri penting

2. Paparan bakteri penting
Freepik/prostooleh

Uniknya, ada 2 bakteri penting di dalam flora isi perut bayi yang memiliki hewan peliharaan di rumah. Bakteri itu adalah Ocillospira dan atau Ruminococcus, yang jumlahnya ditemukan dua kali lipat lebih banyak pada bayi yang di rumahnya punya hewan peliharaan.

Lebih menariknya lagi, paparan hewan peliharaan pada bayi ternyata mengurangi bakteri buruk Streptococcaceae pada bayi yang lahir melalui persalinan normal dan ibunya diberikan antibiotik saat melahirkan.

Menurut para peneliti, itu artinya memiliki hewan peliharaan yang berbulu di rumah dapat meningkatkan sistem imun dan mengurangi alergi pada bayi.

Studi ini juga menunjukkan fakta bahwa memiliki hewan peliharaan bisa mengurangi penyakit atopik dan metabolisme pada anak lho, Ma.

3. Penting bagi bayi yang lahir sesar

3. Penting bagi bayi lahir sesar
Freepik/freepic.diller

Para peneliti mengatakan kalau temuan ini sangat berguna bagi bayi yang lahir melalui proses sesar, karena mereka tidak terpapar bakteri yang sama dengan bayi yang lahir melalui vagina atau proses persalinan normal.

Ketika bayi lahir per vaginam, mereka melalui kanal lahir ibu dan terpapar dengan banyak flora bakteri. Bakteri tersebut kemudian berjalan ke sistem pencernaan anak dan membantu memulai dasar dari microbiome yang sehat. Ini kemudian akan menjadi ‘blueprint’ bakteri untuk bayi.

Dalam persalinan sesar, bayi tidak lahir melalui kanal lahir atau tidak punya kesempatan untuk melewati vagina dan terpapar bakteri tersebut.

Maka ini penting untuk membantu bayi yang lahir sesar mendapatkan microbiome yang baik untuk sistem pencernaan bayi.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;