Keluarga bayi 11 bulan yang meninggal akibat gagal ginjal akut tersebut mengaku tidak tahu jika bayi mereka menderita penyakit misterius itu. Sang kakek mengatakan bahwa cucunya dirawat di rumah sakit karena ada penggumpalan di kepala dan bercak di paru-paru.
Sang kakek menceritakan awalnya cucunya mengalami panas tinggi pada Kamis (20/10/2022) pagi. Kemudian keluarga membawa Faeyzha ke RS DKT yang berada di samping Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.
Setelah dari RS DKT, Faeyzha diperbolehkan pulang ke rumah karena dokter menyebut bayi tersebut tidak mengalami masalah. Sesampainya di rumah, keluarga mengurut Faeyzha dan membalurnya dengan minyak bawang merah. Namun, panas Faezyha tidak juga turun.
Keluarga kemudian memutuskan untuk membawa Faeyzha ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek pada Kamis siang. Saat itu, Faezyha kembali diperbolehkan pulang dan diberi obat puyer oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.
Namun, tidak lama di rumah, sang bayi mengalami kejang, sehingga keluarga kembali membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek pada Kamis malam.
Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, saat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tim medis menyarankan untuk melakukan rontgen, karena panas di kepala sang bayi tinggi. Hingga akhirnya Al Faezya meninggal dunia pada Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 20.30 WIB.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek menghargai klaim keluarga dan tidak membantah terkait pendapat keluarga yang tidak tahu jika bayi tersebut mengalami gagal ginjal akut.