Kaya Nutrisi, 7 Sumber Lemak Ini Bagus untuk MPASI Bayi

Memberikan asupan lemak kepada si Kecil dapat membantu tumbuh kembangnya

31 Desember 2020

Kaya Nutrisi, 7 Sumber Lemak Ini Bagus MPASI Bayi
Freepik/prostooleh

Saat bayi memasuki usia enam bulan ke atas, maka ia siap untuk menerima asupan nutrisi yang lebih banyak melalui MPASI. Mama perlu memerhatikan nutrisi yang terkandung dalam MPASI sebelum memberikannya kepada si Kecil, seperti berapa banyak karbohidrat yang dibutuhkan, protein, serta lemak.

Mungkin Mama menganggap bahwa lemak tidak boleh dikonsumsi oleh bayi, namun nyatanya lemak merupakan salah satu makronutrien inti yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Lemak tertentu seperti asam lemak omega-3 dapat memberikan manfaat kesehatan bagi si Kecil, yaitu untuk pertumbuhan otak, perkembangan saraf, dan kognitif.

Lemak juga membantu tubuh si Kecil untuk menyerap nutrisi penting seperti vitamin A, D, E dan K, serta merupakan kunci dalam membangun sistem saraf pusat si Kecil. Untuk itu, membatasi asupan lemak pada si Kecil justru akan menghambat pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan bisa menyebabkan bayi kekurangan gizi. Tentu Mama tidak ingin kan hal tersebut terjadi pada bayi mama?

Agar nutrisi si Kecil terpenuhi seluruhnya, berikut Popmama.com berikan macam-macam sumber lemak untuk MPASI bayi yang bisa Mama jadikan pilihan.

1. Keju

1. Keju
Freepik/jcomp

Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang dapat dijadikan sumber lemak untuk MPASI. Keju juga kaya akan kalsium dan protein yang dapat memperkuat tulang dan gigi si Kecil. Kalori yang terdapat dalam keju bisa menjadi suplai energi sepanjang hari.

Saat memberikan keju untuk campuran MPASI, Mama perlu memerhatikan terlebih dahulu jenis keju yang aman dikonsumsi bayi. Keju yang aman untuk bayi, seperti keju cheddar, edam, parmesan, mozarella, keju swiss, dan sebagainya.

Ketika membuat MPASI, Mama bisa mencampurkan keju dengan bahan makanan lain, seperti buah dan sayur. Rasa keju yang gurih dan bentuknya yang padat juga cocok dijadikan camilan unuk si Kecil lho, Ma. Potong keju secara memanjang sebesar jari telunjuk, kemudian berikan pada tangan si Kecil untuk ia makan sebagai camilan.

2. Alpukat

2. Alpukat
Freepik/dashu83

Alpukat mengandung banyak lemak yang dapat membantu pertumbuhan mental dan fisik bayi. Lemak yang terkandung di dalamnya merupakan lemak sehat dan dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan bayi secara keseluruhan.

Satu porsi buah alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal, vitamin seperti B, K, C, E, serta mikronutrien, seperti kalium, fosfor, dan selenium. Hal tersebut, membuat alpukat dianggap sebagai buah yang kaya nutrisi dan serbaguna.

Alpukat bisa diperkenalkan sebagai salah satu makanan pertama untuk bayi karena nilai gizinya baik untuk perkembangan otak. Mulailah dengan menghaluskan alpukat sampai menjadi pure alpukat yang menyehatkan.

Editors' Picks

3. Yoghurt

3. Yoghurt
Freepik/8photo

Selain keju, produk olahan susu lainnya yang bisa dijadikan sumber lemak untuk si Kecil adalah yoghurt. Memberikan yoghurt yang tinggi lemak untuk bayi di awal MPASI sangat baik bagi perkembangan otaknya.

Tak hanya sebagai sumber lemak, yoghurt pun merupakan sumber protein, kalsium, megnesium, serta prebiotik yang baik untuk pencernaan si Kecil. Selain itu, mengonsumsi yoghurt setiap harinya baik untuk mencegah masalah kulit dan alergi pada bayi.

Tidak masalah jika sesekali bayi mengonsumsi yoghurt yang rendah lemak, tetapi itu hanya untuk camilah harian saja. Sebaiknya, berikan yoghurt yang tinggi lemak untuk bayi agar nutrisinya terpenuhi dengan baik. Mama bisa mencampurkan yoghurt dengan buah-buahan, seperti pisang, pir, apel, atau buah naga.

