10 Tips Memilih Popok untuk Bayi

Jangan sampai salah pilih ya, Ma!

7 September 2018

10 Tips Memilih Popok Bayi
Freepik/freephoto

Bicara soal popok bayi, Mama pasti punya beribu pertimbangan. Mulai dari bahan, kekuatan menahan cairan, hingga harga.

Belum lagi, Mama harus memikirkan sebaiknya memakai popok kain atau popok sekali pakai ya? Jika akhirnya Mama memilih popok sekali pakai, Mama kembali dibuat bingung dengan popok perekat atau popok celana. Banyak sekali pertimbangannya ya, Ma.

Namun Mama tidak perlu bingung, karena Ikatan Dokter Anak Indonesia sudah memberikan tips ampuh dalam memilih popok untuk bayi. Yuk, simak beberapa info penting berikut ini, Ma.

1. Pilih lapisan berpori

1. Pilih lapisan berpori
Freepik/Wavebreakmedia

Popok sekali pakai umumnya disusun menjadi 3 lapisan: lapisan dalam, lapisan inti, dan lapisan luar.

Menurut IDAI, sebaiknya Mama memilih popok yang lapisan dalamnya berpori, untuk mengurangi gesekan kulit. Ini juga membantu sirkulasi udara lebih baik, sehingga kulit bayi tidak lembap hingga bisa mengakibatkan ruam popok.

2. Tambahan formula khusus

2. Tambahan formula khusus
Freedigitalphotos/ambro

Tidak hanya lapisan dalam yang berpori, IDAI juga menyarankan untuk memilih lapisan dalam yang sudah ditambah dengan formula khusus, seperti zinc oxide, aloe vera, dan petroleum. Ini semua tepat untuk menjaga kulit bayi tetap kering, sehingga bayi tetap nyaman selama memakai popok.

3. Menyerap dengan baik

3. Menyerap baik
Freepik/Yanalya

Jika Mama mau popok yang daya serapnya kuat, Mama bisa memilih popok sekali pakai yang lapisan intinya terbuat dari AGM. Apa itu AGM? ini adalah absorbent gelling material atau dikenal juga sebagai superabsorbent, yang terbuat dari sodium poliakrilat. 

Menurut IDAI, AGM memiliki keunggulan dapat memisahkan cairan urine dari feses dengan cepat, menahan cairan di matriksnya, dan menjaga kestabilan pH.

4. Popok dengan ‘alarm’ perubahan warna

4. Popok ‘alarm’ perubahan warna
Freedigitalphtos/sergebertasius

IDAI menyarankan untuk selalu mengganti popok setiap anak selesai berkemih atau buang air besar. Disarankan juga untuk mengganti popok sesering mungkin, sekitar 2 sampai 3 jam sekali.

Maka, Mama juga perlu memilih popok yang memiliki sistem ‘alarm, yaitu menunjukkan perubahan warna pada bagian luar popok bila terkena urine.

Editors' Picks

5. Bahan luar berpori, bukan waterproof

5. Bahan luar berpori, bukan waterproof
Flickr/sitsgirls

Beberapa merek popok sekali pakai sering mengunggulkan teknologi bagian luar waterproof atau tahan air. Ada juga yang mengunggulkan bahan luar berpori, tetapi tidak waterproof.

Mana yang lebih baik? IDAI mengatakan untuk memilih bahan luar yang berpori daripada yang waterproof, karena lebih aman dan nyaman bagi kulit bayi yang sensitif.

6. Popok kain berbahan katun

6. Popok kain berbahan katun
Maxpixel.net

Menurut IDAI, popok kain juga kini tersedia dengan beragam inovasi baru dalam hal komposisi. Jika Mama memilih popok kain, IDAI merekomendasikan popok kain berbahan katun karena memberikan ventilasi yang baik dengan kulit bayi.

7. Perhatikan bahan penyerap pada popok kain

7. Perhatikan bahan penyerap popok kain
Freepik/Jul14ka

Bahan absorben yang biasa digunakan pada popok kain antara lain polyester (sering disebut microfiber), katun, bambu, dan rami. Menurut IDAI, polyester memang memiliki kemampuan menyerap yang baik, namun lebih sulit dibersihkan dan sering menimbulkan bau.

Bambu juga memiliki daya serap yang baik, tetapi bahan kimia yang digunakan dalam proses produksinya dapat menimbulkan efek negatif.

8. Perekat atau celana?

8. Perekat atau celana
Freepik/tisiple

Popok sekali pakai biasanya memiliki dua tipe, yaitu popok dengan perekat atau celana. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, yang bisa Mama sesuaikan dengan usia anak.

Jika anak Mama masih tergolong bayi baru lahir, sebaiknya Mama memilih popok berperekat karena lebih aman dan cenderung lebih tahan bocor. Namun jika anak Mama sudah mulai aktif merangkak, popok model celana lebih nyaman untuk anak bergerak. Saat memakaikannya ke anak juga lebih mudah dan cepat, enggak repot deh, Ma.

9. Ukuran berdasarkan berat badan, bukan usia

9. Ukuran berdasarkan berat badan, bukan usia
Freepik/Yanalya

Dua orang anak yang lahir bersamaan bisa saja memiliki ukuran popok yang berbeda. Kok bisa? Tentu saja bisa, karena pertumbuhan tiap anak kan berbeda-beda, Ma. Namun walau beberapa anak terlihat lebih kecil dari anak lainnya, Mama jangan khawatir, asalkan anak tumbuh masih sesuai acuan dari WHO. (Baca artikel Ma, Ketahui Berat Badan Ideal Bayi 0-6 Bulan untuk info selengkapnya)

Pastikan ukuran popok anak Mama sudah sesuai dengan berat badannya, ya. Merek-merek popok sekali pakai biasanya mencantumkan ukuran berdasarkan kilogram kok, Ma.

10. Harga bukan segalanya

10. Harga bukan segalanya
Freepik/Freepic.diller

Tidak bisa dipungkiri, harga popok sekali pakai memang perlu dipertimbangkan juga ya, Ma. Namun jangan sampai Mama mengorbankan kenyamanan bayi demi mendapatkan harga yang ramah kantong. Beberapa popok memang terjangkau, namun kalau bisa mengakibatkan ruam popok untuk kulit bayi, buat apa dibeli?

Begitu juga dengan popok kain. Beberapa Mama lebih memilih popok kain karena lebih ekonomis. Namun kulit bayi yang sensitif mungkin lebih mudah ruam jika popok kainnya kurang bersih. Akhirnya, biaya yang Mama keluarkan jadi lebih besar karena harus mengobati ruam anak.

Selamat memilih popok yang paling tepat untuk si Kecil, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.