Suara dan Ocehan Bayi Bikin Gemas, Apa Sih Maknanya?

Dibalik suara dan ocehannya, ternyata ada maksud yang ingin diutarakan bayi Mama

23 Januari 2020

Suara Ocehan Bayi Bikin Gemas, Apa Sih Maknanya
Freepik

Salah satu tonggak perkembangan penting bayi adalah berbicara. Tentu saja, Ma, si Kecil tak langsung serta-merta dapat mengucapkan kata-kata dengan sempurna. Tetapi dimulai dengan mengeluarkan suara-suara dan ocehan sebagai caranya untuk berkomunikasi dengan dunia sekitarnya. 

Sebagai ibu baru, mungkin Mama masih kebingungan mengartikan tiap suara dan ocehan yang keluar dari mulut si Kecil. Berikut Popmama.com merangkum serba-serbi suara dan ocehan bayi, beserta maknanya, dilansir dari parents.com:

1. Suara memekik berarti senang atau takut

1. Suara memekik berarti senang atau takut
Freepik

Suara bernada tinggi ini akan menarik perhatian Mama. Memekik biasanya berarti ekspresi senang, seperti saat bermain cilukba. Namun, bisa juga berarti ia tidak senang dan takut, seperti saat Mama memotong kukunya. Perbedaannya adalah jika si Kecil memekik tanpa henti, artinya ia sedang merasa tidak nyaman. 

Untuk mendorong kemampuan baru ini, tanggapilah ekspresi kegembiraannya, misalnya, "Wow, kamu suka ya sama gelembung yang Mama tiup ini?" Meski ia belum dapat sepenuhnya memahami apa yang Mama katanya, tetapi ssi Kecil sudah bisa mengerti nada bicara dan memperhatikan ekspresi wajah Mama. 

2. Mendengus tanda ia bosan

2. Mendengus tanda ia bosan
mindchamps.org

Mungkin suara ini akan sering Mama dengar saat ia buang air besar. Tetapi, bayi juga mendengus untuk menghilangkan ketegangan atau mengungkapkan frustasi dan kebosanannya. Ketika ia semakin besar, dengusan akan berubah menjadi geraman yang berarti menuntut sesuatu yang ia inginkan. 

3. Menggeram artinya bayi sedang marah

3. Menggeram arti bayi sedang marah
momjunction.com

Meskipun suara serak ini tidak biasa, faktanya dalam enam bulan pertama kehidupannya bayi banyak menggeram. Pada awalnya, geraman hanya refleks, seperti menangis. Tetapi bayi Mama mulai sering membuat suara geraman (grrr) dengan sengaja karena ia menyukai perasaan yang dihasilkannya di tenggorokannya. 

Geraman juga bisa berarti ekspresi ketidaksenangan. Menggeram menunjukkan bahwa ada hal yang membuatnya marah dan ingin orang lain melakukan sesuatu untuk mendapatkan yang ia inginkan.

Editors' Picks

4. Tertawa jika ia sedang senang

4. Tertawa jika ia sedang senang
Freepik/Yanalya

Sekitar usia 4 bulan, Si Kecil mungkin akan mengejutkan Mama dengan tawa kecilnya atau bahkan tawa terbahak-bahak. Tertawa merupakan respons fisik terhadap sesuatu, misalnya saat Mama menggelitik anggota tubuhnya. Kemudian, tawanya berkembang menertawakan sesuatu yang dilihatnya. Seperti raut jenaka wajah Mama. Di sinilah ia mulai mengembangkan selera humornya. 

5. Mendesah yang menandakan rileks

5. Mendesah menandakan rileks
rawpixel.com/McKinsey
Mitos fakta posisi tidur bayi

Si Kecil mulai mengeluarkan desahan saat ia berusia beberapa minggu. Baginya, mendesah itu terasa enak dan melegakan, sekaligus ia menyukai cara Mama bereaksi terhadap desahannya. Desahan juga bisa diartikan sebagai kepuasan dan perasaan rileks.

6. Berceloteh artinya ingin mengobrol

6. Berceloteh arti ingin mengobrol
Pixabay/pinkpig0416

Jangan kaget jika Mama mendengar si Kecil berbicara menggunakan bahasanya sendiri. Bayi mulai mengoceh sekitar usia 4-6 bulan. Ia menghasilkan aliran suara vokal dan konsonan yang berbeda yang kedengarannya. Menyerupai kata-kata tetapi belum terbentuk lengkap. Bayi Mama akan mulai dengan bunyi yang paling mudah, seperti "p," "b," dan "m." Mama akan mendengar banyak "puh puh puhs" atau "buh buh buhs" pada awalnya.

Setelah banyak berlatih, Mama akan mendengar variasi tambahan. dapat menghasilkan kelompok suara seperti "tah tah, ba ba, bee bee." Ini adalah prekursor untuk berbicara, jadi "muh muh" bisa menjadi "mama" dan "ba ba" bisa menjadi "botol."

Ada banyak hal yang dapat Mama lakukan untuk mendorong kemampuannya. Ketika dia berhenti, ajaklah kembali berceloteh. Coba suara dan nada baru untuk melihat apakah dia akan mencoba untuk meniru Mama. Menjadi responsif akan mendorongnya mengajari dia pola bicara dan percakapan.

Itu dia beberapa suara dan celotehan bayi. Yang harus diingat, agar bayi segera lancar bicara, perlu rangsangan dari orangtua yang aktif mengajaknya mengobrol. Semoga informasi ini menginspirasi ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!