4. Kedelai

4. Kedelai
Freepik/Jcomp

Kedelai dapat menjadi sumber nutrisi dan lemak sehat bagi MPASI bayi karena mengandung vitamin C, vitamin B1, magnesium, folat, serta lemak baik omega-3 dan omega-6.

Nutrisi yang terkandung dalam kedelai sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Selain itu, kedelai dapat bekerja dengan baik sebagai sumber protein utama. Mencampurkan kedelai ke dalam makanan bayi dapat membatu mengurangi sembelit serta dapat meningkatkan serat dalam tubuh.

Sebelum mengenalkan kedelai kepada si Kecil, Mama harus memerhatikan terlebih dahulu apakah kedelai bisa membuat bayi mama alergi atau tidak. Bila ia menunjukkan reaksi alergi seperti masalah pencernaan, maka segera periksakan ke dokter dan hentikan penggunaan kedelai untuk MPASI.

5. Minyak zaitun

5. Minyak zaitun
Freepik/racool_studio

Minyak zaitun atau olive oil adalah antioksidan yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal, serta mengandung vitamin A, B, C, D, E, dan K. Minyak zaitun mengandung sekitar 55 persen hingga 88 persen asam oleat yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

Selain untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun sangat baik untuk jantung dan pankreas bayi. Mama bisa mulai memberikan minyak zaitun saat si Kecil memasuki usia enam bulan. Akan lebih baik lagi jika Mama menggunakan minyak zaitun extra virgin untuk makanan bayi.

Minyak zaitun extra virgin dipilih secara cermat dan diproses dengan cara terbaik karena dibuat tanpa menggunakan bahan kimia. Tetapi, perlu diingat untuk tidak memberikan minyak zaitun secara berlebihan kepada si Kecil ya, Ma. Hal tersebut dapat membuatnya sakit perut dan menyebabkan diare.

6. Santan

6. Santan
Freepik/8photo

Santan merupakan olahan kelapa yang bagus untuk dikonsumsi si Kecil. Santan menyediakan protein, zat besi, karbohidrat, serta asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat dibutuhkan oleh si Kecil.

Meskipun begitu, sebelum memberikan santan pada bayi, Mama perlu memerhatikan apakah santan dapat memicu alergi pada bayi mama atau tidak. Kemudian, santan merupakan jenis lemak jenuh yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak dan sering.

Apabila Mama ingin memberikan santan untuk MPASI si Kecil, akan lebih baik jika santan dibuat sendiri di rumah dengan memeras langsung dari kelapanya, kemudian dimasak hingga matang. Hindari menggunakan santan kemasan, karena dikhawatirkan mengandung bahan pengawet.

7. Unsalted butter

7. Unsalted butter
Unsplash/Sorin Gheorghita

Unsalted butter atau mentega tawar pada dasarnya terbuat dari susu sapi yang tidak dipadukan dengan garam agar memiliki rasa yang lebih segar. Unsalted butter juga merupakan sumber lemak baik yang bagus untuk dikonsumsi bayi.

Memberikan unsalted butter dalam MPASI sangat direkomendasikan karena kandungan lemak di dalamnya bisa menjadi sumber kalori bagi bayi. Dengan demikian, dapat membuat bayi merasa lebih kenyang sekaligus membantu tubuhnya menyerap vitamin dan mineral.  

Secara rasa, unsalted butter dapat membuat makanan si Kecil terasa lebih gurih dan enak. Mama bisa memberi satu sendok teh unsalted butter untuk setiap 120 ml makanan bayi atau juga bisa menggunakan unsalted butter yang dikemas per blok atau per porsi agar lebih praktis. Unsalted butter bisa dengan mudah dibeli di supermarket favorit mama.

Itulah sumber lemak untuk MPASI bayi. Pada masa MPASI, penting bagi bayi untuk mendapatkan asupan tinggi lemak seperti makanan yang sudah dijelaskan di atas. Sumber lemak untuk MPASI bayi sangat dibutuhkan agar nutrisinya terpenuhi dengan sempurna dan membantu dalam tumbuh kembangnya.

Mama bisa membuat variasi menu MPASI dengan menggunakan sumber lemak tersebut, namun pastikan Mama memberikannya dengan porsi yang cukup. Semoga membantu ya, Ma!

Baca juga:



 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.