Meski Bayi Tampak Siap, Ini Bahaya Memberi Makan di Bawah Usia 6 Bulan

Meski tampak sudah siap, tapi jangan coba-coba, Ma. Bahaya banget untuk kesehatan bayi

11 April 2019

Meski Bayi Tampak Siap, Ini Bahaya Memberi Makan Bawah Usia 6 Bulan
Freepik/user3802032

Banyak orangtua yang merasa khawatir bayinya yang berusia di bawah 6 bulan tidak cukup kenyang hanya dengan ASI saja. Beberapa di antaranya kemudian memberikan makanan tambahan seperti sereal atau bubur bayi untuk mengenyangkan si Kecil. Banyak kasus yang membuat miris akibat tindakan coba-coba ini.

Padahal, pada usia di bawah 6 bulan, sistem pencernaan bayi belum cukup matang untuk mengatasi makanan padat. Artinya, betapa pun bayi tampak merasa lapar, sebenarnya pemberian ASI saja sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tubuhnya.

Karena itu jangan coba-coba untuk memberikan anak makanan yang tidak sesuai dengan tahapan usianya, karena dapat menimbulkan risiko kesehatan, antara lain. 

1. Potensial menyebabkan diare

1. Potensial menyebabkan diare
Freepik/phduet

Sistem pencernaan bayi di bawah usia 6 belum belum terbentuk dengan sempurna. Memberikan makanan padat sebelum waktunya pada bayi akan membuat lambung dan ususnya terpaksa mencerna makanan dengan tekstur dan konsistensi yang tidak sesuai. Hal ini menimbulkan berisiko diare bahkan masalah usus serius.

2. Meningkatkan risiko alergi makanan

2. Meningkatkan risiko alergi makanan
Pixabay/Ben_Kerckx

Pemberian bubur atau sereal, terutama yang mengandung gluten dapat menyebabkan timbulnya alergi pada bayi. Hal ini diakibatkan karena sel-sel di sekitar usus bayi belum terbentuk dengan sempurna dan menimbulkan reaksi sebagai perlindungan dirinya. Ini artinya akan meningkatkan risiko alergi makanan sejak dini. 
 

Editors' Picks

3. Tubuh bayi jadi tidak dapat menyerap nutrisi

3. Tubuh bayi jadi tidak dapat menyerap nutrisi
Unsplash/Colin Maynard

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, terutama di awal kelahirannya. Memberikan makanan padat seperti bubur sebelum waktunya, akan menyebabkan sistem pencernaannya menjadi lebih sensitif sehingga bayi tidak dapat menyerap nutrisi seutuhnya dari makanan yang diterima tubuhnya.

Dampak lainnya adalah bayi akan menolak ASI yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuhnya karena merasa sudah kenyang.

4. Meningkatkan risiko obesitas

4. Meningkatkan risiko obesitas
Pexels.com/Nelly Aran

Bubur bayi dan makanan padat memiliki kalori yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan kebutuhannya. Kondisi ini akan menyebabkan bayi akan mudah terkena obesitas di masa pertumbuhannya. Terutama pada bayi dengan riwayat kesehatan keluarga obesitas.

5. Menyebabkan risiko tersedak meningkat

5. Menyebabkan risiko tersedak meningkat
Freepik

Bayi yang belum cukup umur biasanya kesulitan membedakan tekstur makanan yang masuk melalui mulutnya. Karena terbiasa dengan minum ASI yang berbentuk cair, ia akan memperlakukan hal yang sama pada bubur. Hal ini dapat menimbulkan risiko tersedak yang dapat membahayakan nyawa. 

Untuk itu, berikan makanan yang sesuai dengan tahapan usianya. Di samping itu, bayi yang berusia di bawah 6 bulan masih membutuhkan ASI eksklusif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya agar melindungi dirinya dari serangan penyakit seperti flu, demam, dan batuk.

Semoga informasi ini memberikan wawasan untuk Mama ya. 

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!