Popok Bekas Ternyata Bisa Diolah Jadi Fiber dan Minyak, Ini Caranya!

Eits, sebelum dibuang, coba Mama olah dulu popok bekas si Kecil

9 Maret 2020

Popok Bekas Ternyata Bisa Diolah Jadi Fiber Minyak, Ini Caranya
Pixabay

Banyak orangtua yang memilih penggunaan popok sekali pakai karena dinilai lebih praktis. Namun, penggunaan popok sekali pakai ini justru memiliki dampak yang kurang baik bagi lingkungan karena menghasilkan sampah yang sulit terurai.

Selain itu, sampah popok bekas yang tidak dibuang dengan benar dapat mencemari lingkungan sehingga memengaruhi kesehatan manusia.

Dalam upaya penanggulangan sampah ini tentu diperlukan kerjasama dengan pemerintah, perusahaan serta kepedulian masyarakat.

Salah satu cara yang dilakukan agar permasalahan sampah popok ini berjalan maksimal dengan mengajak masyarakat membuang sampah popok secara terpisah agar dapat diolah menjadi barang pakai yang lebih bermanfaat.

Merries melakukan gerakan Senyumkan Lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Jakarta Barat dan beberapa Posyandu di daerah tersebut untuk melakukan aksi peduli lingkungan.

Kegiatan ini telah dilakukan selama tahun 2019 dan bekerjasama dengan perwakilan 28 Posyandu kota Jakarta Barat untuk mengumpulkan kurang lebih 12 ton sampah popok bekas yang akan diolah kembali.

Dijadikan apa popok bekas ini? Simak liputan Popmama.com yuk.

Editors' Picks

1. Popok bekas diolah menjadi fiber dan oil

1. Popok bekas diolah menjadi fiber oil
Dok. Merries

Kegiatan yang dilakukan selama tahun 2019 ialah edukasi masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi untuk membuang sampah popok bekas pakai pada tempat sampah khusus.

Tempat sampah untuk popok bekas tentunya dipisah dengan sampah rumah tangga yang lain. Di beberapa posyandu yang bekerja sama dengan Merries telah diberikan tempat sampah khusus atau depo popok bekas yang nantinya sampah tersebut akan dikirim ke pusat pengolahan di daerah Jawa Barat.

Limbah sampah popok memang diketahui menjadi permasalahan yang cukup menjadi perhatian. Namun dengan pemisahan sampah dan pengolahan sampah, popok bekas akan diubah menjadi fiber dan minyak.

Fiber yang telah dihasilkan melalui proses teknologi hidrotermal dapat diolah menjadi bahan pembangunan seperti batako dan pot tanaman yang dapat membantu penghijauan lingkungan.

Sedangkan, oil atau minyak yang dihasilkan dari pengolahan popok bekas ini akan digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk bahan bakar pengoperasian mesin recycle popok bayi bekas pakai tersebut.

Kedua bahan yang dihasilkan dari popok bekas ini tentunya dapat mengurangi masalah pemanasan global akibat sampah dan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

2. Memanfaatkan fiber menjadi bahan tambahan pembuatan pot tanaman

2. Memanfaatkan fiber menjadi bahan tambahan pembuatan pot tanaman
Dok. IDNTimes/Ayuningtyas Juliana

Popok bekas yang telah dikumpulkan di depo pembuangan Jakarta Barat, akan dikirim langsung ke pengolah sampah bekas Jawa Barat. Di tempat tersebut, popok bekas akan dibersihkan dengan cairan khusus dan dipanaskan dengan suhu tinggi menggunakan mesin.

Popok bekas ini nantinya akan dicacah kemudian menghasilkan fiber yang berbentuk seperti kumpulan kapas.

Fiber ini nantinya akan digunakan untuk tambahan membuat pot tanaman. Pembuatan pot sendiri tentu menggunakan bahan utama yaitu semen. Sedangkan, penambahan fiber dalam pembuatan pot tanaman ini dapat membuat pot lebih kuat.

Fiber yang dihasilkan dari pengolahan popok ini tidak memiliki bau meski diolah dari sampah popok. Hal ini karena proses yang telah dilakukan sebelumnya di tempat pengolahan sampah di Jawa Barat.

Popok bekas yang digunakan untuk dijadikan fiber campuran pot membutuhkan sekitar 2 kg popok bekas.

Cara membuat pot dari fiber ini juga termasuk mudah. Cukup meyiapkan semen, air dan fiber hasil dari pengolahan popok bekas.

Pencampuran bahan ini sekitar 70 persen semen dan 30 persen fiber. Bahan pertama yang akan dicampurkan ialah semen dan air dengan konsistenti sedang atau tidak terlalu cair dan keras. Kemudian baru tambahkan fiber ke dalam campuran semen dan air tersebut.

Campuran fiber ditambahkan terakhir agar fiber tidak menyerap air terlalu banyak sehingga semen menjadi susah tercampur rata.

Hasil dari campuran ketiga bahan tadi dicetak sesuai keinginan menggunakan cetakan pot yang telah dilapisi kertas. Pot dapat dibentuk sesuai keinginan baik besar maupun kecil tergantung tanaman yang akan ditanam.

Jangan lupa beri lubang pada bagian bawah pot agar air dapat mengalir ketika tanaman disiram.

Proses pengeringan pot sekitar satu sampai dua hari tergantung dari ada atau tidaknya sinar matahari.

Jika pot sudah mengering, beri warna pada pot tadi agar terlihat lebih menarik. Kemudian, keringkan lagi pot yang sudah diberikan warna. Proses pengeringan warna ini memakan waktu berbeda-beda sesuai dengan cat yang digunakan.

Setelah pot sudah jadi, masukkan tanah dan tanaman. Pot tanaman ini bisa dijadikan hiasan maupun penghijauan di rumah.

3. Mama bisa membantu memilah sampah popok bekas

3. Mama bisa membantu memilah sampah popok bekas
Dok. IDNTimes/Ayuningtyas Juliana

Sebenarnya, mudah mengolah fiber dari popok bekas menjadi berbagai benda. Namun sayangnya, untuk pembuatan fiber dari popok bekas perlu pengolahan dari pihak lain yang khusus menangani pengolahan daur ulang.

Sementara ini, Mama bisa membantu mengurangi sampah dan memanfaatkannya untuk didaur ulang dengan mengumpulkan popok bekas pakai kemudian mengirimnya ke depo pengolahan. Depo yang menyediakan tempat pengumpulan khusus popok bekas berada di 28 posyandu di daerah Jakarta Barat. Peluasan area nantinya tentu memerlukan kerjasama antara perusahaan dan pemerintah setempat lebih lanjut.

Meski begitu, membuang sampah bekas popok harus tetap dipisah dengan sampah lainnya ya, Ma. Sebelum dikumpulkan, pastinya Mama harus membersihkan dahulu kotoran di popok, sama seperti saat Mama membersihkan pembalut bekas pakai. 

Yuk, ikut menjaga lingkungan dengan langkah kecil ini!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.