hanco

Tragis! Bayi Meninggal Sendirian di Rumah karena Orangtua Kabur

Orang tuanya bertengkar dan pergi dari rumah tersebut tanpa membawa sang Anak

17 Juni 2019

Tragis Bayi Meninggal Sendirian Rumah karena Orangtua Kabur
Youtube/YTN News

Entah terbuat dari apa hati orangtua yang tega menelantarkan anaknya yang masih bayi hanya karena bertengkar. Itulah yang terjadi pada seorang bayi perempuan berusia 7 bulan di Korea Selatan. Bayi sekecil itu, bukannya disayang dan diperhatikan, namun ditelantarkan dan diabaikan kedua orangtuanya. Akhirnya, ia harus meninggal dengan cara yang menyedihkan.

Berita ini pun sempat membuat heboh warganet Korea Selatan.

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya untuk Mama seperti dilansir Asia One.

1. Diawali dengan pertengkaran orangtua

1. Diawali pertengkaran orangtua
Pixabay/3839153

Pada malam tanggal 23 Mei yang lalu, sang ibu yang diketahui bernama Gyeon (18 tahun) dan sang ayah bernama Cho (21 tahun), memiliki masalah sampai kemudian bertengkar hebat.

Tak kunjung menemukan jalan keluar, masing-masing pun memutuskan untuk pergi meninggalkan apartemen. Yang menjadi masalah, keduanya justru meninggalkan sang Putri yang masih berusia 7 bulan.

Masing-masing berpikir bahwa salah satu dari mereka akan segera pulang untuk merawat sang Bayi. Tak tanggung-tanggung, mereka pergi meninggalkan apartemen selama seminggu lamanya.

2. Tidak ada yang kembali untuk mengurus sang anak

2. Tidak ada kembali mengurus sang anak
www.asiaone.com

Polisi yang mengurus kasus ini menyebutkan bahwa keduanya sama-sama tidak ada yang kembali ke apartemen untuk menjemput anak mereka.

Disebutkan bahwa baik Gyeon maupun Cho sama-sama berasumsi pasangan mereka yang akan kembali ke apartemen. Namun nyatanya, tidak ada yang berinisiatif melakukan hal tersebut.

Selama seminggu lamanya meninggalkan apartemen, Gyeon terlihat pernah mengunggah foto sedang makan dan minum bersama teman-teman di akun media sosialnya.

Sementara itu, Cho terlihat menghabiskan waktu seminggu tersebut untuk bermain game internet. Pada tanggal 31 Mei, ia baru pulang ke apartemen dan menemukan putrinya sudah meninggal dunia.

Editors' Picks

3. Sempat menyembunyikan jenazah

3. Sempat menyembunyikan jenazah
Freepik

Bukannya berinisiatif untuk pergi ke rumah sakit, Cho dan Gyeon justru mencoba untuk menyembunyikan jenazah sang putri dengan memasukannya ke kotak kardus.

Namun kemudian pada tanggal 2 Juni, ayah dari Gyeon menemukan jenazah sang Cucu tersebut dan melaporkan anak dan menantunya ke polisi.

Beberapa saat kemudian Cho dan Gyeon pun ditangkap polisi dengan tuduhan kelalaian pada anak yang menyebabkan kematian.

Selain bersiap menerima hukuman pidana, keduanya pun mendapatkan banyak ungkapan kemarahan di internet. Banyak warganet yang marah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Cho dan Gyeon.

Sebagian besar mengecam tindakan mereka karena justru lupa dan bersenang-senang saat sang Anak sedang sekarat di apartemen. Warganet mempertanyakan tanggung jawab Cho dan Gyeon sebagai orangtua.

Hasil dari otopsi menemukan bahwa anak yang malang tersebut tidak memiliki makanan di perutnya saat meninggal. Diduga kuat ini berarti ia dalam kondisi kelaparan untuk waktu yang lama sebelum akhirnya meninggal.

Sampai saat ini pemeriksaan polisi terhadap Cho dan Gyeon pun masih dilakukan.

Tanda Bayi Lapar

Tanda Bayi Lapar
Freepik/parinyabinsuk

Dilansir situs Centers for Diseases Control and Prevention, bayi akan berkomunikasi dengan Mama menggunakan bahasa tubuh. Ia juga akan menunjukan tanda-tanda lapar dengan gerakan berikut ini: 

  1. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, tanda lapar yang biasanya ditunjukkan salah satunya yaitu menunjuk-nunjuk makanan.
  2. Selain itu, anak akan membuka mulut saat ditunjukkan sendok atau makanan, terlihat bersemangat saat melihat makanan dan bersuara lantang untuk menunjukkan pada Mama bahwa ia masih lapar.
  3. Pada usia 6 bulan ke atas, selain dari ASI bayi sepatutnya sudah mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan pendamping ASI atau MPASI. Nah, memberikan makan dengan  jadwal teratur pun penting supaya bayi bisa memahami sinyal lapar dan kenyang.
  4. Apakah menangis bisa dijadikan patokan tanpa lapar? Dikutip dari Very Well Family, menangis sebenarnya adalah usaha terakhir dari anak untuk menunjukkan bahwa ia lapar.
  5. Ini berarti saat bayi menangis, ini tandanya ia sudah sangat lapar. Kemungkinan besar ia bayi juga sudah frustrasi. Pada titik ini, mungkin sulit juga untuk membuatnya tenang. Memberikan makan saat bayi sudah menangis dan marah pun seringkali akan menjadi lebih sulit.

Itulah tanda bayi lapar yang bisa ditunjukan kepada Mama. Namun, jika Mama telah menerapkan jadwal makan teratur, maka bayi mama mungkin belum sempat rewel. 

 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!